Terpaksa Menikah Karena Hutang

Terpaksa Menikah Karena Hutang
Sah


__ADS_3

Malam hari pukul 07.13


Alex sedang berada di kamar mandi, sedangkan Cahaya sibuk merapikan pakaian nya untuk di pindahkan ke kamar Alex.


" Huhh . . .! Kalau bukan terpaksa saya gak mau menikah dengan Mas Alex br3ngs3k itu " gum'am Cahaya dalam batinnya.


Alex yang baru selesai mandi pun keluar dari kamar mandi tersebut melihat Cahaya yang sedang merapikan pakaian di dalam lemari.


" Kau membereskan pakaian mu? Berarti kau benar benar siap untuk satu kamar dengan ku. . . ? Ucap Alex yang baru saja keluar dari kamar mandi.


" Aaaa. . . !! Teriak Cahaya menutup matanya menggunakan tangannya karena melihat Alex hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang nya.


" E-eh kenapa, kenapa? Tanya Alex kaget sambil menarik tangan Cahaya.


" P-pakai baju dulu sana! Bentak Cahaya pada Alexm


" Iyah Iyah, saya kira ada apa " ucap Alex yang langsung mengambil pakaian miliknya yang sudah di siapkan Cahaya.


Alex sudah mengenakan pakaian itu di dalam kamar, sedangkan Cahaya menutup kedua matanya.


" Udah buka mata! Ucap Alex mendekati Cahaya.


" Eng-engaa! " Ucap Cahaya memberontak


" Saya udah pakai pakaian, lagian gitu aja nutup mata " ucap Alex dengan sepelenya, yang membuat Cahayq membuka matanya.


" Mata saya itu gak kotor yaa! emang kaya mata mas Alex, kotorr! Ucap Cahaya menatap tajam Alex.


Alex yang mendengar nya pun geram dengan Cahaya dan langsung menarik tangan Cahaya, Cahaya yang di tarik oleh Alex langsung menempel ke badan Alex.


" Ihhh . . . Lepasin! Ucap Cahaya berusaha melepaskan tangan nya.


Alex langsung menarik pinggang Cahaya sembari mencekram tangan Cahaya, Cahaya yang tak mampu melawan Alex pun ikut tertarik.

__ADS_1


Kini jarak mereka sangat dekat, bisa di hitung dalam cm, bahkan hembusan nafas Alex terasa di muka cantik Cahaya.


" I-ihhh. . . Jangan deket deket! " Ucap Cahaya menjauhkan muka nya.


Alex tidak menjawab apapun dan mendekati muka cantik Cahaya, kini hidung mereka pun bersentuhan.


Cahaya tidak berani bicara dan memejamkan matanya, dan Alex langsung melepaskan Cahaya serta tertawa.


" Hhhaaaa . . . , Gitu doang jantung nya berdetak kencang " ucap Alex meledek Cahaya.


" Ihhh apaan sih mas, Cahaya keluar dulu " ucap Cahaya meninggalkan Alex dari dalam kamar.


" Kok gitu aja aku deg degan sih! Jadi di ledekin kan " batin Cahaya.


Pagi pun tiba sekitaran pukul 04.00


Cahaya sedang bersiap-siap untuk pernikahan nya, ia di bantu oleh pelayan pelayan cantik Alex.


Saat sibuk memakai gaun pernikahan Alex menatap Cahaya penuh bahagia, ia tidak menyangka akan menikah dengan gadis desa seperti Cahaya.


Alex pun bersiap siap di bantu oleh teman teman nya yang bernama Leo, Gihon, dan Iyan di dalam kamar itu juga.


" Bro lo beneran mau nikahin gadis desa itu? " Bisik Gihon.


" Yaelah lu iri hon? Ucap Leo meledek


" Udah diam aja an**ng, mending lo bertiga bantu gw siap siap! Ucap Alex menuju Leo, Gihon, Iyan.


**


Skip pernikahan sudah selesai dan hari pun sudah malam.


Alex pun memasuki kamar nya dengan Cahaya, Alex membuka jas hitamnya dan duduk di sofa empuk miliknya.

__ADS_1


" Hmm . . ., Cape juga ya, " ucap Alex pada Cahaya yang masih sibuk menghapus make up nya.


" Mas tolong ambilin handphon saya dong " ucap Cahaya menyuruh Alex.


" Di mana? Tanya Alex


" Itu di atas kasur " ucap Cahaya menunjuk kasur.


Alex langsung bangkit dari sofa dan mengambil hp Cahaya, dengan sigap Alex membuka hp Cahaya yang berwalpaper foto dirinya.


" Cantik juga tuh bocah kalau foto " ucap batin Alex.


" Ihh mas sini hp nya! " Ucap Cahaya melihat Alex yang sedang mengecek hp milik nya.


" Iyah Iyah, saya sudah sah dengan mu, apa salahnya ngecek hp istri " ucap Alex mendekati Cahaya untuk memberi hp milik nya.


**


Setelah melepas gaun dan menghapus make up nya, Cahaya pun mengenakan baju tidur miliknya yang di belikan Alex.


" Saya belum siap, gimana ini " batin Cahaya karena takut tidur dengan Alex.


" Aya, sini gak capek apa di situ berdiri? tanya Alex memanggil Cahaya.


" I-iya mas "


Kini Cahaya sudah berada tepat di samping kasur itu dengan rasa deg degan.


" Ck . . . ! Ngapain masih berdiri? Sini! " ucap Alex menarik tangan Cahaya yang langsung terjatuh di atas kasurm


" Aduh jangan narik narik bisa ga sih mas? Sakit tangan saya tau! " Ucap Cahaya dengan penuh kesal.


" Iya iya maaf, sini tidur " ucap Alex membaringkan Cahaya.

__ADS_1


Kini Cahaya dan Alex pun sudah tidur di satu ranjang.


__ADS_2