Terpaksa Menikah Karena Hutang

Terpaksa Menikah Karena Hutang
Bab 23


__ADS_3

[ Kamu di mana sayang? Mamah dari tadi nyariin ]


[ Alex lagi di jalan kok mau ke rumah ]


[ Oh okeh.Tapi kalian cepat ya, soalnya mamah mau ngomong sesuatu di rumah ]


[ Ngomong apa mah? ]


[ Udah gak usah banyak tanya, kamu jaga istri kamu ya. Daa sayang muach ]


[ Oke mah daa ]


Tut!


" Cepetin jalan nya! " Pinta Alex pada Sopir nya.


Sopirnya hanya mengangguk tanda setuju, dan melajukan kecepatan mobil milik Alex itu.


" Cahaya. itu ada jualan bakso kita makan di situ mau? " Tanya Alex.


Cahaya tidak menjawab ia hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju/tidak mau


" Kenapa? Ayolah jangan marah " ucap Alex yang membujuk istrinya


" Kita beli bunga? Coklat? Atau yang lain?," Tawar Alex pada Cahaya.


" Aku gak mau yang itu.Tapi Aku mau sesuatu selain bakso " ucap Cahaya yang membuat senyum di bibir Alex.


" Mau apa


Rumah, mobil, hotel, apartemen, toko bunga, butik, atau mall? " Kamu bisa pilih yang semau kamu " ucap Alex yang menawarkan sesuatu yang mewah.


Cahaya hanya menggeleng gelengkan kepalanya, ia pun mengambil hanphone Alex dan membuka Aplikasi Google, lalu ia mencari foto peralatan bayi.


" Ini Mas, aku mau ini " ucap Cahaya yang seperti anak kecil


" Astaga Cahaya, perutmu masih datar tapi sudah ingin beli itu aja " ucap Alex yang bingung akan istrinya.


" Ish! Mas Alex gak mau? " Tanya Cahaya kembali

__ADS_1


" Bukan nya gitu, tapi___ ah sudahlah, ayo nanti kita berangkat, tetapi sebelum itu kita ke rumah dulu, " ucap Alex yang mengusap rambut panjang Cahaya.


**Di rumah Alex


" Mamah mau ngomong apa? " Tanya Alex pada Mamahnya yang tengah duduk di sofa.


Mereka berada di ruang tamu utama Alex, mereka duduk bersama sama dengan beberapa cangkir minuman di atas meja yang berada di depan mereka.


" Mamah sama papah mau pindah ke rumah kita. Kalian damai damai di sini ya sayang, soalnya kita gak enak tinggal di rumah anak terus " ujar Mamahnya Alex.


" Iya, kita mau berangkat hari ini " lanjut papah nya


" Rumah kalian kan jauh, masa mau pergi hari ini " ucap Alex yang mengerutkan keningnya.


" Tidak apa apa. Eh mantu kok diam aja? Bicara aja sayang jangan sungkan sungkan " ucap Papah Alex dengan ramah.


" I-iya pak " ucap Cahaya yang tersenyum canggung.


" Okeh, Net netaa!! Kemari " pinta Arga( papah Alex )


" I-iya Tuan ada apa? " Tanya Neta yang baru datang.


" Sudah Tuan, sudah di dalam mobil " balas Neta dengan senyum ramahnya.


" Okeh ayo mah, " ucap Arga mengajak istri tercinta nya.


** Di depan rumah Alex


" Da sayang mamah " ucap Mamah Alex yang memeluk Alex.


" mah,kalau udah sampe kabarin Alex ya " ucap Alex yang membalas pelukan mamahnya.


" Eegkhmm! " Dehem Arga, yang membuat Alex melepas pelukan mamahnya.


" Mah! Lihat deh wajah menantu kita, udah mulai cemberut karena mamah meluk suaminya " ledek Arga pada Cahaya.


Alex langsung menatap istri kecil nya, ya tampak wajah cantik Cahaya yang datar.


" yaudah deh mamah pergi ya sayang. Jaga anak mamah baik baik " Ucap mamahnya Alex yang tersenyum ramah kepada Cahaya.

__ADS_1


Mamahnya Alex pun berjongkok ke arah perut datar Cahaya, ia memegang perut itu dan berkata sesuatu " cucu nenek sehat sehat selalu ya, " ucap Mamahnya Alex.


Kini kedua orang tua Alex sudah pergi meninggalkan mereka. Cahaya dengan berada di dalam rumah Alex dan Alex sedang bermain hanphone nya di atas ranjang.


><><><><><><><><><


2 tahun telah berlalu, kini Cahaya dan Alex telah memiliki seorang bayi lelaki yang bernama Arlenzo.


Ia memiliki wajah tampan khas Ayahnya, sedangkan sifat nya seperti ibunya, baik dan lembut tetapi sekali marah sangat susah di bujuk.


" jangan lari lari sayang! " Teriak Cahaya yang mengejar putranya yang berlari menuju mall.


" Ayo mii! A-atu mau beyi tas " ucap Arlenzo, Arlenzo memang belum lancar berbicara karna masih kecil.


" Iya sayang, kita ke resto sana dulu yuk. Di sana ada papi " ucap Cahaya yang sabar menghadapi sikap anak nya.


" Yuk mi, " ucap nya sembari menarik tangan Cahaya.


* Di restoran


" Papi, " ucap Arlenzo dengan tatapan datarnya.


" Hai jagoan papi, udah siap untuk belanja nya? " Tanya Alex sembari menatap manis putranya.


" Udah, ayo mi, ita belanja cama cama " ucap Arlenzo yang menarik tangan Cahaya dan Alex.


Sedangkan di belakang mereka ada 2 bodyguard yang berjaga jaga agar tidak ada masalah, dan beberapa maid Alex. Bodyguard itu dan maid maid itu adalah milik Alex.


" Mi itu ada cepatu " ucap Arlenzo yang menunjuk ke arah toko sepatu anak anak


" Iyah, ayo kita kesana sayang " ucap Cahaya yang menggandeng tangan putranya masuk ke dalam toko sepatu itu.


Sedangkan Alex hanya menggelengkan kepalanya karena ia tidak suka melihat toko sepatu mini itu. Tetapi ia tetap beranjak pergi masuk ke dalam toko itu mengikuti Cahaya dan Arlenzo.


Saat mereka masuk, datang seorang wanita yang menyapa Alex dan Cahaya.


" Hai, udah lama ga jumpa ya " sapa wanita itu.


"

__ADS_1


__ADS_2