Terpaksa Menikah Karena Hutang

Terpaksa Menikah Karena Hutang
Bab 25


__ADS_3

Tok!


Tok!


Tok!


" Tuan,Tuan, permisi " ucap Seorang wanita di balik pintu


Dia bersuara tetapi tidak ada sahutan dari Alex dan Cahaya. Akhirnya ia berteriak


" Tuannn ...! Nyonya ...! Tuannn ...! Nyonyaa ...! " Teriak seorang wanita dari balik pintu itu


Cahaya terganggu oleh suara itu. Akhirnya ia terbangun dari tidur nya.


" Ehmm siapa sih? " Tanya Cahaya dengan suara khas bangun tidur nya


" Nyonya! Nyonya! "


Tok!


Tok!


Tok!


" I-iya sebentar " ucap Cahaya, ia membuka selimut nya dan berjalan menuju pintu kamar


Tap ..! Tap ..! Tap ..!


Cklek!


" Ada apa? " Tanya Cahaya yang melihat babysister Arlenzo


" Nyonya, tuan m-muda marah be-besar dan ga mau tidur " ucap Babysister itu dengan gelagapan.


" Arlenzo marah? Ada apa?! " Tanya Cahaya yang mulai khawatir.


" I-itu nyonya, ah sudah lah nyonya nanti saya ceritakan tapi sa-saat ini tolong ikut saya.Tu-tuan muda sedang marah dan mengacak acak kamar nya " ucap nya dengan tergesa gesa.

__ADS_1


" Yasudah ayo! " Ucap Cahaya lalu menutup pintu kamar nya.


Cklek!


Cahaya berjalan dengan Babysister Arlenzo atau namanya ialah Nuri yang berumur 27 tahun, dan memiliki sifat penyayang dan lembut.


Cklek!


Betapa kagetnya Cahaya saat masuk ke kamar putranya. Ia melihat semua Babysister Arlenzo tertunduk dan melihat barang berserakan di mana mana.


" Astaga ada apa ini? Mengapa semua berantakan? Tanya Cahaya yang kaget melihat boneka Spiderman, berbagai macam mainan, serta vas bunga yang pecah.


" Mamii!! Hiks hiks " Ucap Arlenzo lalu memeluk Cahaya dengan tangisan


" Ada apa sayang? Mengapa semua berantakan?! " Ucap Cahaya, lalu berjongkok untuk melihat wajah tampan putranya.


" Mi-mia ndak mau cama a-atuu hiks hiks" ucap Arlenzo dengan terisak Isak oleh tangisan nya.


" Mia? Mia siapa sayang, jangan nangis dong masa cowo nangis " ucap Cahaya yang langsung mengusap air mata Arlenzo


Mia adalah putri Riska dan Kevin, Mia memiliki paras cantik dan memiliki rambut panjang berwarna hitam pekat, dengan sifat yang jahil dan juga nakal.


" Ohh Miarana? Cup cup cup, jangan nangis yaa ... Sekarang mending Arlenzo tidur " ucap Cahaya lalu menggendong putranya.


" Hiks hiks,hali ini Enzo mau tidun sama mami " ucap Arlenzo dengan manjanya.


" Yaudah ayo, tapi sebelum itu janji dulu jangan nangis " ucap Cahaya yg mengulurkan jari kelingking nya, dan di balas anggukan oleh Arlenzo lalu menyatukan jari kelingking Cahaya dan Arlenzo.


" Tolong kalian bereskan kamar Arlenzo ya. Barang yang udah rusak di buang aja dan yang masih bisa di gunakan jangan di buang, agar gak boros! " ucap Cahaya menasihati para baby sister Arlenzo.


" Baik nyonya " ucap salah satu baby sister


Tap ...! Tap ...! Tap ...!


Langkah kaki Cahaya terhenti di depan lift, ia memasuki lift bersama putranya Arlenzo yang berada di gendongan nya. Seperti biasa ada seorang bodyguard Alex yang berganti gantian di dalam lift untuk berjaga jaga.


" Nyonya mau ke mana? " Tanya bodyguard itu dengan sofan

__ADS_1


" Mau ke kamar saya " ucap Cahaya dan di balas anggukan oleh bodyguard Alex.


Beberapa detik kemudian


Ting!


Terbuka lah lift itu, lalu Cahaya beranjak keluar dengan Arlenzo. Mereka berjalan ke arah kamar Cahaya dan Alex, lalu Cahaya membuka pintu kamar nya.


Cklek!


" Dari mana?, " Tanya Alex dengan mata tertutup dan masih berbaring di atas ranjang


" Ini mas Arlenzo nangis " ucap Cahaya lalu letakkan Arlenzo di atas kasur.


" Hmm kenapa? " Tanya Alex yang perlahan lahan membuka matanya dan berbicara dengan suara khas bangun tidur nya


" Nda papa " jawab Arlenzo yang berusaha cool di depan ayahnya.


" Nangis? Hahaha anak lakik ko nangis? " Ledek Alex yang membuat jagoan kecil nya marah.


" Jangan gitu mas,cArlenzo nya nanti makin nangis! " Kesal Cahaya yang memukul lengan Alex.


" Ndak tok mi! Enzo nda ceneng " ucap Arlenzo yang malu karena di ledek ayahnya.


" Ga cengeng? Tapi kok nangis " ucap Alex yang kembali membuat Arlenzo malu.


" Huahh " uap Arlenzo


" Udah ah gak usah di bahas lagi. Ayo tidur ya sayang " ucap Cahaya yang membaringkan tubuh Arlenzo.


Arlenzo tidur di samping Cahaya dan Alex atau di tengah tengah mereka berdua. Cahaya menarik selimut hingga sampai ke dada mereka.


" Mami enapa beyum tidun? " Tanya Arlenzo yang melihat Cahaya masih bangun.


" Gak papa, Arlenzo tidur ya udah malem " ucap Cahaya yang langsung memeluk putranya.


" Hmm iya mi " ucap Arlenzo lalu memeluk Cahaya.

__ADS_1


__ADS_2