
Pagi All maaf beberapa hari ini aku gak nulis kelanjutan ceritanya,karna lagi sibuk dengan pindahan rumah yang menguras tenaga dan waktuku,Insya Allah bila nanti tidak ada halangan aku akan crazy up.
Untuk semua para readers setiaku maaf,kalau kalian kecewa karna keterlambatanku menulis novel ini,ini tidak akan terjadi lagi. Jadi ku mohon jangan tinggalin novel ini dan berikan dukungannya terus,karna tanpa kalian novelku tidak akan pernah berkembang.
Oiya karna novel ini di buatkan Audiobook oleh pihak MT jadi kalian bisa ikut gabung yaa,trimakasih.
*********
Pagi itu akhirnya Gadis pergi ke Apartemen Romi,di sana Ia menceritakan semuanya,Ia bahkan menangis sesenggukan di pelukan Romi.
Romi yang mendengar itu tersenyum bahagia,akhirnya keinginannya untuk memiliki Gadis akan terbuka lebar.
Ia bahkan berencana untuk memperistri wanita cantik tersebut,dengan tujuan bisa memperluas bisnisnya di bidang fashion dan periklanan.
Saat Romi mengutarakan niatnya kepada Gadis,terlihat Ia sedang memikirkan dengan masak - masak. Gadis juga mulai merencanakan kejahatan bersama Romi nantinya.
Akhirnya Gadis teringat oleh telpon Papinya tadi pagi kalau dia berada di Jakarta,terlihat Gadis sedang sibuk memencet nomor Papinya melalui benda pipih yang bawanya.
__ADS_1
" Papi sedang berada di mana sekarang,aku dan Romi akan segera ke tempat Papi ?! " ujar Gadis setelah sambungan telponnya tersambung.
" Papi berada di Hotel Nak " jawab Daniel.
" Tunggu ya Pi Noni akan datang,kirimkan alamatnya segera " Gadis segera beranjak dari duduknya,Ia mengajak Romi bersamanya.
Apa yang di pikiran Romi ternyata membuahkan hasil,pertama Ia akan mendekati orang tuanya dahulu untuk meminta restu agar Romi bisa menikahi wanita yang di cintainya.
*****
Kali ini Ia membawa serta supirnya,agar Gean bisa fokus dengan keadaan Meli.
Tak lama akhirnya mereka tiba di Rumah Sakit,Gean di bantu supirnya untuk mengambilkan nomor antrian untuk Meli.
" Trimakasih bantuannya Pak,Bapak boleh menunggu kita di mobil saja " ujar Gean dengan setia memegang tangan Meli dan membelai perutnya lembut.
Beberapa Ibu - ibu yang ikut mengantri di depan ruang tunggu sangat senang melihat Gean yang begitu perhatian kepada Istrinya.
__ADS_1
" Baru hamil anak pertama ya ? " tanya salah satu Ibu yang sedang berjalan ke arah Gean dan Meli.
" Iya Bu,kalau Ibu bagaimana ? " tanya Meli sambil terus merasa mual di perutnya.
" Ini kehamilanku yang ke tiga Dik,senang ya bisa di temani suaminya datang ke Rumah Sakit. Kalau Ibu malah datang sendiri,dulu waktu kehamilan pertama selalu di temani suami tapi setelah kehamilan ke dua dan ketiga boro - boro di temenin. Dia malah sibuk bekerja " curhat Ibu - ibu tersebut.
" Wah suaminya pasti sibuk banget ya Bu,bagaimana kalau saya yang nemenin Ibu periksa ke dalam " ujar Gean sambil tersenyum,dan Meli yang melihatnya segera mencubit pinggang suaminya.
" Mas apa'an sih ?! " tanya Meli sambil tertawa,dan semua Ibu - ibu yang berada di situ akhirnya ikut tertawa mendengar penuturan Gean.
" Auu... Sakit Sayang kok di cubit sih ?! " tanya Gean yang masih di perhatikan oleh Ibu - ibu yang lain.
" Jangan ngelucu deh,kasian Ibu itu jadi manyun kan bibirnya. Maafkan suami saya ya Bu " Meli meminta maaf ke pada Ibu tersebut sambil terus tersenyum.
" Gak apa - apa Dik,lagian Ibu juga sudah terbiasa " jawab Ibu tersebut.
Sampai pada akhirnya giliran nama Meli yang di panggil oleh suster,Gean memapah tubuh Meli pelan sampai akhirnya tiba di dalam ruangan pemeriksaan.
__ADS_1