
Kita tidak akan pernah tahu seperti apa kehidupan kita
kedepannya, namun berbeda dengan perasaan, seiring berjalannya waktu maka
perasaan itu akan berubah. Yang dulu membencinya dan mungkin saat ini akan
merasakan perasaan yang berbeda, sama halnya dengan Danny, dimana setiap
harinya dia semakin dekat dengan Almeta dan bahkan perlakuannya yang semakin
lembut pada Almeta dan seiringnya waktu kondisi Almeta membaik. Mungkin seperti
saat ini dimana Almeta menyiapkan makan siang untuk dirinya dan Danny walaupun
dia hanya membantu sedikit dan Lea yang banyak bekerja.
“Honey, kamu sedang apa?” tanya Danny yang berjalan
mendekati istrinya itu, bahkan dia juga tanpa ada rasa malu memeluk tubuh
Almeta dari belakang, Danny juga mengecup leher dan pundak Almeta berkali-kali.
Sedangkan Almeta
hanya tertawa merasakan kegelian, “Sudah cukup Dann, lebih baik kita makan
siang bersama dan pastinya kamu sudah lapar bukan?” tanya Almeta. Saat itu juga
Danny menganggukkan kepalanya, dia memang sangat lapar sedari tadi karena dia
tadi menyelesaikan banyak pekerjaan.
Merekan makan
bersama dan sesekali Danny menyuapi Almeta, bahkan pemandangan yang sangat romantic
itu bisa disaksikan oleh Lea karena sebelumnya Lea tidak pernah melihat
pemandangan seperti ini. Lea tersenyum kecil, dia sangat bahagia melihat
nonanya itu bisa tertawa dan bahkan sangat terlihat jelas, Lea sendiri juga
tidak tahu apa permasalahanya antara tuan dan nonanya dan dia juga tidak bisa
ikut campur akan hal ini.
“Bagaimana makanannya enak atau tidak?” tanya Almeta.
Danny
__ADS_1
menghentikan makannya dan menatap Almeta, dia tersenyum, “Apa pun yang kamu
masak sangatlah enak honey dan aku juga akan memakannya sampai habis,” Danny
kembali menyuapkan makanan pada mulutnya. Sedangkan Almeta dia sangat senang,
dia ingin melihat Danny seperti ini yang manis dan lembut padanya, semoga
sampai kapan pun Danny akan seperti ini dan dia juga tidak mau menderita lagi.
Di lain tempat
Cheona bahkan mengeluarkan banyak umpatan, dimana dia belum mendapatkan
kepastian dari Danny, bahkan kandungan Cheona yang sudah memasuki empat bulan
itu kini masih belum memiliki status siapa ayahnya akan tetapi Cheona terus
memaksa Danny untuk mempertanggung jawabkan karena memang ini anak Danny. Entahlah,
bahkan saat ini Cheona juga sangatlah susah menemui Danny, saat dia pergi ke
apartemen maka dia akan bertemu bodyguard yang akan mengusirnya dan akhirnya
gagal bertemu dengan Danny.
“Akh! Brengsek kamu Dann!” teriak Cheona, bahkan
pecahan kaca dimana-mana dan bisa saja itu membuatnya terluka, bahkan kali ini
Cheona berusaha menghubungi Danny akan tetapi sama sekali Danny tidak pernah
mengangkat teleponnya.
“Pranggg!”
Cheona kembali
memukul kaca yang ada di dalam kamar, dia memukul kaca itu dengan menggunakan
tangannya hingga tangannya mengeluarkan darah segar yang mengalir namun Cheona
tidak merasakan itu, yang ada di dalam dirinya hanya sebuah kemarahan karena
Danny mengabaikannya dan Danny lebih perhatian pada istrinya dari pada dia yang
sedang mengandung anak kandungnya.
Leo yang baru
__ADS_1
saja masuk ke dalam apartemen Cheona yang begitu berantakan langsung berteriak
memanggil Cheoana, dia sangat khawatir dengan keadaan Cheona. Leo segera
berlari ke kamar Cheoana dan di sana dia melihat Cheona yang sudah tergeletak
dengan darah yang sudah mengalir kemana-mana, dan saat itu juga Leo langsung
berlari dan segera menggendong Cheona untuk di bawa ke rumah sakit, sepanjang
perjalana Leo terus memanggl Cheona walau itu hanya sia-sia dan dia juga harus
tetap fokus pada mengendarai mobilnya.
Sampai di rumah
sakit Cheona di bawa ke ruang IGD, sedangkan Leon menunggun di luar dengan
perasaan khawatirnya, dia baru saja sampai di Paris akan tetapi dia disugguhkan
dengan pemandangan Cheona sudah tergeletak tidak sadarkan diri. Leo berjalan
kesana-kemari untuk menghilangkan rasa khawatirnya namun tetap saja rasa itu
tidak bisa hilang dan bahkan dia juga berdoa pada tuhan agar Cheona selamat.
“Dengan keluarga pasien?” panggil dokter yang baru
saja keluar dari ruang IGD.
“Ya, dok saya. Bagaimana keadaan Cheona dok?” tanya
Leo.
Dokter itu menepuk pundak Leo pelan, “Jangan khawatir,
kondisi istri anda saat ini baik-baik saja dan semuanya bisa diatasi hanya saja
istri anda tidak boleh terlalu setres karena dia sedang mengandung kasian janin
yang ada di perutnya,” ucap dokter.
Sedangkan Leo
hanya mengangguk, dia begitu syok dengan apa yang dikatakan oleh dokter barusan
karena selama ini Cheona tidak pernah bilang jika dia hamil. Lalu anak siapa
yang dikandung Cheona? Leo yang masih melamun pun dikagetkan oleh dokter yang
__ADS_1
berpamitan padanya, bahkan mungkuin sebentar lagi Cheona juga akan dipindahkan
ke ruang rawat inap.