
**Lanjut yukk,capcus ya..
Happy Reading !!
*******
Indonesia**
Hari ini Meli mengajak Gean untuk pergi ke Rumah Sakit karna mereka akan mengoprasi mata Gean,seperti yang sudah di ketahui bahwa pendonor mata Gean adalah seorang perempuan, namun orang tersebut merahasiakan Identitasnya Ia tidak mau di ketahui oleh keluarga Bangun Irawan.
Kali ini Ardi mengerti maksut pendonor tersebut kalau dia ingin namanya di sembunyikan karna sesuatu hal,Ardi tidak ingin lagi mencari siapa orang tersebut karna apabila Ardi masih bersikeras mencari identitas itu wanita pendonor mata tidak jadi mendonorkan matanya. Dan Ardi tidak mau itu terjadi.
Meli dan Ardi masih setia menunggu oprasi yang sedang berjalan,namun di sela - sela kecemasannya ada notif pesan masuk ke hape Meli.
Sebuah foto yang menunjukkan kalau Gadis bersama laki - laki sedang makan romantis berlatar belakang Danau di sampingnya.
" Pa,lihat ini. Orang suruhanku yang ku suruh memata - matai Gadis di sana mengirim ini,Gadis sudah menghianati Mas Gean Pa. Kasian Mas Gean " Meli menunjukkan foto tersebut dan menahan tangis di matanya,Meli bukan menangis wanita tersebut tapi dia prihatin dengan Gean. Karna wanita yang selama ini begitu di cintainya ternyata bukanlah wanita yang baik - baik.
" Sudah ku duga kalau wanita luar ini pasti melakukan ini " jawab Ardi sambil terus menatap hape yang berada di tangannya.
" Beri tahu Gean setelah Ia pulang dari Rumah Sakit,dan pastikan kesembuhan mata Gean tak di ketahui oleh Gadis Mel " Ardi memperingatkan Meli.
" Iya Pa,Meli tau itu. Meli akan merahasiakan kesembuhan mata Mas Gean dari Gadis " jawab Meli dengan senyum mengembang dan mereka saling berpelukan.
__ADS_1
Lima jam berlalu dan pintu oprasi pun terbuka.
Ardi dan Meli menghampiri Dokter Harun untuk mengetahui perkembangan hasil oprasi mata Gean.
" Bagaimana keadaan Gean Dok ? " tanya Ardi kepada Dokter Harun.
" Oprasinya berhasil Pak,kita tunggu hasilnya seminggu ke depan ya " jawab Dokter Harun.
" Oiya Pak kita akan segera memindahkan Gean ke ruang inap,supaya Bapak bisa menjenguknya " ucap Dokyer Harun lagi.
" Baik Dokter saya akan menunggu suami saya di pindahkan " jawab Meli.
Setelah Gean di pindah ke ruang rawat inap Ardi dan Meli menunggui Gean di kamarnya,tak lama ada Suster yang menemui mereka.
" Siapa Sus ? " tanya Ardi kebingungan.
" Langsung di temui saja Pak,beliau meminta anda sendiri yang menemuinya " ucap Suster itu lagi.
" Baik saya akan segara ke sana " jawab Ardi.
" Mel tolong jaga suamimu ya Nak,nanti kalau Gean siuman segera hubungi Papa " pinta Ardi.
" Iya Pa " jawab Meli sopan.
__ADS_1
Tak berselang lama Ardi sampai di ruang inap Diani.
Ardi terkejut saat tubuh Diani tergolek di atas tempat tidur dengan di temani seorang Gadis muda.
" Om Ardi ya ? " tanya gadis kecil tersebut.
" Iya,kamu siapa Nak ?? bukannya ini Diani ?! " tanya Arsi balik.
" Saya Putri Amelia anak tunggal Mami Diani Om " Lia mencium telapak tangan Ardi.
" Sayang kamu keponakan Om,maaf selama ini Om nggak tau keberadaan kalian " Ardi memeluk Lia erat sambil yerus melihat ke arah tubuh Diani.
" Kenapa Mami kamu ? " tanya Ardi.
" Mami sakit Leukimia Om,dan ini sudah stadium akhir " Lia begitu tegar menjawab semua pertanyaan Ardi dengan jelas.
" Lalu kemana Papimu Nak,Om tidak melihatnya " tanya Ardi mencari keberadaan suami Diani.
" Papi lebih dulu di jemput yang kuasa Om,Papi meninggal setahun yang lalu karna serangan jantung mendadak " kali ini Lia meneteskan air matanya,baginya dia lelaki pertama yang Ia cintai dan kagumi. Sosok Papinya lah yang membawa Maminya hidup sebagai wanita yang lebih baik lagi,karna selama ini Maminya mengalami stress berkepanjangan akibat trauma di masa lalu.
Mendengar itu semua Ardi merasa tergugah hatinya dan berjanji apabila nanti Diani tutup usia Ia akan merawat Amelia seperti anaknya sendiri.
******
__ADS_1
Bentar lagi lanjut lagi ya,minta vote dan tinggalin jejaknya dong !!