Terpaksa Menikah Karena Hutang

Terpaksa Menikah Karena Hutang
Pura Pura Hamil


__ADS_3

" Huhh capek juga ya mas, perjalanannya jauh " ujar Cahaya yang langsung duduk di sofa kamar mereka.


" Hmm gak terlalu " ucap Alex melepas jam tangan miliknya dengan cara coolnya.


Alex berniatan untuk membersihkan dirinya di kamar mandi, tetapi tiba tiba saja bunyi dering hp terdengar di telinga nya.


" Mas ada yang nelfon " ucap Cahaya memberikan hp Alex.


" Thanks " ucap Alex mengambil hp tersebut dan melihat nya.


• Boz Arga •


~ telepon on ~


{ Halo kenapa pah? }


{ Papa sama Mama udah pulang


dari jerman, ini kita otw ke rumah


Kamu }


{ E-eh pah Alex udah pindah }


{ Kamu pindah kemana? }


{ Alex ke rumah baru Alex,


Nanti alamatnya Alex serlock }


{ Ya udah, papa matiin dulu }


~ telepon off ~


" Orang tua mas Alex? Tanya Cahaya


" Ya mereka mau datang " ucap Alex dengan wajah seperti orang panik.


" Kok kayak nya mas Alex panik sih? " Batin Cahaya penasaran.


Alex yang tidak ingin orang tuanya datang tidak di sambut,cakhirnya Alex menyuruh Reno untuk membantunya.


( Chatan )


• Alexander •


< Ren siapin pelayan Pelayan saya untuk sambut Mama sama papa saya! >


• Reno •.


< Okeh bozz, sippp >


" Mas lagi ngapain? Tanya Cahaya berjinjit jinjit untuk melihat handphone-nya Alex, Cahaya memang memiliki tinggi yang berbeda jauh dengan Alex.


Alex memiliki tinggi sekitar 187 cm sedangkan Lia 163 cm. Hal itu membuat Cahaya terlihat pendek di hadapan Alex.


" Ngapain sih? Saya cuma ngechat Reno


Aya" ucap Alex meletakkan handphon nya di atas sofa.

__ADS_1


**


Malam pun tiba, waktu menunjukkan pukul 20.16 malam.


Tok!


Tok!


Tok!


Terdengar bunyi ketukan pintu di telinga Cahaya dan Alexander.


" Iya siapa? " Tanya Cahaya menuju pintu.


" Permisi nona, saya mau menemui pak Alex! " ucap Reno.


" Siapa Aya? " Tanya Alex


" Ini mas. . . ! Ada mas Reno " ucap Cahaya sekaligus teriak.


Alex yang mendengar nya langsung meranjak menuju pintu yang terdapat Reno dan Cahaya.


" Tuan, ada tuan Arga sama nyonya Sonya di bawah " ucap Reno dengan wajah panik. Apa yah yang terjadi?


" Okeh silahkan pergi " ucap Alex yang membuat Reno langsung bergegas pergi.


" Mas, Arga sama Sonya itu siapa? Tanya Cahaya.


" Ortu saya, udah kamu ikut saya " ucap Alex menarik lembut tangan Cahaya dan mengandeng nya ke lift.


Selesai menaiki lift Alex dan Cahaya menghampiri orang tua Alex.


" Alex! Siapa wanita ini?! Tanya papa Alex dengan tatapan tajam.


" Halo pak, buk, kenalin saya Cahaya " ucap Cahaya.


" Oh kamu pelayan baru ya? Kalau gitu bikinin air hangat untuk kaki suami saya " ucap Ibu Alexander mengira bahwa Cahaya adalah pembantu, dan itu membuat Cahaya sedih.


" Mah pah! Ini bukan pelayan Alex, Kenalin dia istri Alex " ucap Alex yang langsung memegang tangan Cahaya.


