
Tak berapa lama Ardi turun bersama Gean yang di pegangi oleh Ardi,mereka bersandiwara dengan kebutaan Gean.
Setelah Ardi dan Gean duduk di meja makan,Meli segera menyiapkan makanan untuk kedua lelaki hebat di depannya.
Sebelum Meli benar - benar menaruh makanan di depan Gean,Gadis sudah merebut piring itu dari tangan Meli.
" Berhenti untuk bersandiwara sekarang juga terhadapku,apa lagi kau Ge " ujar Gadis dengan memandang satu persatu wajah Meli,Gean dan Ardi.
" Apa maksutmu Dis ? " tanya Meli mulai keheranan.
" Aku sudah tau sandiwara kalian semua,sebenarnya kau sudah tidak buta kan ?!! " tanya Gadis menatap Gean dengan lekat.
" Bicaramu semakin mengada - ngada !! " jawab Gean dengan menatap ke sembarang arah.
" Jangan berpura - pura lagi sekarang,aku sudah curiga dari awal waktu kita bersama di pagi itu. Kau mengambil bajumu yang berserakan di lantai,lalu kemarin sebelum kau kecelakaan kau kan yang menyetir mobilnya ?!! " Ke tiga orang yang berada di situ saling melempar pandangan.
" Aku memang sudah bisa melihat Dis,bahkan saat kamu menemui lelaki selingkuhanmu itu. Aku sudah tau semua tentangmu !! " Gean menggebrak meja keras.
Gadis yang melihat kekesalan Gean bergidik ketakutan,bahkan Ia tak berani menatap mata Gean yang sudah di liputi oleh amarah.
__ADS_1
Yang Gadis bisa lakukan hanya menghindarinya,tapi sebelumnya Ia menanyakan sesuatu hal kepada suaminya tersebut.
" Apa hubunganmu dengan Black Devil !! " Gadis mencoba tenang.
" Apa lagi,bahkan aku tak pernah berurusan dengan yang namanya Black Devil. Kalau pun iya itu karna aku memang mempunyai teman di sana,tapi kami tak saling berhubungan sampai saat ini " terang Gean.
" Sebaiknya kau pergi saja dari sini,nanti biar pengacara keluargaku yang akan mengurus perceraian kalian !! " tiba - tiba Ardi bersuara.
" Jadi lelaki tua ini berani mengusirku,baiklah aku akan memberimu pelajaran nanti,jadi sampai suatu saat nanti kau selalu bisa mengingatnya " Gadis beranjak pergi ke kamarnya untuk mengemasi barangnya.
Saat Amel dan Tika hendak keluar kamar,tak sengaja berpapasan dengan Gadis yang berurai air mata.
" Apa yang terjadi dengan wanita itu " ,tiba - tiba Amel mengingat sesuatu saat Gadis berlalu pergi.
" Iya,wanita itu sudah ku usir !! " jawab Ardi dengan tenangnya,sesekali memasukkan makanan ke mulutnya.
" Ta tadi aku dengar Papi Gadis berada di Jakarta,mereka menyebut Black Devil ada hubungannya dengan Kak Gean. Apa akan terjadi sesuatu Om ? " Amel sesekali mencari jawaban ke arah Gean yang sedang membaca koran pagi.
" Semua akan baik - baik saja,kalian pergi saja kuliah nanti di ujung jalan ada Cessa yang akan menjadi pengawal kalian berdua " jawab Gean tanpa mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
Karna sarapan pagi mereka menjadi runyam Meli hanya duduk mendengarkan,sesekali Ia memegangi kepalanya yang terasa pusing. Bahkan kini Ia merasa mual dan ingin memuntahkan semuanya semua isi perutnya.
Karna sudah tidak bisa menahan semuanya Ia segera pergi ke toilet di dekat dapur.
" Hoek.. Hoek.. " Meli yang terlalu lemas karna muntah terduduk di bawah wastafel.
Gean melihatnya dan terkejut dengan keadaan istrinya,setelah membersihkan sisa muntahan Meli di bibirnya,Gean menggendong tubuh Meli untuk pergi ke kamarnya. Agar Meli bisa beristirahat.
" Istirahat dulu Mel,kamu sudah makan atau belum ? " tanya Gean cemas.
Sebelum Meli menjawab Ardi sudah masuk dengan membawa makanan di atas nampan.
" Makan dulu Nak,Papa tau kamu belum sarapan " kemudian Ardi meletakkan makanan tersebut,dan Ardi mau Gean yang menyuapi Meli.
" Pa sebelum aku makan,aku mau cerita masalah kemarin kepada Papa biar aku gak punya hutang penjelasan. Kemarin sebelum kecelakaan,kami saat itu berada di perempatan jalan di sana aku melihat ada sebuah truk dengan berjalan sangat kencang ke arah mobil kami.
Saat kami sudah merasa panik,tiba - tiba ada dua buah mobil dari arah berlawanan menghalangi mobil kita. Dan akhirnya truk tersebut menabarak kedua mobil itu dan kami berdua terkena imbasnya.
Aku pingsan sedangkan Mas Gean ikut pingsan karna benturan keras di pelipisnya " terang Meli sambil terus menatap mata Ardi.
__ADS_1
" Lalu di rumah sakit kenapa kalian menghilang ? " tanya Ardi heran.
" Cessa berhasil mengecoh anak buah yang ingin menyelakai kami,dia membawa kami keluar dari UGD melalui pintu tembusan menuju ruangan Dokter. Kami berhasil keluar dengan berpura - pura menjadi Dokter,kami memakai baju Dokter yang sudah di siapkan oleh Cessa. Bahkan itu tanpa sepengetahuan Alexa di sana " akhirnya Meli mengambil nafas pelan,Ia lega sudah menceritakan semuanya kepada Ardi.