Terpaksa Menikah Karena Hutang

Terpaksa Menikah Karena Hutang
Pertemuan


__ADS_3

Pagi-pagi buta sekertaris jems sudah menghubungi tua Abram menginformasikan bahwa akan ada pertemuan antara tuan mudah arya dan nona aran...


"hoa..hoaaa..." beberapa kali aran memejamkan mata mengumpulkan tenanga agar bangun dari tidur. aku segera mencuci muka lalu bergegas keluar kamar menuju meja makan.


krekk...suara pintu kamar terbuka


"pagi synk..." sapaan ibu emy


"pagi bu.." jawab aran


"ada apa ini kenapa semua menatap aku seperti itu ,,apa ada yang aneh" gumam ku bertanya-tanya


"ada apa ya,,bu? " aku segera bertanya toh rasanya ada yang tidak beres di sini,


"ayoh duduk synk makan makanan mu lalu mandi,hari ini jangan bekerja ya..." perkataan ayah membuat ku sedikit bingung


"memangnya kenapa ya??" tanya ku lagi berharap ayah dan ibu menjawabnya dengan jujur


"kamu akan bertemu dengan tuan muda arya ..." jawab ayah seolah -olah petir di pagi hari


Aku sangat kebingungan, siapa dia yang di maksud oleh ayah dan kenapa juga harus bertemu, apa urusannya dengan ku.


"apa yang barusan ayah katakan !!" perkataan ku setengah berteriak.


"kenapa harus bertemu,,memangnya ada urusan apa?" Tambah ku lagi membantah.


"nak kamu akan menikah dengan tuan muda arya,,," perkataan ayah seketika membuat ku terhenti bernafas


"apa kalian ini gila ya, aku tidak akan perna menikah dengan lelaki yang sama sekali tidak ku kenali ..." aku memukul meja, menolak keras akan perkataan ayah

__ADS_1


"cihh dasar anak tidak tahu di untung kamu ya.." seketika perkataan ibu membuat ku sangat kecewa, bukanya membelah ku tetapi malah mengatakan sesuatu yang tidak ingin ku dengar.


"aran inikan hitung-hitung balas budi kamu terhadap kami,karena kami sudah membesarkan mu inilah saatnya kamu balas budi donk..." lagi-lagi perkataan ayah sangat menyakitkan membuat ku sangat kecewa.


"cih apa kata ayah balas budi..hh itukan memang kewajiban ayah karna sudah mencetak aku hingga lahir di dunia kalau ngk siap ngk usah kali..." gunanya kesal


"aran ngk akan pergi,,," perkataan ku menolak


plak...suara tamparan keras di pipi ku karena membantah


" ibu..." teriak ku hiks..hiksss aku menangis


"kenapa ibu menampar ku apa salah ku bu?,,," tambahku lagi,dalam kondisi air mata yang begitu banyak. menetes pipi rasanya sangat sakit.


"masih bisa bertanya rupanya ya!!ayah mu jatuh bangkrut karna itu kamu harus membantunya dengan menikah dengan tuan muda arya, ini saatnya kamu harus balas kebaikan kami aran..." perkataan ibu sangatlah menyakitkan, tak kusangka semuanya bisa seperti ini


hiks..hikss aku hanya menangis lalu meninggalkan meja makan...


"pah dia itu sudah kurang ajar,tidak tau di untung.." jawab ibu dengan raut wajah memerah marah


di dalam ruangan yg sedikit kecil ia kamar aran ia terus menagis dan menyaring kata-kata ibunya..


"Uhh memang aku harus balas budi..hikss hikss...aku harus bagaimana tuhan, tapi aku belum siap menikah, aku mau menikah dengan lelaki yang ku cintai, tapi ibu juga benar..." aku membenarkan kata-kata ibunya...


waktu sudah menujukan pukul11:00,sementara aran masih berfikir keras Hingga akhirnya ...


"baiklah mungkin aku sedikit tidak suka ibu tapi ayah sudah berusaha membesarkan ku mungkin ini saatnya aku balas budi.." pikir ku tidak mau berfikir terlalu keras


"aran bersiaplah sekertaris tuan mudah akan menjemput mu..." perkataan ibu

__ADS_1


jrengg mata ku melotor kaget.." apa!!sekertaris tuan muda,akukan belum menjawab apa-apa,hu benar tanpa ku jawab juga ibu pasti sudah mengiyakan dasar nenek lampir gila harta.." aku sedikit kesal, selalu saja ibu seperti itu.


aran keluar dari kamar ..melihat seseorang yang berdiri di balik pintu rumahnya...


"Mari nona biar ku antar.." jems membuka pembicaraan, lalu membukakan pintu agar aku masuk ke dalam mobil


aku hanya terdiam menatap ibunya yang sudah mengancam ku. ia ibulah yang memberi saran kepada ayah agar menihkankan aku dengan tuan muda arya dan ayah hanya mengiyakan,,,


"masuklah nona" perintah jems membuka pintu mobil agar aaku segera masuk


"baik terimakasih ya..." jawab ku tersenyum


"Mobil berjalan ,," aku terus terdiam memikirkan apa yang harus aku katakan saat berhadapan dengan aryA..


"baiklah aku akan selalu tersenyum dan akan menjawab Dengan santai saja, aku tidak boleh terlihat kaku atau pun gugup." pikir ku


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


sampai jumpa di eps baru😊*


__ADS_2