
Sampai
di apartemen Almeta langsung masuk ke dalam kamarnya, Almeta menangis
sejadi-jadinya bahkan dia sambil memukul dadanya yang terasa sangat sakit.
Almeta tidak bisa menggambarkan bagaimana dengan perasaannya saat ini, dia
sangat begitu hancur, kenapa saat dia benar-benar mencintai Danny harus
menerima kenyataan dimana Danny menghamili mantan kekasih. Selama ini memang
Almeta yang terlalu bodoh memang sejak awal pernikahannya bersama dengan Danny,
memang suaminya itu masih menjali hubungan dengan matan kekasihnya.
“Ya, tuhan. Apa yang harus aku lakukan,”
ucapnya.
Apa dia akan mampu menjalaninya jika Danny
menikah dengan mantan kekasihnya namun jika dia hanya bisa menerima keberadaan
anak Danny, lalu bagaimana nasib ibunya yang tanpa status, apa dia terlalu tega
melakukannya? Untuk berpisah dengan Danny, dia tidak akan pernah melakukan itu
karena apa yang telah dia miliki telah diambil oleh Danny.
“Aarrggghhhhh! Tuhan ini tidaklah adil bagiku,
kenapa engkau membuatku terus menerima cobaan yang jelas terlalu berat
untukku!” teriaknya, bahkan air matanya yang sedari tadi tidak mau berhenti dan
terus keluar dengan deras.
“Pranggg.”
Semua barang yang ada di kamarnya hancur sudah
karena Almeta, bahlan dia juga meninju kaca rias hingga melukai tanggannya yang
__ADS_1
kini sudah keluar darah yang begitu deras mengalir namun rasa sakit di
tangannya tidak seberapa dengan rasa sakit yang ada di dadanya, “Kamu brengsek
Dann,” umpatnya.
Lea yang sedang bersih-bersih mendengarkan
semuanya, bahkan dia juga sedikit khawatir dengan keadaan nonanya akan tetapi
dia juga tidak bisa melakukan banyak hal selain menghubungi tuannya. Ya, saat
Lea mendengarkan pecahan kaca dari kamar nona dan tuannya dia langsung bergegas
menghubungi Danny untuk segera kembali ke apartemen karena keadaan Almeta
sedang buruk. Lea hanya takut jika keadaan nonanya itu akan kembali seperti
awal mula dia saat bekerja di sini, bagaimana dia sangat merasa kasihan pada
nonanya.
Danny pun kembali, bahkan napasnya yang tidak teratur
mengeluarkan kunci cadangan yang dia miliki untuk membuka pintu kamarnya. Betapa
kagetnya saat Danny mengetahui keadaan kamar dan darah yang mengalir deras dari
tangan Almeta.
“Honey, apa yang kamu lakukan?” tanya Danny
yang menghampiri Almeta, dia juga membawa tubuh Almeta ke dalam pelukannya, dia
tahu ini adalah kesalahannya makan dari itu Almeta menjadi seperti saat ini.
“L-lepaskan a-aku Dann,” ucap Almeta dengan
nada yang bergetar, bahkan tangis Almeta semakin pecah begitu saja.
“Maafkan aku honey,” ucap Danny sekali lagi.
Akan tetapi Almeta masih menangis sambil
__ADS_1
memukul dada Danny, “Kamu brengsek Danny, kamu sudah menghancurkan hidupku dari
awal dan kamu sudah mengambil semuanya dari aku, Dann. Sekarang kamu dengan
santainya bilang jika kekasih kamu hamil lalu bagaimana denganku Dann, aku
istri kamu, b-bukan tapi istri yang tidak pernah dianggap hanya saja aku yang
terlalu bodoh yang sangat mencintaimu,” ucap Almeta.
Danny melepaskan pelukannya dan memegang dagu
Almeta agar mereka saling bertatap, “Dengar Al, kamu adalah istriku dan
selamanya kamu adalah istriku dan tidak akan pernah ada wanita lain yang bisa
menggantikan kamu. Soal Cheona adalah urusanku dan kita bisa mengambil jalan
lain honey, aku mohon kamu jangan seperti ini, jangan pernah menyakiti dirimu
sendiri Al.”
Almeta tersenyum kecut, “Jalan apa Dann, apa
kamu juga tidak merasa kasihan padanya? Dia juga seorang wanita Dann sama
dengan diriku yang memiliki perasaan. Kenapa kamu sangat mudah mengatakannya
Dann, bukankah dulu kamu juga sangat menyanyangi dan mencintainya dengan tulus
berbeda dengan diriku yang selalu mengemis cinta kepadamu Dann.”
“Sssttt, kenapa kamu biacara seperti itu
honey,” ucap Danny, lalu membawanya kedalam pelukannya lagi, entah kenapa
hatinya begitu sakit melihat Almeta yang seperti saat ini bahkan dia tidak
sanggup melihat Almeta seperti sekarang ini. Memang dia lelaki brengsek namun
dia juga tidak akan melepaskan Almeta begitu mudah karena bagaimana juga Almeta
istri sahnya.
__ADS_1