" Oh gitu, tapi penampilan nya kayak pelayan pelayan kamu yang lainnya, cuma beda cantiknya aja " ucap Sonya dengan menyepelekan Cahaya.


" Hhkkmm, mah! " Bisik papahnya Alex, yang membuat mamah Alex mengerti.


***


Waktu menunjukkan pukul 23.32.


malam, sedangkan Alex masih sibuk berbicara bicara dengan ibunya, sedangkan Cahaya berada di kamar.


" Mas Alex masih di bawah ya, aku kesana aja kali " ucap Cahaya menuju ruang utama.


** Sesampainya di ruang tengah **


Cahaya melihat Alex dan mamah Alex yang duduk di sofa sedang berbincang bincang


" Sayang sini duduk " ucap Ibu mamah Alex


" I-iya buk " ucap Cahaya duduk tepat di samping Alex.

__ADS_1


" Jangan panggil ibuk dong, kampungan


banget.panggil aja mamah Sonya, maafin Mama ya soal yang tadi " ucap Ibu mamah Alex.


" Iyah mah "


" Mamah gimana sih! Ini kan masih awal awal mereka tidur berdua, jangan di ganggu. Ayo kita tidur aja! Ucap papah Alex yang tak tau datang dari mana.


Cahaya malu mendengar ucapan papah nya Alex, ia teringat malam pertama dengan Alex


" Papah ini, liat aja itu menantunya malu " ucap mamah Alex meledek Cahaya


" Mah jangan gitu! Ucap Alex menatap Cahaya


" Kapan ini mamah sama papah punya cucu? " Ucap ayah Alex menatap menantu dan putranya dengan serius


" Secepat itu pah? Tanya Alex.


" Iyah jika kamu udah punya anak, seperti janji papah, semua warisan papah akan jatuh ke tangan kamu, tapi kecuali perusahaan papah yang ada di Kalimantan " ucap papah Alex.


Alex dan Cahaya seketika bertatapan, tyatapan Alex sangat mesum, sedangkan Cahaya takut.


" Gak! " ucap Alex dan Cahaya bersamaan.


" Haa . . .? " Ujar Sonya mamah Alex.


" Maksud kita, gak mungkin gak punya anak, ini aja Aya lagi ngandung anak Alex " ucap Alex tersenyum terpaksa.


" M-mas?" Ucap Cahaya menyenggol tangan Alex.


Cahaya langsung paham bahwa Alex sedang menipu orang tua nya, ia memberi kode dari mata nya.


" E-eh i-iya mah pah, Cahaya lagi hamil " ucap Cahaya pura pura memegang perut nya.


" Secepat itu? " Tanya papah Alex curiga.


" Cahaya hamil di luar nikah pah " ucap Alex membuat orang tuanya kaget.


" APPAA?!! " Ucap Mama Alex shock


" Anak Alex kok mah " ucap Alex berpura pura.


" Huuhh Mama kirain " ucap Mama Alex.


" Yaudah mah ayo kita tidur " ajak papahnya Alex meranjak dari sofa.


** Cahaya dan Alex berada di dalam kamar **


" Mas Alex kok bohong sama mamah papah mas Alex sendiri? " ucap Cahaya sambil merebahkan dirinya di atas kasur.


" saya gak mau harta papah saya turun sama anak buah kesayangan nya!


" Masa mungkin di kasih ke anak buah nya " ujar Cahaya tak percaya.


" Ya mungkin, mamah dari anak buah kesayangan papah saya itu mantan papah saya, sekaligus mantan terindah dia " ucap Alex ingin merebahkan tubuh di atas kasur.


" Mas gimana kalau mamah papah tau saya gak hamil " ucap Cahaya dengan muka cemas.


" Ckk . . .! Masih ga paham juga? " Ucap Alex dengan penuh senyum m3sum nya.

__ADS_1


" M-maksudnya? Lia gak ngerti " ucap Cahaya pura pura tidak tau padahal dia tau apa maksud Alex.


__ADS_2