
Mungkin ini tidak adil untuk Almeta akan tetapi dirinya juga tidak bisa berbuat banyak hal, dia hanya bisa menangis dan akan tertidur jika lelah lalu paginya akan terbangun dan semuanya akan baik-baik saja. Almeta melakukan itu sudah satu bulan, bahkan Danny yang semakin jarang untuk pulang, suaminya itu sibuk dengan mantan kekasihnya. Begitu sakitnya jika Almeta melihat kedekatan Danny pada mantan kekasihnya yang begitu terlihat sangag hangat dan bahkan Danny juga banyak tertawa dibandingkan saat Danny bersama dengannya.
Pagi ini Almeta menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri karena semalam Danny tidak kembali pulang ke apartemen lagi. Almeta tidak bisa melarang Danny atau dia akan marah dan berakhir Danny memperlakukannya dengan kasar. Ya, Danny kembali ke sifat awal pernikahannya dimana dia selalu menyiksa Almeta setiap hari.
“Nona, kamu sedang buat sarapan?” Lea yang baru saja datang menghampiri Almeta yang sibuk memasak, bahkan Lea juga dapat melihat jika Almeta memasak sambil melamun.
“Lea, kamu membuatku kaget saja. Iya, apa kamu sudah sarapan kalau belum mari kita sarapan bersama lagi pula aku juga memasak begitu banyak,” ajak Almeta, dia berjalan kesana kemari untuk menyiapkan semuanya sedangkan Lea menatap nonanya dengan rasa kasihan akan tetapi dirinya juga tidak bisa membantnya.
__ADS_1
“Nona, biar aku bantu,” ucap Lea yang segera mengambil piring dari tangan Almeta, Lea juga menyuruh nonanya untuk duduk di meja makan.
Akhirnya mereka pun sarapan bersama, sesekali Lea menatap ke piring Almeta yang bahkan makanannya masih utuh dan tidak berkurang sedikit pun. Lea tahu apa yang dirasakan nonanya akan tetapi nonanya juga harus makan agar memiliki tenaga. Lea juga dapat melihat perubahan tubuh nonanya yang bahkan semakin kurus dan terkadan Lea juga mendapati nonanya menangis dan berujung matanya akan terlihat bengkak keesokan paginya.
Hari berjalan begitu cepat, tidak terasa hari sudah larut malam sedari tadi Almeta yang mencoba menutup matanya agar tertidur namun kenyataannya dia tidak bisa tidur sama sekali. Almeta beranjak dari ranjang dan berjalan keluar kamar dan saat itu bertepatan Danny sudah berada di depan pintu kamar dengan penampilan acak-acakan dan bau alkohol yang begitu sangat menyengat.
Akan tetapi Danny bukannya menjawab, dia langsung membawa tubuh Almeta ke dalam pelukannya. Mungkin ada setengah jam mereka berpelukan hingga akhirnya Danny melepaskan pelukannya dan masuk ke dalam kamar tidak lupa menutupnya. Danny langsung menarik tangan Almeta untuk masuk ke dalam kamar mandi, Almeta hanya menurut saja bahkan dia sama sekali tidak memberontak. Danny menyalakan air shower hingga air dingin membasahi tubuh mereka berdua, Danny menatap wajah Almeta begitu sangat lekat hingga bibir mereka berdua menyatu.
__ADS_1
Tangan Danny juga tidak diam begitu saja, tangan Danny melepaskan kancing kemeja yang digunakan oleh Almeta malam ini dengan begitu mudah. Entah apa yang terjadi dengan Danny malam ini namun Almeta tidak ingin banyak bicara, Almeta hanya menuruti apa yang akan dilakukan oleh Danny.
“Eugh.” Lenguhan itu berhasil lolos dari bibirku dimana tangan Danny yang mempermainan area intimku. Aku bahkan juga mengalungkan tanganku ke leher Danny, bahkan gerakan tangan Danny kini semakin dipercepat hingga membuatku mendapatkan pelepasan pertama.
Tidak sampai di situ saja permainan kami terus berlanjut di bathub. Danny membawaku ke bathub untuk berendam bersama sambil berhubungan dan malam ini Danny juga melakukannya dengan sangat lembut dan hati-hati.
“Apa kamu menikmatinya honey,” bisiknya, lalu Danny mengulum telingaku yang membuatku semakin berhasrat tinggi dan mungkin sebentar lagi aku akan kembali mendapatkan pelepasan kembali, malam ini kami melakukan begitu lama bahkan Danny juga mengajakku dengan berbagai gaya hubungan intim yang selama ini Danny tidak pernah melakukannya bersama denganku atau bahkan sangat jarang dan bisa dihitung berapa kali kita melakukan hubungan intim selama pernikahan kami.
__ADS_1