
Saat Gadis menyembunyikan foto itu di balik vas bunga,Amelia tak sengaja melihat itu langsung saja dia turun dari tangga.
Gadis yang tidak mengenal Amelia pun memelototinya dan menghadang gadis kecil tersebut.
" Siapa kau,seenaknya saja berkeliaran di rumah orang. Kau maling ya,sini lihat kantongmu kau sedang membawa apa dari atas sana ?! " Gadis memberondong banyak pertanyaan kepada Amel.
" Apa'an sih aku bukan maling,lepaskan tanganku,lepaskan !! " Amelia berteriak sehingga para penghuni rumah Gadis.
Saat Gean akan meneriaki Gadis terlihat Ardi dan Meli baru saja pulang dari kantor.
" Tidak ada maling di rumah ini,yang ada hanya wanita luar yang tidak punya sopan santun yang sering mencuri perhatian Anakku " Ardi berteriak dan memeluk erat Amelia.
" Jangan seenaknya mengataiku seperti itu Om,aku juga menantu Om " Gadis mengecilkan suaranya dan berusaha minta pengakuan dari Ardi.
" Apa menantu,menantu dari Hongkong. Bahkan aku tak pernah merestuimu sebagai menantuku,karna menantuku hanya Meli seorang " Ardi kali ini juga memeluk Meli yang berada di sampingnya.
" Beraninya kalian mengeroyokku seperti ini,aku tidak terima " Gadis menjambak rambutnya sendiri Ia terlihat begitu frustasi.
__ADS_1
" Asal kau tau,ini adalah Amelia dia adalah saudari Gean kau harus menghormati dia. Karna dia anggota keluarga kami " Ardi mengenalkan Amelia kepada Gadis.
Meli yang merasa bosan dengan suasana rumah yang selalu ribut apabila Gadis di rumah merasakan pusing di kepalanya,kemudian dia berniat untuk pergi ke kamarnya. Belum sampai kamar Meli sudah ambruk.
Semua orang yang melihatnya terkejut apalagi Ardi dan Amelia,Gean ingin segera berlari melihat keadaan Meli namun di lihat di sana Gadis dan mengurungkan niatnya.
Ardi menggendong Meli untuk di baringkan di kamarnya di bantu oleh Amelia,dan meminta Amelia untuk menelponkan Dokter pribadi keluarganya untuk memeriksa keadaan Meli.
Gadis hanya melihat Meli di depan pintu saja,dia tidak ingin melihatnya terlalu dekat karna dia tidak mau ambil pusing tentang keadaan Meli.
Tak lama Gean datang sambil berpura - pura buta,Amelia yang melihat akting Gean menahan tawanya. Karna Ia tau kalau Gean sudah dapat melihat dan akan berpura - pura buta saat di depan Gadis saja.
" Tuan Dokternya sudah datang " ujar Bibi.
" Langsung aja di suruh masuk Bi " jawab Ardi.
" Cepat periksa keadaan menantuku Dokter,tiba - tiba dia pingsan begitu saja " ujar Ardi dan diangguki oleh Gean di samping Meli.
__ADS_1
" Baik saya periksa dulu Tuan " tak perlu berlama - lama Dokter itu langsung memeriksa keadaan Meli.
Setelah beberapa menit kemudian Dokter menyudahi aktifitasnya.
" Nona tidak papa Tuan hanya kelelahan saja,saya harap Nona selalu memakan makanan sehat dan mengurangi kegiatan agar tidak terlalu stres. Karna itu akan membahayakan janin yang ada di dalam rahimnya " ujar Dokter.
" Meli hamil Dok ? " tanya Ardi dan Gean bersamaan.
" Iya Tuan sepertinya sudah menginjak 8 minggu,sebaiknya Nona dan Tuan memeriksakan janin anda ke Bidan setempat. Kalau begitu saya pamit permisi " Dokter itu berlalu pergi meninggalkan rumah Ardi.
Gadis yang mendengar berita kehamilan Meli meradang,dia tidak terima kalau Meli mengandung anak Gean dan bukan dirinya.
Tercipta senyum licik di bibirnya,dia sedang merencanakan kejahatan di dalam otaknya.
°°°°°°°°
**Hahaiii.. All,udah kriting nih jari sampai sini dulu ya crazy upnya lusa di sambung lagi Ok!!
__ADS_1
Jangan lupa bagi vote,komen dan likenya ya,agar novelku naik level nyesek banget nih level turun dan pembaca juga menurun pula hiks... hiks**...