
Keesokan harinya,Noni sedang menangani proyek yang dulu pernah di kerjakan Gean. Yaitu proyek tentang pembangunan Hotel yang berada di Malaysia bersama Baron.
" Maaf Tuan bisakah saya bertemu dengan Nona Noni ? " tanya Baron kepada Rendi,ya sekarang ini ia sedang menjadi sekretaris Noni begitu juga dengan Adam ia juga sekretaris Nani.
Karna mereka baru saja bertemu tentunya Randi harus menghubungi nonanya terlebih dahulu.
" Nona ada Pak Burhan ingin bertemu dengan anda " ujar Randi dengan sopan.
" Suruh dia masuk Randi " jawab Noni dari dalam ruangannya.
" Silahkan masuk Pak,Nona Noni sedang menunggu kedatangan anda " dengan segera Randi beranjak dari tempatnya dan membukakan pintu untuk Baron.
Di depan pintu Baron sungguh terkejut mengetahui Noni yang sedang tegak berdiri di tengah - tengah ruangan dengan kedua tangannya di letakkan di depan.
" Selamat Pagi Pak Burhan,silahkan duduk dan utarakan maksut kedatangan anda " ujar Noni dengan ucapan dan senyum yang ramah kepada Burhan.
Burhan yang merasa tersanjung akhirnya mendekatkan dirinya dan menjabat tangan Noni sopan.
" Selamat pagi juga Nona,saya kemari karna ingin menanyakan sesuatu apakah kerja sama saya dan Pak Gean sebelumnya akan berakhir atau malah sebaliknya ?! " Baron mengutarakan pertanyaannya dengan sedikit terpesona dengan kecantikan yang di miliki oleh Noni.
" Oh itu,bisakah anda memberikan berkas yang dulu anda ajukan kepada Bang Gean? karna saya ingin mengetahuinya " pinta Noni dan segera di sanggupi oleh Baron.
Setelah melihat dengan seksama dan mempelajari berkas tersebut akhirnya Noni membuka suara.
" Setelah saya melihat berkas ini,saya putuskan akan kembali bekerja sama dengan anda Tuan " kemudian mereka sama - sama menjabat tangan dan tentunya dengan senyuman yang merekah di wajah Baron.
__ADS_1
" Trimakasih Nona,kalau begitu saya akan melanjutkan proyek ini dan sampai jumpa di pertemuan selanjutnya " Baron mengundurkan dirinya dan sempat mengerlingkah sebelah matanya untuk menggoda Noni.
Noni yang tau akan hal tersebut bukannya marah malah sebaliknya ia tertawa kecil melihat Baron.
°°°°°°°°
London
Hari ini Gean memulai dengan memasukkan nama dan pengajuan pendirian Perusahaan mereka yang baru ke Perusahaan yang lainnya di London.
" Mas kamu yakin dengan ini semua ? " tanya Meli pelan karna sekarang ia berada di kamar Papanya,dan terlihat Papanya baru memejamkan matanya.
" Iya sayang,aku akan mulai dari bawah,doakan saja agar aku tidak bertemu dengan orang - orang yang berusaha mencelakai kita " jawab Gean.
" Apa itu harus,kalau iya aku akan mengganti nama serta penampilanku " jawab Gean yakin kalau perkataan itu ada benarnya juga.
Akhirnya Gean merubah penampilannya menjadi pria culun dan mengurungkan niatnya membuka Perusahaan lagi,ia akan menyusup ke dalam kantor Daniel dan menjadi karyawan di sana.
Gean memantapkan hatinya,dan tentu saja sudah mendapat persetujuan dari Meli sebelumnya.
" Doakan aku agar aku di terima menjadi karyawan di perusahaan Daniel Mel " ujar Gean dengan agak gugup.
Sebelum Gean datang ke kantor tersebut Meli telah menghubungi Renata agar dia memasukkan Gean ke dalam kantor tersebut.
Setelah mendapat jawaban dari Renata akhirnya Gean berangkat pagi itu juga ke kantor Daniel.
__ADS_1
" Pagi apakah saya bisa bekerja di sini Tuan,karna kemarin saya mendapat rekomendasi dari Nona Renata " ujar Gean kepada HRD di tempat tersebut.
" Baik anda bisa masuk Tuan,anda bisa mulai bekerja mulai besok sebagai wakil Asisten Calista " jawab HRD tersebut.
Calista yang tak sengaja bertemu Gean di lorong kantor sangat terkejut saat lelaki tersebut memanggilnya.
" Calista " ujar Gean.
" Em maaf anda siapa,apa anda karyawan baru di kantor ini ? " tanya Calista heran.
Gean membuka wik,kacamata,serta melepas dua kancing kemejanya.
" Sudah tau siapa saya ? " tanya Gean sambil tersenyum.
" Anda ... " Calista tak melanjutkan kata - katanya.
" Ya ini saya,saya mulai besok akan menjadi wakil Asistenmu. Ayo kita sama - sama tumbangkan Daniel secepatnya,oiya karna aku sedang dalam masa penyamaran mulai sekarang panggil saya Dimas. Dimas Bangun Irawan " ujar Gean.
" Baik Pak Gean eh Dimas,saya senang anda berada di sini. Nanti sepulang kerja saya akan berkunjung ke kediaman anda bersama Renata " Calista sangat senang dan tidak menyia - nyiakan kesempatan ini.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Hai para readers setiaku jangan lupa vomen karyaku ya,saya akan lanjutkan bab ini segera jadi mohon tinggalkan jejaknya.
Trima kasih..
__ADS_1