
Kini Cahaya dan Alex sudah tidur dalam satu ranjang, Cahaya yang sangat takut dan gugup langsung menarik selimut dan berbalik arah dari Alex.
" Kok balik arah? Tanya Alex membalikkan Cahaya.
" Gak -gak papa " ucap Cahaya penuh kegugupan karena dia takut bahwa Alex akan berbuat sesuatu terhadap dirinya jujur saja Cahaya belum siap.
Tanpa aba aba sedikit pun, Alex memeluk Cahaya dengan sangat lembut hingga membuat Cahaya nyaman.
" Mas ihhh . . ., geserr!! " Ucap Cahaya menyingkirkan Alex.
" Kita udah sah kan? Apa salahnya " ucap Alex kembali memeluk tubuh mungil Cahaya.
Cahaya saat itu tidak bisa berbuat apa apa, dia hanya bisa menikmati hangatnya pelukan Alex.
" Kok saya nyaman ya di peluk mas Alex, ishh . . .! Ko saya baper sih " ucap batin Cahaya.
Kini Cahaya pun tertidur di pelukan Alex, sedangkan Alex terus menatap Cahaya.
" Cantik juga nih bocah kalau tidur " ucap Alex menyingkirkan rambut yang menutupi muka Cahaya.
Alex yang melihat kecantikan Lia langsung meng3*up bibir Cahaya dengan sangat lembut, dan itu membuat Cahaya terbangun.
" M-mas- " ucap Cahaya terpotong karena kec*pan Alex.
" Eh ko bangun? Tanya Alex melepaskan kec*p*nnya.
" Mas ngapain sih? Tanya Cahaya melepaskan pelukan Alex.
" Emang salah? Tanya Alex kembali yang membuat Cahaya malu.
" E-enggak sih " ucap Cahaya dengan nada kecil.
" Itu tau gak salah, sini! " Ucap Alex menarik Cahaya dan langsung meng**up nya
CUP!
Cahaya saat itu langsung memberok dan mendorong Alex, tetapi Alex terus menarik Cahaya.
Setelah Selesai memainkan bibir Cahaya, Alex menurunkan mukanya ke bagian l*her Lia, ia meng3c*p leher Cahaya seperti tanda kepemilikannya di bagian leher Cahaya.
Cahaya sangat kaget sekaligus kegelian, karena hal itu pertama ia kali rasakan.
" M-mas lepasin! Ucap Cahaya menjauh dari Alex.
Cahayq yang terus memberontak membuat Alex marah, dan langsung meminta hak nya.
" Saya mau minta hak saya! " Ucap Alex pada Cahaya.
" T-tapi saya belum siap ma- " ucap Cahaya terpotong Alex.
" Stthh. . . ! Gak ada penolakan! Anda sudah menjadi istri ku, sekarang waktunya aku meminta hak ku " ucap Alex yang langsung meng3cup bibir Cahaya kembali.
****
Dan mereka pun melakukan malam pertamanya.
__ADS_1
Pagi pun tiba, pukul menunjukkan 06.34
Sinar matahari menembus gorden kamar Alex dan Cahaya.
" Huaahh . . ., Udah pagi ternyata " ucap Alex bangun dari tidurnya.
Alex melihat Cahaya yang tertidur sangat nyenyak seperti orang kecapean.
" Ck . . . ! Masih tidur nih anak, bangun woi bangun " ucap Alex membangunkan Cahaya.
" mas bisa diem ga sih! Aku ngantuk "
" Ga usah manja, cepat bangun! " Ucap Alex menarik tangan Cahaya.
Cahayq tidak membalas perkataan Alex, ia hanya tertidur sangat pulas, Alex yang kesal langsung mengangkat Cahaya dari kasur ke atas pangkuan nya.
" Mas apaan sih! Awass!! " Ucap Cahaya memberontak.
Alex langsung menurunkan Cahaya dengan sangat lembut ke atas kasur.
" Aawww . . . Aduh sakit " ucap Cahaya menutupi bagian V*g1n4 nya.
