Terpaksa Menikah Karena Hutang

Terpaksa Menikah Karena Hutang
Apa Yang Disembunyikan Mas Alex


__ADS_3

Selesai makan pagi bersama, Alex langsung mengajak Cahaya untuk ke suatu tempat.


" Saya mau ajak kamu ke suatu tempat " ucap Alex sembari membersihkan mulutnya dengan tisu.


" K-kemana mas? " tanya Cahaya


" Udah ikut aja, ganti pakaianmu lalu pergi ke depan " ucap Alex.


Cahaya masuk ke dalam kamar Alex, ia melihat kamar yang sangat berantakan. Bunga bunga yang di hias di atas kasur telah berserakan ke bawah lantai.


Ia mengingat kejadian kemarin malam, ia pun menangis tak henti henti, karena perbuatan Alex pada dirinya.


" Kenapa saya harus nikahh sama dia? dunia begitu kejam pada ku! batin Cahaya.


Sembari mata nya mengeluarkan banyak air.


Selesai mengganti pakaian nya, ia pun turun dari kamar itu dan pergi keluar rumah melewati lift.


Sesampainya di depan rumah Alex, ia melihat mobil mewah menuju ke arah nya.Tidak lain itu adalah mobil Alex yang paling mahal dan paling ia sayangi.


" Ayok naik " ucap Alex membuka kaca mobil mewahnya.


Tanpa basa basi Cahaya pun menaiki mobil milik Alex yang sangat mewah itu.


**Di perjalanan**


" M-mas kita m-mau ke mana? " Tanya Cahaya kebingunganm


" Ke rumah saya " ucap Alex membuat Cahaya kaget.


" Haaa . . . ! B-bukan nya rumah mas Alex yang tadi " ucap Cahaya menatap Alex.


" Eh salah, maksud saya rumah baru kita "

__ADS_1


" Apaaa? kita " ucap Cahaya kaget mendengar ucapan Alex yang mengatakan kita.


" Ya. Rumah itu aku beliin untuk kita berdua dan anak-anak kita nanti " ucap Alex memandang Cahaya sekilas.


Cahaya terdiam mendengar ucapan Alex, ia terus menatap Alex.


" kok mas Alex bisa ya suka sama gadis seperti saya? Apa dia cuma mau tubuh saya aja, mana mungkin CEO ganteng, kaya raya lagi, suka sama saya yang hanya seorang gadis desa " ucap batin Cahaya.


" Kok liatin saya? Terpesona? " ucap Alex dengan pedenya.


" Idih mas kepedean, saya gak liat mas kok," ucap Cahaya berbohong.


** Sampai di rumah baru Alex **


Cahaya dan Alex pun turun dari mobil dan mereka memasuki rumah mewah Alex. Kini Cahaya tepat di depan pintu yang sangat besar, dan saat ingin membuka pintu.


Pelayan Alex langsung membukakan dari dalam rumah Alex.


" Silahkan Tuan, Nona " ucap Pelayan yang bernama Sisil.


" Mas rumahnya besar banget " ucap Cahaya.


" Hmm . . . Biasa aja " ucap Alex dengan sepelenya


Alex menarik tangan Cahaya ke dalam lift mewah.


" Mas kok ke lift? " tanya Cahayan.


" Saya mau ngomong sama kamu. Penting! " Ucap Alex.


**


Selesai menaiki lift

__ADS_1


Alex langsung menarik kembali tangan Cahaya dan membawa Cahaya ke sebuah ruangan.


" Mas kok ke sini? " tanya Cahaya


" Udah ayo duduk " ucap Alex sembari menepuk sofa di sampingnya.


Kini Cahaya duduk tepat di sebelah kiri Alex, mereka duduk di sofa mahal dan mewah.


" Mas mau ngomong apa? " tanya Cahaya sembari melihat Alex.


" Gini Aya . . ., saya boleh minta tolong gak? " ucap Alex menatap Cahaya serius.


" Emm . . . , Boleh " jawab Cahaya.


" Jadi gini, kamu bisa gak jangan keluar dari dalam rumah ini sebelum saya menyuruh nya? ucap Alex dengan sangat serius


" Hmm . . . Kenapa mas? "


" Pokoknya jangan banyak tanya, nurut aja dan patuhi aturan yang saya buat! " ucap Alex


" P-peraturan apa? "


" Peraturannya jangan keluar rumah, gak boleh pesan barang online pake nama kamu, karena itu bisa mengecek di mana lokasi kamu! ucap Alex penuh mistery( sebenarnya apa ya yang di rahasiakan Alex pada Cahaya )


" O-oke mas " ucap Cahaya kebingungan dengan ucapan Alex.


" Kok mas Alex tiba tiba gini sih? Apa yang di tutupin ya " batin Cahaya.


***


Malam pun tiba, pukul menunjukkan 22.43 WIB, sedangkan Alex belum pulang ke rumah barunya. Cahaya sangat khawatir dengan ibunya, karena pertama kali ia tidak bertemu ibunya dalam sehari.


" Ibu kabarnya gimana ya? Apa aku telfon aja kali " batin Cahaya.

__ADS_1


Cahaya saat itu sangat khawatir sampai sampai, ia menelefon ibunya yang bernama Erina. Hp ibu Cahaya pun berbunyi.


__ADS_2