Terpaksa Menikah Karena Hutang

Terpaksa Menikah Karena Hutang
Bab 38


__ADS_3

Kita tidak akan pernah tahu seperti apa kehidupan kita


kedepannya, namun berbeda dengan perasaan, seiring berjalannya waktu maka


perasaan itu akan berubah. Yang dulu membencinya dan mungkin saat ini akan


merasakan perasaan yang berbeda, sama halnya dengan Danny, dimana setiap


harinya dia semakin dekat dengan Almeta dan bahkan perlakuannya yang semakin


lembut pada Almeta dan seiringnya waktu kondisi Almeta membaik. Mungkin seperti


saat ini dimana Almeta menyiapkan makan siang untuk dirinya dan Danny walaupun


dia hanya membantu sedikit dan Lea yang banyak bekerja.


“Honey, kamu sedang apa?” tanya Danny yang berjalan


mendekati istrinya itu, bahkan dia juga tanpa ada rasa malu memeluk tubuh


Almeta dari belakang, Danny juga mengecup leher dan pundak Almeta berkali-kali.


 Sedangkan Almeta


hanya tertawa merasakan kegelian, “Sudah cukup Dann, lebih baik kita makan


siang bersama dan pastinya kamu sudah lapar bukan?” tanya Almeta. Saat itu juga


Danny menganggukkan kepalanya, dia memang sangat lapar sedari tadi karena dia


tadi menyelesaikan banyak pekerjaan.


 Merekan makan


bersama dan sesekali Danny menyuapi Almeta, bahkan pemandangan yang sangat romantic


itu bisa disaksikan oleh Lea karena sebelumnya Lea tidak pernah melihat


pemandangan seperti ini. Lea tersenyum kecil, dia sangat bahagia melihat


nonanya itu bisa tertawa dan bahkan sangat terlihat jelas, Lea sendiri juga


tidak tahu apa permasalahanya antara tuan dan nonanya dan dia juga tidak bisa


ikut campur akan hal ini.


“Bagaimana makanannya enak atau tidak?” tanya Almeta.


 Danny

__ADS_1


menghentikan makannya dan menatap Almeta, dia tersenyum, “Apa pun yang kamu


masak sangatlah enak honey dan aku juga akan memakannya sampai habis,” Danny


kembali menyuapkan makanan pada mulutnya. Sedangkan Almeta dia sangat senang,


dia ingin melihat Danny seperti ini yang manis dan lembut padanya, semoga


sampai kapan pun Danny akan seperti ini dan dia juga tidak mau menderita lagi.


 Di lain tempat


Cheona bahkan mengeluarkan banyak umpatan, dimana dia belum mendapatkan


kepastian dari Danny, bahkan kandungan Cheona yang sudah memasuki empat bulan


itu kini masih belum memiliki status siapa ayahnya akan tetapi Cheona terus


memaksa Danny untuk mempertanggung jawabkan karena memang ini anak Danny. Entahlah,


bahkan saat ini Cheona juga sangatlah susah menemui Danny, saat dia pergi ke


apartemen maka dia akan bertemu bodyguard yang akan mengusirnya dan akhirnya


gagal bertemu dengan Danny.


“Akh! Brengsek kamu Dann!” teriak Cheona, bahkan


pecahan kaca dimana-mana dan bisa saja itu membuatnya terluka, bahkan kali ini


Cheona berusaha menghubungi Danny akan tetapi sama sekali Danny tidak pernah


mengangkat teleponnya.


“Pranggg!”


 Cheona kembali


memukul kaca yang ada di dalam kamar, dia memukul kaca itu dengan menggunakan


tangannya hingga tangannya mengeluarkan darah segar yang mengalir namun Cheona


tidak merasakan itu, yang ada di dalam dirinya hanya sebuah kemarahan karena


Danny mengabaikannya dan Danny lebih perhatian pada istrinya dari pada dia yang


sedang mengandung anak kandungnya.


 Leo yang baru

__ADS_1


saja masuk ke dalam apartemen Cheona yang begitu berantakan langsung berteriak


memanggil Cheoana, dia sangat khawatir dengan keadaan Cheona. Leo segera


berlari ke kamar Cheoana dan di sana dia melihat Cheona yang sudah tergeletak


dengan darah yang sudah mengalir kemana-mana, dan saat itu juga Leo langsung


berlari dan segera menggendong Cheona untuk di bawa ke rumah sakit, sepanjang


perjalana Leo terus memanggl Cheona walau itu hanya sia-sia dan dia juga harus


tetap fokus pada mengendarai mobilnya.


 Sampai di rumah


sakit Cheona di bawa ke ruang IGD, sedangkan Leon menunggun di luar dengan


perasaan khawatirnya, dia baru saja sampai di Paris akan tetapi dia disugguhkan


dengan pemandangan Cheona sudah tergeletak tidak sadarkan diri. Leo berjalan


kesana-kemari untuk menghilangkan rasa khawatirnya namun tetap saja rasa itu


tidak bisa hilang dan bahkan dia juga berdoa pada tuhan agar Cheona selamat.


“Dengan keluarga pasien?” panggil dokter yang baru


saja keluar dari ruang IGD.


“Ya, dok saya. Bagaimana keadaan Cheona dok?” tanya


Leo.


Dokter itu menepuk pundak Leo pelan, “Jangan khawatir,


kondisi istri anda saat ini baik-baik saja dan semuanya bisa diatasi hanya saja


istri anda tidak boleh terlalu setres karena dia sedang mengandung kasian janin


yang ada di perutnya,” ucap dokter.


 Sedangkan Leo


hanya mengangguk, dia begitu syok dengan apa yang dikatakan oleh dokter barusan


karena selama ini Cheona tidak pernah bilang jika dia hamil. Lalu anak siapa


yang dikandung Cheona? Leo yang masih melamun pun dikagetkan oleh dokter yang

__ADS_1


berpamitan padanya, bahkan mungkuin sebentar lagi Cheona juga akan dipindahkan


ke ruang rawat inap.


__ADS_2