" E-eh kamu gapapa Aya? " Tanya Alex
" Ini semua gara gara mas Alex tau ga sih! Jadi sakit " ucap Cahaya penuh emosi.
" Ya maaf, lagian gitu aja sakit, ya udah sana mandi " ucap Alex mengerti maksud Cahaya.
Cahaya pun ingin pergi ke toiket untuk membersihkan diri mandi tetapi tiba tiba saja
Cahaya hampir terjatuh, ia langsung di tangkap oleh Alex, seketika suasana menjadi hening. Alex dan Cahaya seketika bertatapan.
Cahaya langsung menyadari bahwa ia saling bertatapan dengan Alex.
" M-mas lepasin " ucap Cahaya menjauhkan Alex.
" Lain kali kalo jalan hati hati! " Ucap Alex melepaskan Cahaya.
" kok nyalahin saya sih! Kalau gak semalam mas minta hak, saya gak kek gini! Ucap Cahaya.
" Iyah maaf udah sini! " Ucap Alex menggendong Cahaya menuju kekamar mandi.
" M-mas ngapain sih? Turunin! "
" Udah diam aja napa sih! " Ucap Alex menggendong Cahaya memasuki kamar mandi.
" Mas turunin! Saya mau mandi " ucap Cahaya.
Alex menurunkan Cahaya di dalam kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi tersebut.
Cklek!
( Bunyi Alex menutup pintu dan menguncinya )
" M-mas ngapain ngunci pintunya? Aya kan mau mandi cepat keluar! " Ucap Cahaya menjauhkan dirinya dari Alex.
__ADS_1
" Sshhtt . . . Udah nurut aja " ucap Alex dengan penuh senyum nakal nya.
" M-mas mending k-kluar deh, jangan sampe mas saya dorong! " ancam Cahaya pada Alex.
" Ck . . . ! Tadi mau mandi kan? " Ucap Alex
" I-iya "
" Yaudah mandi bareng aja, saya juga mau mandi " ucap Alex yang membuat Cahaya marah.
" Iihh. . Gak mau mending mas Alex mandi deluan!! Ucap Cahaya memberontak
" Udah tinggal mandi bareng susah " ucap Alex
***
Setelah selesai mandi
Cahaya pun keluar dari kamar mandi dengan penuh rasa malu karena pertama kalinya ia mandi bersama seorang pria.
" Cahaya . . .! Kenapa Anda mau nikah sama tuh pria br3ngs3k " batin Cahaya.
Alex dan Cahaya pun turun dari dalam kamar nya, melewati puluhan tangga mewah.
**
Di perjalanan melewati tangga tinggi
" M-mas aku boleh nanya? " tanya Cahaya
" Hmm . . . Ada apa? " Ucap Alex sembari terus berjalan.
" Orang tua mas Alex mana? " Tanya Cahaya.
" Oh mereka di Jerman, ada apa? "
" Gak-gak ada apa apa sih cuma kok mereka gak dateng ke acara pernikahan semalem? " tanya Cahaya kembali.
" Udah gak perlu tau " ucap Alex mencepatkan langkahnya
Selesai melewati tangga, Alex dan Cahaya duduk di meja makan yang terdapat makanan makanan mewah.
Yang di sediakan oleh pelayan pelayan Alex, di sisi lain terdapat ibu Cahaya yang bernama Erina sedang duduk.
" Silahkan nona, tuan " ucap Pelayan yang bernama Nia.
" Thanks " ucap Alex tidak menatap wajah pelayan cantiknya itu.
" Nona gimana malam pertamanya? " Tanya Pelayan satunya bernama Neta sembari menghidangkan makanan untuk Cahaya.
Cahaya sangat malu dan tidak menjawab pertanyaan dari sang pelayan, tetapi ucapan pelayan paling kepercayaan Alex itu membuat dirinya marah.
" Ngelunjak amat! Kerja aja yang becus! ucap Alex menatap tajam Neta.
" Udah mas biarin aja " ucap Cahaya membela Neta.
__ADS_1