
Pagi - pagi sekali Gadis mengetuk kamar milik Meli yang berada di bawah,dia ingin meminta maaf atas semua kesalahannya.
" Mbak Meli tolong buka pintunya " Suara itu mirip suara rengekan,seperti anak kecil yang minta sesuatu kepada Ibunya.
Meli mengerjapkan matanya pelan,sambil mendengar suara ketukan pintu yang tak kunjung berhenti. Dia masih di dalam selimut " mungkin ini hanya mimpi " gumamnya,ia kembali memejamkan matanya. Namun baru saja dia terpejam suara ketukan pintu makin keras,dia langsung tersentak dan berlari ke arah pintu untuk membuka pintu tersebut.
" Em,ada apa Dis ? apa ada yang perlu aku bantu ?? " tanya Meli yang kebingungan.
" Boleh aku masuk " dengan tidak sabarannya Gadis menyelonong masuk tanpa harus menunggu jawaban dari pemilik kamar.
Gadis duduk di tepi ranjang milik Meli,dan di susul oleh Meli yang duduk di kursi meja riasnya.
" Ada apa,bahkan ini masih pagi sekali " tanya Meli lagi, " sebenarnya apa sih maunya,ngeselin banget pagi - pagi sudah ganggu orang saja " pikirnya.
" Mbak Meli aku minta maaf atas perlakuanku selama ini ya,oiya aku minta Mbak jangan pergi ya dari rumah ini soalnya aku gak ada teman ngobrol. Om Ardi juga belum bisa menerima aku sepenuhnya,jadi tolong bantu aku agar Om Ardi bisa menerimaku ya " Gadis memasang muka termelas agar Meli mempercayainya,kemudian tanpa di sangka Gadis memeluk Meli sambil pura - pura menangis agar Meli memaafkannya.
__ADS_1
" Hanya dengan ini aku bisa masuk ke dalam keluarga ini dan menghancurkanmu pelan - pelan " gumam Gadis sambil senyum terseringai di pelukan Meli.
" Gak usah seperti ini Dis,kita sama - sama menjadi istri Mas Gean yang baik ya Insya Allah Papa Ardi mau menerima kamu sebagai menantunya juga. Sama sepertiku,dan aku juga sudah memaafkanmu kok jadi jangan bersedih lagi ya. Nanti ku bantu kau untuk ngomong sama Papa,Oke!! " Ucap Meli dengan tulus.
" Oh ya Mbak aku minta tolong ya,karna pekerjaanku di London terbengkalai aku mau ajak Gean ke sana,boleh ?? nanti kalau pekerjaanku udah selesai aku akan pulang lagi ke sini " tanya Gadis dengan wajah yang berseri - seri berharap Meli mau melepaskan Gean sejenak.
" Dis Mas Gean itu sedang sakit,gak bisa pergi jauh - jauh. Coba nanti ku tanya sama Dokter apakah beliau mengijinkan Mas Gean pergi atau tidak " Meli mencoba menjelaskan namun hati Meli merasa tersakiti oleh ucapan Gadis tersebut.
Dia mencoba diam sejenak untuk mencari alasan lagi,supaya Gean bisa sepenuhnya menjadi miliknya. Dan dengan segera ia mengusir Meli dari kehidupan Gean selamanya.
" Boleh itu Dis " akhirnya Meli menyetujui usulan Gadis tersebut.
" Mbak kalau aku sedang bekerja,bisakah kau melayaniku dan Gean. Contohnya seperti memasak,mencuci bahkan menyetrika bajuku soalnya aku gak terbiasa mengerjakan pekerjaan sendiri. Walaupun ada asisten aku gak percaya sama dia,nanti baju - bajuku rusak semua. Jadi aku meminta kamu saja yang kerjakan bagaimana,sebagai gantinya aku yang akan merawat Gean " Gadis sungguh licik dia tidak mau sedikitpun Meli berada di samping Gean barang sedikitpun,Gadis juga memasang tampang memelasnya berkali - kali agar rencanaya memisahkan Meli dengan Gean pelan - pelan itu kesampaian.
Sambil menghela nafas panjang akhirnya Meli meng-iyakan usulan Gadis,sebenarnya dia tau maksut akan tujuan Gadis tersebut tapi dia tidak mau ambil pusing " lebih baik aku mengikuti permainan Gadis dulu,baru nanti aku akan membalasnya dengan 10 x lipat dengan apa yang ia lakukan terhadapku " gumamnya dalam hati.
__ADS_1
*
*
*
*
**Hai para readers setiaku,trimakasih sudah mendukung karyaku ini,ku harap kalian semua tidak bosan ya...
Yang merasa ceritaku ini gak jelas tolong komen ya biar aku bisa menulis dengan lebih baik lagi,maaf aku kasih konfliknya agak ribet aku juga mikirnya gitu sih hehe...
Tapi ini semua maunya aku,biar ceritanya ngalir terus,makasih yang kemarin udah nyumbang vote terus dukung karyaku ya..
Happy Reading** !!
__ADS_1