
George yang mendapat berita tentang kebakaran di perusahaan serta gudang millik Papinya segera berangkat menuju London dengan istrinya Diana.
Sedangkan Daniel sendiri juga sudah pulang ke London pada saat itu juga menggunakan Jet pribadi miliknya,ia begitu sangat terkejut dengan berita tersebut,karna selama ini perusahaan dan perdagangannya terlihat baik- baik saja saat dia meninggalkannya kemarin.
Istri Daniel yang masih tergolek di kamarnya hanya bisa menangis dengan langkah yang dia ambil suaminya untuk memperkaya dirinya,ia juga terkejut karna suaminya tidak sendirian menggeluti bidang tersebut tapi kedua anaknya juga ikut di dalamnya.
Melihat istrinya yang sangat lemah,Daniel merasa sedih ia tidak bisa mendekatinya karna istrinya melarang Daniel mendekati atau bahkan menyentuhnya.
Akhirnya Gadis dan Romi memasuki rumah Papinya dengan raut muka yang sangat merah,Gadis tau apa konsekuensinya apa bila Maminya mengetahui semua ini.
" Mommy... " Gadis mendekati ibunya yang membelakinginya.
" Mommy maafkan Papi,Noni dan Koko ya.. kami gak bermaksut menyakiti Mami,tapi dengan cara ini keluarga kita semakin di segani oleh para Mafia yang selalu mengincar keselamatan keluarga kita " Gadis mencoba meminta maaf kepada ibunya.
" Mi,Noni mohon jangan seperti ini!! " Tangisan Lili teramat pilu ia kecewa dengan suami serta anaknya,dan Gadis merasa bersalah karna sudah mendukung papanya berdagang di dunia bawah.
Tak lama George datang bersama Diana yang juga sedang hamil besar.
__ADS_1
" Mi ini aku Koko anak Mami " George berusaha menghapus air mata di pipi Maminya,tapi Lili malah menghempaskan dengan kasar tangan anaknya tersebut.
" Kalian berdua pergi dari sini biarkan aku berdua dengan menantuku!! " Lili menangis meraung - raung dan Diana berusaha menenangkan mertuanya tersebut dengan memeluknya erat.
" Mami jangan sedih,ada Diana di sini!! " Diana mengelus punggung Lili dengan lembut.
Burhan memasuki rumah Daniel dengan membawa serta anak buahnya.
PROK...
PROK...
Terlihat Burhan sedang tertawa bahagia bersama dengan semua anggotanya.
" Kenapa kau begitu sebahagia ini kawan? " tanya Daniel kebingungan.
" Tentu aku senang melihat kau tumbang,Daniel " jawab Burhan sambil terus tertawa.
__ADS_1
" Diam kau dan pergi dari rumahku,lak**t!! " Geoge geram melihat tingkah kawan Papanya.
" Jangan - jangan kau yang berada di belakang semua ini Burhan?! " tanya Daniel menyelidik.
" Kau sungguh pintar Daniel,sebelum kau yang menghancurkanku. Aku dulu yang akan menumbangkanmu,hahaha... " suara tertawa Burhan begitu memancing amarah kedua lelaki di hadapannya,pada saat mereka akan memukul Burhan suara letusan pistol berbunyi.
Mereka semua mencari sumber suara tersebut,setelah lama mencari akhirnya keluarlah Gean,Noni,Noni,James,Renata dan Calista memakai pakaian serba hitam dengan jaket kulit berwarna hitam juga.
" Kalian?? " ujar George,Daniel dan Burhan bersamaan.
" Ya itu semua karna ideku,apa kau masih ingat dengan Black devil? " tanya Noni dengan penuh amarah.
" Black Devil " Daniel seperti mengingat - ngingat sesuatu yang belum di temukan olehnya.
" Masih ingat dengan Wanita bernama Elina,bukankah ia adalah kekasih saudaramu?? " tanya Noni sambil menyendekapkan tangannya.
" Kau anak Elina?? " tanya Daniel dengan gemetar.
__ADS_1
" Ya aku adalah anak Mama Rita, dan Elina adalah Nenekku " jawab Noni sambil terus menatap lekat laki- laki tua tersebut.
Mendengar penuturan tersebut,kaki Daniel melemas,badannya luruh ke lantai. Dia sungguh menyesali perbuatannya dulu karna hasutan kedua orang tuanya ia membunuh Nenek dan Kakek buyut Nani dan Noni.