Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Buta

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Buta
Meli melahirkan


__ADS_3

Sebulan sudah Gadis meninggal,saat sejak itu pula ia selalu rajin mengunjungi cucu cantiknya. Hari ini ia tak sendiri karna ada Romi yang selalu setia menjaga buah hatinya,walaupun Gadis sudah meninggal ia tak pernah lalai dalam menjaga anaknya.


Sedangkan Meli sekarang sedang menunggu hari kelahirannya anaknya,mulai sekarang semuanya kembali seperti semula. Perusahaan sudah kembali di berikan kepada Gean,sedangkan Noni dan Nani sudah kembali juga ke London. Karna Nani akan menggelar pertunangan dan pernikahannya dalam 2 hari ke depan.


Kesehatan Ardi berangsur pulih,Noni dengan tlaten merawat Omnya tersebut. Di Jakarta kantor di kendalikan oleh Gean yang berada di London,sesekali ia harus terbang ke Jakarta untuk mengecek kantornya.


Walaupun di sana sudah ada Asisten Randi dan juga Sekretarisnya Adam,mereka berdua bekerja di temani oleh Amel dan Rika. Mereka berdua membantu pekerjaan kantor atas permintaan Noni,bahwa suatu saat nanti mereka juga turut andil mengembangkan perusahaan tersebut.


°°°°°°


Siang ini Meli sedang beristirahat di kamarnya,Gean yang sedang berada di Jakarta sedang sibuk sehingga tidak bisa menemani istrinya yang sudah hamil tua.


Noni yang sedang tak sengaja lewat di depan kamarnya mendengar rintihan Meli,karna khawatir dengan saudaranya tersebut Noni langsung membuka kamar tersebut tanpa harus mengetuknya dahulu.


" Kak kamu kenapa,apanya yang sakit? " tanya Noni yang terkejut karan Meli terus saja menangis.


" Perutku sakit Noni,bisakah kau bawa aku ke dokter,sepertinya aku akan melahirkan " jawab Meli yang sesekali menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Baiklah aku papah Kakak ya,kita pergi ke Dokter " Noni berteriak memanggil Nani yang sedang berada di bawah bersama dengan Omnya.


" Nani bawa perlengkapan bayi Kak Meli,ia akan melahirkan!! " suara teriakan itu menggema ke seluruh rumah,sampai Ardi yang akan memejamkan matanya tak jadi.


" Aku akan segera siapkan Kak " jawab Noni segera.

__ADS_1


Karna terlalu panik dan senang akan kelahiran cucu pertamanya,entah dapat mukjizat dari mana Ardi yang agak susah bergerak akhirnya seperti sehat kembali.


Kaki dan tangannya bergerak dan mulai berjalan walau tanpa bantuan orang lain,karna sewaktu Ardi sakit Dokter menyatakan kalau Ardi terkena stroke ringan dan di haruskan memakai kursi roda agar bisa beraktifitas meskipun dalam keadaan terbatas.


Ia menghampiri sopir dan memintanya menyiapkan mobil,pemandangan yang aneh saat Meli dan Noni sampai di teras rumah melihat Ardi berjalan sambil merambat.


" Papa.. Om.. " mereka memanggil Ardi dengan bersamaan.


" Wah Om sudah sembuh ya,ini pasti mukjizat dari Allah ya Kak. Dan bayi Kakak akan menjadi pelita dalam keluarga kita,aku sudah tak sabar ingin segera melihatnya " ujar Noni senang,Meli juga merasa kalau bayinya membawa pengaruh baik di keluarganya.


Tak lama mereka pergi bersama - sama dalam satu mobil ke Rumah sakit,sedangkan Nani membawa mobilnya sendiri. Tak lupa Nani memberitahu Gean dan James akan kelahiran keponakannya tersebut.


Sekarang Meli sudah berada di dalam ruang bersalin di bantu Dokter untuk melahirkan,sedangkan Noni,Nani dan Ardi dengan setia menunggu di depan pintu ruang bersalin.


Tak lama terdengar suara tangisan bayi kecil yang begitu nyaring,ya itulah suara bayi laki - laki Meli dan Gean,setelah menunggu beberapa saat akhirnya Dokter keluar ruangan dan di auaul perawat yang lainnya.


" Dok bagaimana keadaan Kakak saya? " tanya Noni dengan senang.


" Ibu Meli sehat Nona sekarang sedang beristirahat,oiya kemana Bapak Gean kok saya tidak melihatnya? " tanya Dokter yang terbiasa melihat Gean selalu menemani istrinya untuk memeriksakan kandungannya.


" Kak Gean sedang berada di Jakarta Dok,mungkin besok dia baru sampai di sini " jawab Noni yang seketika membulatkan matanya karna melihat jagoan bayi dalam gendongan suster.


" Hai sayangnya Aunti,ini cowok apa cewek ya Dok? " tanya Noni kembali.

__ADS_1


" Maaf saya terlalu antusias menanyakan Pak Gean jadi lupa memberitahu kalau bayi mereka seorang laki - laki "


Jawab Dokter tersebut lalu meminta ijin untuk pergi ke ruangannya.


Meli merasa senang akhirnya ia bisa memberikan bayi kecil yang sangat tampan untuk suaminya,dan mereka semua berbahagia.


°°°°°°°°


Ke esokan harinya sekitar pukul 10 pagi,Gean baru saja turun dari pesawat dan langsung pergi ke Rumah Sakit untuk menemui istrinya. Perjalanan yang membutuhkan waktu satu jam lebih itu akhirnya membuat bibirnya mengembang karna sekian lama ia merindukan istri dan bayinya yang baru lahir.


CEKLEK...


Pintu kamar Meli di bukanya dengan kasar,ia sudah tak sabar ingin melihat bayinya.


" Sayang mana bayi kita? " Gean berbicara sambil menghampiri dan menghujani ciuman di seliruh muka Meli.


" Mas jangan keras - keras ngomongnya,jagoan kita sedang tidur. Baru saja Papa meletakkannya di box,nanti dia bangun lagi " ujar Meli sambil melirihkan suaranya.


" Maaf Mas terlalu bahagia Sayang " Gean langsung melemparkan pandangannya di di dalam box tersebut dan terkejut mana kala Ardi berjalan ke arahnya tanpa kursi rodanya.


" Loh Pa,kenapa gak pakai kursi rodanya? " Gean dengan bodohnya menanyakan hal seperti itu,padahal ia tahu kalau ayahnya berangsur sembuh dari sakitnya.


" Papa sudah sembuh Ge,lihat sekarang Papa sudah siap ngemong anak kamu,sambil main bola " ujar Papa sambil memeluk Gean dan meneteskan air matanya.

__ADS_1


" Andai kamu masih hidup Di,kamu pasti juga meeasa senang dengan kelahiran cucu kita " gumam Ardi yang masih memeluk anaknya.


__ADS_2