Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Buta

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Buta
Pulang ke rumah Ibu


__ADS_3

Saat Gadis pergi Gean melempar baju yang di bawakan untuknya oleh Meli ke sembarang arah,Meli memanggilnya dengan suara seraknya.


" Mas... " Meli memanggilnya dan berusaha bangun dari tidurnya.


" Mel,kamu sudah bangun rupanya ? " jawab Gean dengan meraba - raba ranjang tidurnya setelah memegang tubuh Meli dia mendudukkan tubuhnya. " Kenapa kau bangun ? " tanya Gean lagi.


" Mas aku ingin minum,aku bangun saat kau berbicara dengan Gadis. Benarkah pernikahan kalian tiga hari lagi Mas ? " tanya Meli sambil mengeluarkan air matanya.


Setelah membantu Meli meminum minumannya Gean segera menjawab pertanyaannya.


" Jadi kamu mendengarkan semuanya Mel?? " tanya Gean dan di jawab anggukan saja oleh Meli,karna Gean tak dapat melihat jadi di anggapnya Meli tak merespon pertanyaannya.


" Sebenarnya aku mau menikahinya bukan tanpa alasan Mel,aku ingin tahu Gadis memang benar - benar mencintaiku atau hanya opsesinya semata. Karna yang ku tau dia adalah wanita yang over protektif masalah cinta dan pekerjaan. Dulu aku suka padanya karna dia seorang wanita yang gigih dalam bekerja,dan anehnya setelah kita menjalani hubungan selama beberapa bulan dia makin over protektif terhadapku dan membuatku jengah terhadapnya. Dan berniat pergi darinya setelah kepulanganku kemarin,dan gak taunya aku malah kecelakaan. Aku menerimamu sebagai Istri itu karena kau tulus merawatku,dan aku sayang sama kamu Mel " pernyataan itu di ucapkannya tulus.


Mendengar itu Meli merasa dirinya bahagia,namun dia akan bersiap apabila nanti akan terjadi kejadian yang mungkin akan menyakiti hatinya.

__ADS_1


Saat makan siang tiba,Ardi pulang dari kantor karna dapat telpon dari Asisten rumah tangganya memberi tahu kalau menantu kesayangannya itu telah siuman.


" Kamu sudah enakan Mel ? " tanya Ardi yang baru saja masuk ke dalam kamarnya.


" Sudah Pa,aku sudah merasa enakan. Karna Mas Gean selalu merawat dan menungguiku " jawab Meli dengan senyum namun masih terlihat wajahnya yang pucat.


" Papa gak percaya sama Gean,sebaiknya Papa bawa kamu ke rumah Ibumu dulu. Kamu bisa beristirahat di sana beberapa hari " ucapan Ardi membuat Gean terkejut.


" Kenapa Pa,apa yang salah denganku ? " tanya Gean sambil berusaha mempertahankan Meli supaya tidak di bawa pergi oleh Papanya.


" Tapi pernikahanku tinggal tiga hari lagi Pa " Ardi yang mendengar itu semakin geram,ingin sekali dia memukul anaknya. Tapi itu tidak di lakukan,dia cuma bisa membawa Meli untuk pergi ke rumah Ibunya,karna Ardi juga tidak suka dengan Gadis.


Sampai saat tiba di rumah Ibunya Meli langsung memeluk Ibunya sambil meneteskan air mata.


" Kamu kenapa Sayang ? " tanya Ibunya dengan masih memeluk anaknya.

__ADS_1


" Meli gak papa Bu,cuman kangen saja sama Ibu " jawab Meli sambil menghapus air matanya.


" Kok anda yang mengantar Meli Pak Ardi bukannya Nak Gean ? " Ibunya heran dengan kedatangan mereka berdua.


" Gean tiggal di rumah Bu,karna Meli sedang kangen dengan Ibu dan kurang enak badan jadi saya memutuskan kalau sebaiknya dia di sini dulu untuk beristirahat. Setelah sembuh nanti biar di jemput oleh Gean " Ardi menjelaskan kepada Ibu Meli dengan hati - hati tapi dia tidak memberitahukan yang sebenarnya takut kalau Ibunya tau dia akan kaget dan penyakitnya akan kambuh lagi.


Saat Meli sudah berada di kamarnya Tika menghampirinya,sebenarnya dia sudah menduga kalau ini akan terjadi. Dari awal Adiknya itu sudah merasa akan terjadi kejadian seperti ini nantinya.


" Kak,jadi alasan kau pulang hanya sakit,yakin cuman itu Kak ?! " tanya Tika sambil ikut berbaring di dekat Kakaknya.


" Dek kamu... " Meli tidak melanjutkan perkataannya karna Tika menyela perkataannya.


" Sudahlah aku sudah tau bakal seperti ini jadinya,aku akan bantu Kakak untuk lepas dari Gean itu. Tapi kalau Kakak memang benar - benar mencintai dia maka aku akan bantu Kakak untuk terus bersamanya,karna aku ingin Kakak bahagia " Meli yang mendengar itu langsung memeluk adiknya dengan erat.


" Ingat jangan beri tahu Ibu dulu Kakak takut Ibu Shock nantinya " Dan Tika pun menganggukkan kepalanya faham.

__ADS_1


__ADS_2