Terpaksa Menikah Karena Hutang

Terpaksa Menikah Karena Hutang
Bab 43


__ADS_3

Satu


minggu sudah Danny sibuk dengan pekerjaannya, bahkan dia juga sudah beberapa


hari ini tidur di kantor dan tidak kembali ke apartemen, di sisi lain dia juga


berusaha menghindari Almeta. Ya, Danny memang sengaja melakukannya agar dia


tidak bertemu dengan Almeta, dia masih enggan membahas masalah beberapa hari


yang lalu, dia masih enggan membahasnya lebih dalam lagi.


 “Pagi, kenapa kamu tidak pulang ke apartemen


beberapa hari ini. Padahal aku sangat mengkhawatirkan dirimu,” ucap Almeta yang


baru saja masuk ke dalam ruangannya dan itu juga membuat kaget Danny karena


memang sebelumnya Almeta tidak memberi tahu jika dia akan datang ke kantornya.


 Almeta berjalan menuju sofa, dia meletakkan


paper bagnya dan setelahnya dia menatap Danny dengan senyum manisnya. Almeta


tersenyum manis seperti biasanya seolah memang tidak pernah terjadi apa-apa


pada mereja berdua, Almeta berjalan mendekati Danny lalu dia juga memberanikan


duduk di pangkuan Danny.


 “Aku sangat merindukan kamu, harusnya kamu


pulang atau setidaknya kamu mengirimi aku kabar,” ucapnya.


 “Maafkan aku Al, aku memang sangat sibuk


hingga aku mengabaikan kamu,” ucap Danny.


 Almeta menggelengkan kepalanya, dia juga


menaruh jari telunjuknya di bibir Danny, “Ssstt, kamu tidak perlu meminta maaf


padaku, aku tahu jika kamu memang sangat sibuk.” Setelahnya Almeta mencium


bibir Danny, ciuman yang dilakukan oleh Almeta sangat lama hingga akhirnya

__ADS_1


Danny membalas ciuman isrtinya. Jujur saja dia juga sangat merindukan istrinya


namun dia melakukan ini karena ingin menjaga jarak dengan isrtinya untuk


sejenak namun ternyata dia sangat tersiksa atas apa yang dia lakukan.


 Sampai akhirnya mereka melakukan hubungan


intim di ruangan Danny, beruntung saja Danny dengan sigap mengunci pintu


ruangannya dengan remote jadi tidak aka nada sembarang orang masuk. Mereka menikmati


percintaan mereka setelah sekian lama tidak melakukannya kini mereka kembali


melakukannya, Danny sangat merindukan tubuh istrinya yang begitu menggoda dan


membuatnya tergila-gila. Ya, mereka melakukannya di saat hari masih pagi,


bahkan Almeta sampai lupa dengan tujuan awalnya datang ke kantor suaminya untuk


mengantarkan sarapan untuk Danny namun mereka melakukan olahraga di pagi hari.


 Selesai melakukannya baik Danny dan Almeta


membersihkan tubuh mereka di kamar mandi yang ada di ruangan Danny, mereka


hingga mereka melakukannya kembali selama satu jam di kamar mandi. Kini mereka


sudah rapi kembali dan Almeta juga menyuruh suaminya untuk mengisi perutnya


lebih dulu, dia mengeluarkan makanan yang dia bawa tadi.


 “Terima kasih honey,” ucap Danny.


 “Hm, kamu tidak perlu mengucapkan terima


kasih. Ini sudah tugasku untuk melakukannya untukmu, bagaimana dengan


masakanku?” tanya Almeta sambil menatap Danny.


 “Selalu enak,” ucap Danny sambil menyuapkan


makanan ke dalam mulutnya.


 “Apa nanti kamu juga akan tidur di kantor lagi

__ADS_1


dan tidak akan pulang?” tanya Almeta.


 Danny menghentikan makannya, dia juga


meletakkan kembali ke meja lalu membawa tubuh istrinya ke dalam pelukannya, dia


merasa bersalah karena telah melakukan ini pada Almeta. Seharusnya memang dia


tidak melakukan ini, “Maafkan aku honey, namun kamu juga perlu tahu satu hal. Sebelumnya


aku minta maaf padamu Al namun aku harus jujur denganmu dan aku juga tidak


ingin menutupinya lebih lama lagi. Cheona hamil, dia hamil anakku dan aku juga


harus bertanggung jawab pada Cheona dan mungkin aku juga akan menikahinya.”


 Almeta melepaskan pelukannya, dia menatap


manik mata Danny. Tergambar jelas jika Danny memang berkata jujur, “A-aku tidak


mau di madu Dann, aku akan menolaknya jika kamu menikahi Cheona. Mungkin aku


egois karena memang saat ini aku sangat mencintaimu dan memang aku tidak ingin


kehilangan kamu Dann, ok, aku bisa menerima kehamilan Cheona namun tidak dengan


kamu menikahi Cheona,” ucap Almeta, bahkan saat ini dia berpura-pura untuk


bertahan kuat, dia tidak boleh menangis untuk saat ini walau sebenarnya hatinya


hancur berkeping-keping setelah mendengar apa yang keluar dari mulut Danny. Rasa


sakitnya yang sudah tidak bisa dia gambarkan, rasa sesak di dadanya membuatnya


sulit untuk bernapas, sampai akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke


apartemen.


 Sepanjang perjalanan menuju apartemen air mata


Almeta keluar begitu deras bahkan untuk berhenti saja tidak bisa, berkali-kali


juga Almeta mengusap air matanya dengan kasar. Kenapa Danny sangat tega


melakukan semuanya, selama ini dia selalu merasaka sakit baik fisik atau pun

__ADS_1


batinnya, dimana Danny yang terus melakukannya kepadanya tanpa ada henti meski


dia selalu menganggap jika nantinya akan baik-baik saja.


__ADS_2