
Saat ini Meli dan Gean sudah berada di depan halaman rumah Ibunya, Tika yang baru saja memindahkan Ibunya ke ruang tamu segera membukakan pintu rumahnya setelah mendengar mobil Kakaknya yang baru saja datang.
" Tika bagaimana keadaan Ibu " tanya Meli dengan berlinang air mata.
" Kak kita harus segera membawa Ibu ke Rumah Sakit " jawab Tika.
Tanpa berlama - lama Gean di bantu oleh Meli dan Tika membopong Inayah masuk ke dalam mobil dan segera membawanya ke Rumah Sakit.
Tika dan Meli berada di belakang sedang berusaha membangunkan Ibunya namun sayang Ibunya tak kunjung bangun,bahkan Tika mengecek nadi Ibunya juga lemah,suhu tubuh Inayah juga semakin dingin.
" Kak kenapa suhu tubuh Ibu dingin ya,apa karna AC mobil ? " tanya Tika panik.
" Apa iya,Mas tolong matikan ACnya tubuh Ibu menjadi dingin " mendengar itu Gean langsung melajukan mobilnya dengan kencang.
Setelah melalui perjalanan yang lama,akhirnya mereka sampai di loby Rumah Sakit.
Gean turun dari mobil dan meminta tolong kepada suster untuk membantunya menaikkan tubuh Inayah ke atas blankar.
Para perawat langsung melarikan Inayah langsung ke UGD,saat mereka ingin mengikuti perwat tersebut salah satu perawat yang lain melarangnya.
" Maaf anda hanya bisa mengantar pasien sampai sini,kami dan Dokter akan segera memeriksa keadaannya " ujar perawat tersebut.
__ADS_1
Mendengar itu Meli dan Tika saling berpelukan mereka takut kalau Ibunya kenapa - napa.
Gean menenangkan Meli,agar tidak bersedih.
" Mel jaga kesehatan kamu dan bayi kita,jangan bersedih terus. Sebaiknya kita doakan Ibu ya biar beliau cepat sembuh " ujar Gean sambil memeluk dan menepuk pundak Istrinya pelan.
" Tapi aku takut Mas .. " ucapan Meli terhenti saat Gean menutup bibirnya.
" Husss... jangan berfikir macam - macam kasian Tika,dia juga bersedih melihat keadaanmu dan juga Ibu " Gean kembali menasehati Istrinya.
Mereka bertiga menunggu pemeriksaan Dokter begitu lama,sampai tibalah Ardi dengan tergopoh - gopoh berlari ke arah Gean.
" Ge bagaimana keadaan besan ? " tanya Ardi.
" Wanita luar itu yang memberi tahu Papa " jawab Ardi,dia melihat menantunya yang bersedih akhirnya Ardi mendekatinya.
" Jangan sedih Sayang,Ibumu akan baik - baik saja. Papa akan menunjuk Dokter terbaik di Kota ini agar Ibumu bisa kembali sehat seperti sedia kala " Ardi berusaha menenangkan hati Meli.
" Trima kasih bantuannya Pa,Meli tidak bisa membalas kebaikan Papa " ujar Meli sambil terus terisak.
" Papa ini Papamu juga jadi sudah sepantasnya Papa berbuat ini kepadamu Nak,balas dengan selalu setia kepada Suamimu saja Papa sudah senang " jawab Ardi.
__ADS_1
" Aku menyayangimu Pa " ucap Meli jujur.
Gean yang melihat Meli bersedih juga merasakan kesedihannya tersebut,namun Tika yang yang merasa terpukul saat ini karna dia tidak becus menjaga Ibunya sampai Ibunya bisa seperti ini.
Penyesalan itu terngiang - ngiang di kepalanya hingga dia merasa kantuk dan tertidur di depan pintu ruang UGD.
" Mas kasian Tika,mungkin dia sangat lelah,tadi katanya dia baru pulang dari Kuliah " Meli mencoba menyenderkan kepala tika di pundaknya.
" Biarkan saja dulu dia tertidur aku akan menjaganya biar kamu gak capek " jawab Gean,dia menaruh kepala Tika di atas kursi dengan beralaskan tas milik Meli.
Tak lama Dokterpun keluar dari ruangan UGD tersebut,Meli yang melihat itu lanhsung berlari menghampiri Dokter.
" Keluarga pasien " ujar Dokter.
" Saya Dok,bagaimana keadaan Ibu saya ? " tanya Meli yang panik.
" Ibu anda mengalami koma yang di akibatkan pembuluh darah di otaknya mengalami penyumbatan " tutur Dokter.
Meli yang mendengar penuturan Dokter langsung merosot turun,lututnya tak bisa menopang kedua kakinya.
Tubuhnya melemas dan tangisannya membuat adiknya Tika langsung terbangun.
__ADS_1
" Kak Kakak kenapa,apa yang terjadi dengan Ibu ? " tanya tika dengan tak kalah paniknya karena melihat Kakaknya menangis histeris.
" Ibu koma dek,Ibu koma !! " jawab Meli kemudian memeluk adiknya erat mereka berdua menangis sesenggukan sampai Ardi dan Gean yang melihatnya juga tak kuasa melihat mereka berdua menangis,akhirnya mereka juga ikut menangis.