
Saat Ibu Inayah di rawat Meli dengan sabar menungguinya,terkadang Tika juga menggantikan Kakaknya selepas pulang dari Kuliah.
Namun tidak untuk hari ini,Meli sedang merasa tidak enak badan karna kandungannya begitu lemah mengharuskan dirinya harus banyak istirahat di rumah. Kebetulan saat ini Tika juga sedang sibuk mengerjakan tugasnya di perpustakaan Kampus,sehingga Ibunya hanya sendiri di Rumah Sakit.
Melihat situasi dan kondosi yang sangat sepi tanpa penjagaan dari keluarga atau perawat,seseorang dengan memakai baju hitam masuk ke dalam ruang inap Inayah. Dia menyuntikkan cairan ke selang infis Inayah,tak lama monitor di sebelah ranjangnya berbunyi nyaring. Lalu orang tersebut berlari pergi sebelum para Dokter datang memeriksanya.
Karna mendengar alarm berbunyi secara otomatis akhirnya para Perawat dan Dokter berlari menuju ruang inap Inayah,mereka mengecek kesehatan pasien tersebut. Namun belum selesai memeriksanya alat tersebut menunjukkan garis lurus tanda bahwa pasien meninggal dunia. Sebelum memastikan bila pasiennya benar - benar meninggal Dokter memompa jantungnya dengan alat pemacu jantung berkali - kali,namun sayang pasiennya memang benar - benar telah meninggal.
Dokter segera melepas semua alat bantu yang ada di tubuh Inayah,lalu mensendekapkan tangannya dan segera menutup tubuhnya dengan kain putih.
" Sus tolong kabari keluarga Ardi apa bila anggota keluarganya telah meninggal pada jam setengah tiga lebih empat menit " ujar Dokter yang menangani Inayah.
" Baik Dokter " jawab Suster tersebut.
Tak lama Suster tersebut menghubungi Ardi kalau Inayah telah meninggal dunia,kemudian Ardi segera menghubungi Gean untuk mempersiapkan pengurusan jenazah Ibu mertuanya.
__ADS_1
" Sayang aku baru saja dapat kabar dari Papa kalau Ibu sudah nggak ada " ujar Gean dengan lembut agar Istrinya tidak terkejut dan setres.
Mendengar itu Meli langsung memeluk dan meneteskan air matanya,kali ini Meli tidak bicara sedikit pun dia tau kalau akhirnya akan seperti ini.
" Selamat jalan Ibu,sekarang sakit Ibu sudah sembuh dan sudah berjumpa dengan Ayah di surga. Maafkan semua kesalahanku karna belum membahagiakan mu " gumam Meli dalam hati.
Tika yang mengetahui berita ini dari Amel langsung menuju Rumah Sakit sebelum di bawa pulang untuk di kebumikan.
Bahkan Tika sampai pingsan berkali - kali karna shock mendengar berita kematian Ibunya,Amel terus saja di sisi Tika. Amel juga pernah merasakan hal yang sama dengan Tika saat itu,untung ada Meli yang selalu menghiburnya.
Rumah Ardi
Meli saat ini sedang tertidur di kamarnya di temani oleh Gean,dia sangat menghawatirkan keadaan Istrinya yang sedang hamil muda.
Tiba - tiba datanglah Gadis di kamar Meli.
__ADS_1
" Mas malam ini temani aku tidur di kamar ya " ujar Gadis dengan manja.
" Kau tidak lihat kalau Meli itu sangat membutuhkan perhatianku !! " Gean melotot kepada Gadis.
" Lagi - lagi kau begitu Ge,lalu apa gunanya aku di rumah ini. Aku juga ingin mengandung seperti si Mel - Mel itu !! " suara Gadis meninggi,sehingga Meli bangun dari tidurnya.
" Pergilah Mas,aku gak papa kalau di tinggal " ujar Meli.
" Tapi Mel?! " Gean mau menolak tapi Gadis sudah menarik tangan Gean dengan kasar.
Gadis saat ini masih belum mengetahui kalau Gean sudah bisa melihat,karna Gadis lebih sering berada di luar rumah di bandingkan harus berada di rumah mertuanya.
Pasti mertuanya itu akan marah - marah setiap kali Gadis melakukan sesuatu di rumah tersebut,karna Gadis sering membuat onar di sana. Membuat ketenangan rumah Ardi terusik karna perilaku Gadis.
******
__ADS_1
Minta dukungannya terus ya,biar akunya semangat ngetiknya.