
Reva baru saja selesai memeriksa keadaan Almeta, dan keadaannya sudah membaik, bahkan Almeta juga sudah boleh dibawa pulang. Tidak lupa Danny mengucapkan terima kasih pada Reva, bahkan sebelum itu Danny juga sempat berpesan pada Reva untuk tidak memberi tahu Almeta yang sebenarnya, dia akan mengatakannya sendiri jika waktunya tepat untuk saat ini Danny ingin Almeta sembuh lebih dulu.
“Sebaiknya cepat atau lambat kamu segera kasih tahu Danny,” ucap Reva sambil menepuk bahu Danny pelan, dia tidak ingin jika sesuatu yang lebih buruk akan menimpa sahabatnya jika dia menutupi kebenaran pada Almeta.
“Ya, aku tahu Rev. Aku juga secepatnya akan memberi tahu dia, sekali aku berterima kasih kepadamu,” ucap Danny.
Reva menganggukkan kepalanya, dia juga tersenyum pada Danny lalu menyuruh Danny segera masuk ke dalam untuk menemui istrinya. Sedangkan dia akan segera pergi dan memeriksa pasien lain. Danny yang sudah masuk ke dalam melihat Almeta yang sedang duduk melamun, entah apa yang ada dipikirannya, Danny berjalan mendekat, dia duduk di samping Almeta.
“Apa yang sedang kamu pikirkan Al?” tanya Danny pelan hingga membuat lamunan Almeta buyar dan kini Almeta menoleh ke arah Danny.
__ADS_1
Almeta menggelengkan kepalanya, di tersenyum kecil, “Tidak ada, hanya saja aku sangat bosan di rumah sakit. Kapan kita akan pergi dari rumah sakit ini?” Almeta menatap pada Danny menunggu jawaban.
“Kita akan kembali ke apartemen, aku akan mengantarkan kamu ke apartemen tempat kita tinggal sekarang,” ucap Danny.
Almeta memgerutkan dahinya dengan tatapannya yang masih tertuju pada Danny, “Apa kamu akan pergi?” pertanyaan Almeta membuat Danny diam sejenak, sebenarnya dia juga tidak ingin pergi namun pekerjaan kali ini lebih penting dan tidak bisa ditinggalkan sama sekali.
Danny menghela nafasnya lalu membawa Almeta ke dalam pelukannya, “Maafkan aku, tapi aku ada pekerjaan yang sangat penting, aku harus pergi. Kamu tidak apa-apa bukan aku tinggal sendiri, nanti akan ada satu pelayan di apartemen, tapi dia hanya bekerja sampai jam 07.00 malam saja,” ucap Danny.
Danny melepaskan pelukannya, dia mencium kening Almeta dengan lembut, “Akan aku usahakan pulang cepat.” Sedangkan Almeta hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya, lagi pula dia juga akan ada temannya di apartemen. Danny langsung membawa Almeta untuk keluar dari ruangan dan dia juga menyuruh bodyguardnya untuk menebus obat di apotik lebih dulu.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Almeta hanya diam saja, bahkan Danny yang sesekali menoleh ke arah Almeta hanya bisa menghela nafasnya. Entah kenapa istrinya saat ini hanya diam saja karena biasannya istrinya ini akan terus melawan perkataannya namun tidak beberapa hari ini.
“Are you ok honey?” tanya Danny yang lagi-lagi membawa tubuh Almeta kedalam pelukannya, dia bahkan mengusap-usap punggung Almeta dengan lembut.
“Aku baik-baik saja Dann, aku hanya ingin istirahat,” ucapnya pelan, sedangkan Danny hamya mengangguk.
Sampai di apartemen Danny langsung membawa Almeta ke dalam kamar yang begitu luas, Danny juga menyuruh Almeta untuk istirahat. Dia juga akan menyuruh pelayan untuk masak makanan untuk minum obat Almeta, Danny juga berpamitan dia akan berusaha secepat mungkin untuk kembali tidak lupa juga Danny menyuruh pelayan memasak makanan sehat untuk istrinya. Danny berjalan cepat menuju mobilnya, dia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia tidak ingin terlambat untuk bertemu dengan kliennya.
Di sisi lain Almeta berbaring di atas ranjang sambil memainkan hp miliknya, dia menghela nafasnya lalu melihat pintu yang terbuka menampakkan seorang pelayan yang membawa nampan.
__ADS_1
“Nona sudah bangun? Ini saya bawakan makanan untuk nona, ayo cepat makan nona lalu minum obatnya,” ucap pelayan yang masih terlihat muda.
“Terima kasih,” ucap Almeta tersenyum, bahkan dia juga menerima nampan itu, dia melihat mangkuk yang berisi bubur di campur dengan sedikit sayur, ada buah-buahan juga. Sedangkan pelayan tadi juga berpamitan untuk keluar dari kamar karena masih ingin mengerjakan yang lainnya. Almeta menyantap bubur itu dengan lahap karena rasanya begitu enak di lidahnya, dia juga tidak lupa meminum obatnya.