
Sebelum pergi ke kantor Meli meminta tolong kepada asisten rumah tangganya agar memindahkan semua barangnya ke kamar tamu,setelah itu barulah dia pergi ke kantor.
" Mas aku ke kantor ya,telpon aku bila kau ada kesusahan " ucap Meli setiap hari sebelum dia berangkat ke kantor,kemudian mencium telapak tangan suaminya.
" Hati - hati dan jangan terlalu lelah " jawab Gean yang langsung di susul dengan kepucan di kening Meli.
" Ge apa yang kau lakukan,aku tidak mau lagi melihat kau mencium dia di hadapanku !! " teriak Gadis di balik punggung Suaminya,tapi serasa tidak mendengarkan teriakan tersebut Gean malah mencium kedua pipi Meli secara bergantian.
" Diakan juga istriku aku harus bersikap adil terhadap kalian berdua " ucapan Gean membuat Gadis marah dan pergi ke luar.
Di dalam hati Meli merasa senang karna suaminya membelanya,di lihatnya Gadis sedang marah terhadap suaminya sambil keluar rumah dia menghentak - hentakkan kakinya dan membuka pintu mobil lalu menutupnya dengan keras.
" Sudah pergi saja,omongan Gadis jangan di ambil hati ya.. Dia memang pemarah mungkin keluarganya terlalu memanjakannya,dan itu tak berlaku di sini " ucapan Gean itu di angguki oleh Meli.
" Trima kasih sudah membelaku " kemudian Meli pergi ke kantor untuk menemui Papa mertuanya.
_________
Kantor
__ADS_1
Meli mengetuk pintu ruangan Papanya.
" Masuk " suara itu terdengar dari dalam ruangan tersebut.
Meli segera menghampiri Papanya,kemudian membuka kotak makanannya.
" Mau makan di sini atau di kursi sofa Pa ? tanya Meli sambil teris melakukan aktifitasnya.
" Di sofa saja Mel,Papa gak salah pilih menantu dasar Gean saja yang kurang ajar istri sebaik kamu di acuhkan malah sekarang menikah dengan wanita luaran itu " Ardi masih saja tidak terima kalau Gean menerima Gadis.
" Sudahlah Pa jangan marah - marah terus nanti Papa sakit loh!!,aku baik - baik saja. Mas Gean juga adil kok sama kita " jawab Meli berusaha menenangkan Ardi.
" Kamu itu sudah di sakitin malah masih baik saja dengan perlakuan Gean " terlihat Ardi begitu menghawatirkan keadaan menantunya itu.
Seharian Meli berkutat dengan pekerjaannya,sampai pada akhirnya ada notif pesan masuk ke hapenya.
" Pulang kerja jangan lupa belanja,masak makan malam buatku dan Gean. Ingat malam ini kau tidur di kamar tamu,karna kamarmu menjadi melikku sekarang !! " notif tersebut berasal dari Gadis.
"Aku harus membiasakan diri dengan semua ini,agar aku tidak terluka lagi. Lagian Mas Gean juga selama ini berusaha adil kepada kami,jadi aku juga harus lebih berlapang dada apabila maduku meminta hak yang lebih kepada suamiku " gumamnya dalam hati.
__ADS_1
_______,
Tepat pukul 5 sore Meli sudah pulang ke rumah,pertama - tama dia menaruh sayur kedalam kulkas karna Asisten rumah tangga membantunya maka Meli memutuskan untuk mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Setelah itu memasak makan malam untuk seluruh anggota keluarganya.
Gean menunggu masakan Meli matang duduk di meja makan,sesekali bercanda dan mengobrol hal - hal kecil yang membuat keduanya tertawa.
Pada saat bersamaan Gadis yang baru saja pulang dari rumah Diana,dia begitu marah melihat Gean dan Meli tertawa lepas di dapur.
" Bersama denganku kau begitu cueknya,giliran dengan dia kenapa kau bisa tertawa lepas seperti ini " Gadis meninggikan suaranya dan meletakkan tasnya dengan keras di atas meja.
" Hai wanita luar harusnya kau yang tau diri,jangan mengganggu keharmonisan keluarga kami " Ardi yang baru saja tiba dari kantor langsung menghakimi Gadis saat mendengar dia memarahi Meli.
" Om kenapa jahat sekali padaku,bahkan kedua orang tuaku tak pernah membentakku seperti ini " Gadis marah dua kali lipat dari sebelumnya.
" Jaga bicaramu Gadis dia itu Papaku,kalau kau mau dia bersikap baik terhadapmu contohlah perilaku Meli " suara Gean tak kalah meninggi.
" Ge kau masih membandingkanku dengan dia,ternyata dia telah meracuni otakmu sampai sekarang kau berubah cuek terhadapku " Gadis merasa terpojok dan pergi ke kamar setelah masuk di tutupnya pintu itu dengan keras sampai terdengar bunyi dentuman dari atas sana.
" Sudah - sudah jangan bertengakar terus aku capek dengernya,kalau begini terus aku putuskan besok aku pindah ke rumah Ibuku supaya kau bisa lebih leluasa bersama Istri barumu tanpa harus sungkan terhadapku " perkataan Meli sungguh menohok hati Ardi dan Gean,Meli sungguh tertekan saat ini.
__ADS_1
Di dalam hati ingin sekali dia menemani Suaminya tapi di sisilain ada wanita yang butuh perhatian Suaminya itu.
***Maaf kalau haluku aneh,hihi... tapi aku minta kalau ada yang suka ma novelku silahkan meninggalkan jejaknya ya,di tunggu...