
Satu
minggu sudah Danny sibuk dengan pekerjaannya, bahkan dia juga sudah beberapa
hari ini tidur di kantor dan tidak kembali ke apartemen, di sisi lain dia juga
berusaha menghindari Almeta. Ya, Danny memang sengaja melakukannya agar dia
tidak bertemu dengan Almeta, dia masih enggan membahas masalah beberapa hari
yang lalu, dia masih enggan membahasnya lebih dalam lagi.
“Pagi, kenapa kamu tidak pulang ke apartemen
beberapa hari ini. Padahal aku sangat mengkhawatirkan dirimu,” ucap Almeta yang
baru saja masuk ke dalam ruangannya dan itu juga membuat kaget Danny karena
memang sebelumnya Almeta tidak memberi tahu jika dia akan datang ke kantornya.
Almeta berjalan menuju sofa, dia meletakkan
paper bagnya dan setelahnya dia menatap Danny dengan senyum manisnya. Almeta
tersenyum manis seperti biasanya seolah memang tidak pernah terjadi apa-apa
pada mereja berdua, Almeta berjalan mendekati Danny lalu dia juga memberanikan
duduk di pangkuan Danny.
“Aku sangat merindukan kamu, harusnya kamu
pulang atau setidaknya kamu mengirimi aku kabar,” ucapnya.
“Maafkan aku Al, aku memang sangat sibuk
hingga aku mengabaikan kamu,” ucap Danny.
Almeta menggelengkan kepalanya, dia juga
menaruh jari telunjuknya di bibir Danny, “Ssstt, kamu tidak perlu meminta maaf
padaku, aku tahu jika kamu memang sangat sibuk.” Setelahnya Almeta mencium
bibir Danny, ciuman yang dilakukan oleh Almeta sangat lama hingga akhirnya
__ADS_1
Danny membalas ciuman isrtinya. Jujur saja dia juga sangat merindukan istrinya
namun dia melakukan ini karena ingin menjaga jarak dengan isrtinya untuk
sejenak namun ternyata dia sangat tersiksa atas apa yang dia lakukan.
Sampai akhirnya mereka melakukan hubungan
intim di ruangan Danny, beruntung saja Danny dengan sigap mengunci pintu
ruangannya dengan remote jadi tidak aka nada sembarang orang masuk. Mereka menikmati
percintaan mereka setelah sekian lama tidak melakukannya kini mereka kembali
melakukannya, Danny sangat merindukan tubuh istrinya yang begitu menggoda dan
membuatnya tergila-gila. Ya, mereka melakukannya di saat hari masih pagi,
bahkan Almeta sampai lupa dengan tujuan awalnya datang ke kantor suaminya untuk
mengantarkan sarapan untuk Danny namun mereka melakukan olahraga di pagi hari.
Selesai melakukannya baik Danny dan Almeta
membersihkan tubuh mereka di kamar mandi yang ada di ruangan Danny, mereka
hingga mereka melakukannya kembali selama satu jam di kamar mandi. Kini mereka
sudah rapi kembali dan Almeta juga menyuruh suaminya untuk mengisi perutnya
lebih dulu, dia mengeluarkan makanan yang dia bawa tadi.
“Terima kasih honey,” ucap Danny.
“Hm, kamu tidak perlu mengucapkan terima
kasih. Ini sudah tugasku untuk melakukannya untukmu, bagaimana dengan
masakanku?” tanya Almeta sambil menatap Danny.
“Selalu enak,” ucap Danny sambil menyuapkan
makanan ke dalam mulutnya.
“Apa nanti kamu juga akan tidur di kantor lagi
__ADS_1
dan tidak akan pulang?” tanya Almeta.
Danny menghentikan makannya, dia juga
meletakkan kembali ke meja lalu membawa tubuh istrinya ke dalam pelukannya, dia
merasa bersalah karena telah melakukan ini pada Almeta. Seharusnya memang dia
tidak melakukan ini, “Maafkan aku honey, namun kamu juga perlu tahu satu hal. Sebelumnya
aku minta maaf padamu Al namun aku harus jujur denganmu dan aku juga tidak
ingin menutupinya lebih lama lagi. Cheona hamil, dia hamil anakku dan aku juga
harus bertanggung jawab pada Cheona dan mungkin aku juga akan menikahinya.”
Almeta melepaskan pelukannya, dia menatap
manik mata Danny. Tergambar jelas jika Danny memang berkata jujur, “A-aku tidak
mau di madu Dann, aku akan menolaknya jika kamu menikahi Cheona. Mungkin aku
egois karena memang saat ini aku sangat mencintaimu dan memang aku tidak ingin
kehilangan kamu Dann, ok, aku bisa menerima kehamilan Cheona namun tidak dengan
kamu menikahi Cheona,” ucap Almeta, bahkan saat ini dia berpura-pura untuk
bertahan kuat, dia tidak boleh menangis untuk saat ini walau sebenarnya hatinya
hancur berkeping-keping setelah mendengar apa yang keluar dari mulut Danny. Rasa
sakitnya yang sudah tidak bisa dia gambarkan, rasa sesak di dadanya membuatnya
sulit untuk bernapas, sampai akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke
apartemen.
Sepanjang perjalanan menuju apartemen air mata
Almeta keluar begitu deras bahkan untuk berhenti saja tidak bisa, berkali-kali
juga Almeta mengusap air matanya dengan kasar. Kenapa Danny sangat tega
melakukan semuanya, selama ini dia selalu merasaka sakit baik fisik atau pun
__ADS_1
batinnya, dimana Danny yang terus melakukannya kepadanya tanpa ada henti meski
dia selalu menganggap jika nantinya akan baik-baik saja.