
Sudah ada satu minggu Danny berada di kota Nice, dia
bahkan belum ada rencana untuk kembali ke apartemen. Dia bahkan beberapa hari
ini sering di telepon oleh Almeta dan dia menjawab jika dia sedang sibuk dan
untuk kembali pulang belum bisa dipastikan dan tentu saja semuanya itu bohong,
hanya saja untuk saat ini memang Danny tidak ingin bertemu dengan Almeta.
Danny yang sedang duduk di balkon dengan menikmati
kopi buatan Cheona dan tangannya yang sedang memegang ipad, dia sedang kerja
dan bahkan dia sedari tadi sangat sibuk. Danny menghandle semua pekerjaan
melalui ipad yang selalu dia bawa, jika pekerjaan itu penting maka dia hanya
akan menyuruh orang kepercayaan atau dia terpaksa akan datang ke kantor karena
dia harus terjun sendiri dan tidak mau apa yang selama dia bangun saat ini
hancur begitu saja.
“Sampai kapan kamu akan sibuk Danny, bahkan kamu
selalu mengabaikanku pagi ini. Padahal hari masih pagi akan tetapi kamu terlalu
sibuk dengan dirimu sendiri dan pekerjaanmu, apa aku tidak sepenting untukmu
Danny?” tanya Cheona yang sudah berada di samping dengan kedua tangannya berada
di depan dada.
Danny seketika
__ADS_1
menghentikan aktifitasnya dan menoleh ke arah Almeta, dia menghembuskan napas
panjang, “Kenapa? Apa ada terjadi sesuatu, sebelumnya kamu tidak pernah masalah
dengan apa yang aku lakukan Cheona kenapa saat ini kamu begitu mempermasalahkan
semuanya. Apa yang selama ini aku lakukan padamu kurang, bahkan aku selalu
menuruti apa yang kamu inginkan tapi apa, bahkan saat ini kamu sudah mulai
memberontak Cheona.”
“Jelas aku melakukan itu Danny, karena saat ini kamu
sudah berubah dan bahkan kamu lebih mementingkan istri kamu dari pada aku yang
saat ini sedang mengandung anak kamu Danny!” teriak Cheona.
“Plakkk! Diam, sudah cukup Cheona, aku selama ini
selalu sabar tapi kamu selalu melebihi batasan kamu. Jika memang kamu tahu dari
memberikan kamu, tapi sekarang kamu hanya petaka buatku saja,” ucap Danny, bahkan
dia sudah dipenuhi dengan kabut gelap, dia sudah habis kesabarannya.
Cheona hanya
bisa menangis sambi memegangi pipi yang terasa panas dan perih, apa yang
dilakukan Danny sudah keterlaluan dan untuk saat ini bahkan Danny berubah
menjadi harimau yang ingin segera memakannya. Namun apa yang dia lakukan adalah
kebenaran dan memang seharusnya Danny mempertanggung jawabkan semuanya, mereka
__ADS_1
berdua melakukannya tanpa ada paksaan dan dari awal memang Danny ingin
menikahinya bukan? Namun karena wanita yang bernama Almeta itu datang dan
menikah dengan maka semua impianya hancur begitu saja dan posisinya yang
dianggap sebagai pelakor.
“Kamu benar-benar keterlaluan Danny dan saat ini kamu
berani melakukan kekerasan padaku Danny, kamu memang bukan Danny yang aku kenal
sebelumnya kamu orang lain yang bahkan aku sendiri tidak mengenalmu,” ucap
Cheona, lalu setelah itu Cheona pergi dari hadapan Danny, sedangkan Danny masih
terdiam di tempatnya dia juga masih syok dengan apa yang sudah dia lakukan. Untuk
ke dua kalinya dia melakukan ini pada Cheona dan dia memang benar-benar sudah
kelewat batasnya.
Danny mengusap wajahnya dengan kasar, “Arrgghh! Kamu memang
bodoh Danny, padahal ini semua adalah perbuatan kamu sendiri, andai dari awal
kamu tidak pernah melakukan kebodohan maka kejadiannya tidak akan serumit ini.”
Dari awal memang dirinya yang sudah memutuskan, namun
kenapa kali ini dia bahkan merasa bimbang akan perasaannya. Bahkan dia juga
semakin tidak tega dengan Almeta yang jelas sudah menjadi istri sahnya, akan
tetapi ada Cheona kekasihnya yang sedang menggandung buah hatinya dan dia juga
__ADS_1
tidak bisa menelantarkan Cheona begitu saja atau ini semuanya hanya akan
menjadi boomerang untuknya.