
***
Pagi pun tiba, waktu menunjukkan pukul 06.47. Kedua pasutri itu masih tertidur di atas ranjang yang sama, tubuh mereka di tutupi oleh balutan selimut berwarna putih itu. Hingga salah satu dari mereka terbangun.
" Huahh... Emm Cahaya " ucap Alex yang baru bangun.
Alex membuka matanya perlahan lahan, ia menatap ke arah langit langit kamar itu. Akhirnya ia melihat Cahaya yang tengah tidur di sampingnya sembari memeluk dirinya saat itu juga.
Seketika Alex membuat senyuman di bibirnya saat melihat Cahaya memeluk nya dengan erat. Alex menci*m kening Cahaya dengan penuh kasih sayang.
" Cantik " guma'm batin Alex
Cahaya pun terbangun dari tidur nya, ia membuka matanya perlahan lahan dan menatap wajah suaminya Alex yang tampan itu. Alex hanya menatap Cahaya diam dan begitu juga Cahaya, menatap Alex dengan diam tak berbicara.
Hingga Cahaya membuka topik pembicaraan, tetapi sebelum itu ia melepas tangan nya dari tubuh Alex.
" M-mas Alex, kenapa liatin aku kayak gitu? Tanya Cahaya yang langsung mengalihkan matanya dari Alex.
Alex tidak menjawab, ia malah terus menatap wajah cantik Cahaya dan sesekali ia menatap ke arah tubuh Cahaya.
" Mas Alex lihat apaan hahh? Ucap Cahaya yang tahu bawa Alex tengah menatap tubuh nya.
" Lihat bidadari " gombal Alex
Cahaya tersipu malu mendengar nya, pipi chuby miliknya sudah mulai memerah, tapi ia berusaha agar tidak ter-ihat seperti orang tergombal.
" Mas Alex apaan sih ga usah gombal " ucap Cahaya yang memukul bidang dada Alex
" Hahaha. Ayo bangkit, dari tadi tubuh mu menempel terus dengan ku " ucap Alex.
Cahaya yang mendengar nya cukup malu, ia menjauhkan tubuh nya Alex dari dirinya. Ia menyadari bahwa ia tidak mengenakan busana sama sekali.Tetapi Alex masih menggunakan celana panjang milik nya.
" M-mas baju aku gimana? Tanya Lia polos yang menatap pakaian nya tergeletak di lantai akibat ulah Alex.
" Ehmm..., Gak usah pake baju " ucap Alex sembari menunjukkan senyum m3sum nya
" Mas gila apa, aku pakek baju apa dong kan baju aku udah kotor " ucap Cahaya dengan muka murungnya nya.
__ADS_1
" Ck gak murung gitu, nanti saya suruh Neta anterin baju kamu ke sini " ucap Alex, yang bangkit dari kasurm
" Ya-yaudah cepat telfon dia mas, aku udah gerah mau mandi " ucap Cahaya.
" Sabar, ini juga hanphone nya masih di buka " ucap Alex yang memegang hanphone nya.
****
Skip.
Alex dan Cahaya tengah berada di dalam mobil megah milik Alex yang berwarna hitam pekat itu serta ada sopir Alex di dalam nya.
" Jalan! Pintah Alex pada sopirnya itu
" Baik Tuan, tapi kita ke mana? " Ucap sopir itu yang bernama Toni.
" Ke mana lagi kalau bukan ke rumah saya?! Cepat jalan " bentak Alex pada sopir pribadinya itu
Sopir nya itu pun langsung menjalan kan mobil itu perlahan lahan keluar dari daerah hotel itu. Cahaya hanya diam tak bersuara sembari menatap ke arah jalan lewat kaca jendela mobil itu. Sedangkan Alex ia sibuk bermain hanphone dan tidak memperhatikan sekelilingnya. Bahkan ia tidak menatap Cahaya yang tengah duduk di samping nya itu.
" Mas? mas dengar aku gak sih?! " Tanya Cahaya pada Alex.
Pasalnya Alex sangat sibuk bermain hanphone sampai tak mendengar ucapan istrinya Cahaya itu.
" Mass Alexx!!! " teriak Cahaya.
" Kenapa? Kenapa triak triak? Tanya Alex khawatir.
" Ada bakso mas, aku mau itu " ucap Cahaya.
" Ck gak boleh, lagian udah lewat gak usah putar balik lagi, " Ucap Alex dengan santai nya.
" Mas aku kepengen bakso itu " ucap Cahaya yang menarik tangan Alex.
" Gak! Turun derajat saya makan bakso di warung " ucap Alex yang menatap malas Cahaya.
" Hiks, padahal yang mau kan dia juga " ucap Cahaya yang memegang perut nya yang masih agak datar.
__ADS_1
Alex menatap ke arah Cahaya kasihan, tetapi Alex tetap berusaha untuk tidak mau pergi bersama Cahaya untuk memakan bakso di warung tadi.
" Ck gak usah jadi alasan itu bayi, kalau mau bakso beli di tempat yang lebih mewah aja " ucap Alex.
" Gak mau mas, aku mau di tempat yang tadi aja " ucap Cahaya yang terus menolak.
" Terserah tapi saya gak mau " ucap Alex yang kembali menatap hanphone iphone miliknya.
" Jahat banget sih, padahal banyak uang tapi pelit " ucap Cahaya yang menjauhkan duduk nya dari Alex.
Alex masih tidak perduli walau wajah Cahayq sudah cemberut. Alex malah fokus pada hanphone nya, dan sopir itu kasihan melihat Cahaya yang sedih tetapi apa daya dirinya?
Di perjalanan sekitar setengah jam itu Cahaya masih cemberut, bahkan ia tidak mau menatap Alex suaminya karena telah menolak keinginan nya.
" Kenapa diam? " Tanya Alex pada Cahaya yang masih menatap ke arah kaca jendela.
Tidak ada respon dari Cahaya.
" Hei, apa kau marah? " Ucap Alex yang mulai mendekat ke arah Cahaya.
" Jangan marah, lagian di depan sana bakalan lewat tukang bakso. Kita makan di sana aja, lagian di sana lebih enak " ucap Alex yang memegang bahu Cahaya.
" Gak! Aku gak suka bakso " ucap Cahaya yang menjauhkan bahunya dari tangan Alex.
" Lah, tadi minta bakso " ucap Alex yang bingung akan istrinya.
" Gak jadi " ucap Cahaya yang cemberut.
Cahaya masih menatap kaca jendela mobil itu, Alex pun meletakkan hanphone nya di dalam kantung celana nya tetapi tiba tiba saja hanphone nya berbunyi.
Ttrrtt
Ttrrtt
[ Halo, ada apa? ]
[ Kamu d-
__ADS_1