
Pagi harinya aku terbangun, aku mengedarkan pandanganku ke samping dan aku bisa
melihat Danny yang masih nyenyak dalam tidurnya. Dia sangat begitu tampan dan
saat tertidur seperti saat ini ketampananya tidak berkurang sedikit pun, aku
meberanikan tanganku untuk menyentuh wajah Danny dengan pelan. Semalam Danny
pulang dengan keadaan bau alcohol, aku juga tidak tahu apa yang sedang terjadi
dengan Danny, aku dapat melihat wajah suamiku setiap pagi seperti saat ini
membuatku sangat senang walau sebenarnya memang aku bukan istri yang di
inginkan oleh Danny.
“Apa sudah puas dengan memandangi wajahku
sepagi ini.” Ucap Danny, bahkan matanya masih dalam keadaan tertutup.
Aku segera menarik tanganku dari wajah Danny,
sungguh aku sangat malu sekali karena ternayata Danny mengetahui dan sejak
kapan dia bangun? Oh, sial. Kenapa aku tidak tahu kalau dia sudah bangun lebih
dulu.
“M-maafkan a-aku,” ucapku.
Danny membuka matanya dan dia juga tersenyum
padaku, dia juga mengecup keningku dengan lembut. “Apa yang terjadi semalam
Almeta, kenapa aku tidak mengingatnya sedikit pun. Apa aku menyakitimu semalam?
Maafkan aku Al karena semalam aku pulang dengan keadaan mabuk,” ucap Danny
merasa bersalah.
“T-tidak, sebenarnya apa yang terjadi
denganmu?” tanyaku balik namun aku tidak berani menatap matanya, aku hanya
takut jika Danny akan marah padaku kembali. Aku hanya ingin Danny tidak
menghindariku lagi atau bahkan Danny meninggalkan aku sendirian di apartemen
__ADS_1
seperti apa yang dia lakukan selama beberapa bulan ini, aku hanya ingin Danny
pulang dan selalu di sisiku walau dia menyiksaku akan tetapi aku ikhlas.
“Bisakah aku tidak menjawabnya untuk saat ini,
bisakah kamu memberiku waktu untuk menceritakan semuanya Almeta. Aku hanya
ingin hari ini menghabiskan waktu bersama dengan dirimu,” ucap Danny.
Aku pun memberanikan diriku untuk menatap
Danny, “Aku tidak akan memaksamu untuk bicara saat ini, aku akan menunggunya
sampai kapan pun kamu ingin membicarakannya.”
“Terima kasih,” ucapnya.
Danny pun langsung membawa tubuhku ke dalam
pelukannya, dia mengusap rambutku dengan sangat lembut dan berkali-kali dia
mengecup puncak kepalaku. Jujur saja aku sangat senang Danny memperlakukan aku
seperti saat ini karena sebelumnya Danny sangat jarang melakukannya dan itu pun
Pagi ini kita juga sarapan bersama di restoran
dekat apartemen yang kita tinggali karena Danny tidak mengizinkan aku untuk
memasak. Aku bahagia? Ya, bahkan aku juga berdoa jika Danny tidak akan pernah
berubah lagi dan aku harap Danny akan seperti saat ini selamanya.
“Danny!” teriak seorang wanita sehingga
membuatku dan Danny menoleh ke belakang, dan saat itu juga aku bisa melihat
perubahan Danny. Dia terlihat marah dan tidak suka denga wanita yang
memanggilnya, dia bahkan juga meremas tanganku dengan kuat hingga membuatku
sedikit sakit namun aku tidak ingin menunjukkannya.
“Cheona, untuk apa kamu di sini?” tanya Danny
dengan suaranya yang sangat dalam dan dingin.
__ADS_1
“Kenapa
kamu tidak datang tadi malam?” tanyanya.
Aku masih diam saja dan memperhatikan wanita
yang bernama Cheona dan saat itu juga aku teringat, apakah dia adalah kekasih
Danny yang hamil itu? Akan tetapi perut wanita itu tidak besar atau memang
sudah melahirkan? Pertanyaan it uterus berputar di dalam kepalaku akan tetapi
aku sedikit pun tidak berani membuka suara.
“Buat apa? Ah, aku ingat. Apa untuk melihatmu
bermain gila dengan lelaki lain di atas ranjang? Selama ini aku percaya dengan
kamu Cheona akan tetapi aku lelaki bodoh yang bisa-bisanya percaya denganmu.
Dengar Cheona bahwa mulai saat ini tidak ada lagi hubungan diantara kita karena
hubungan kita sudah lama hancur dan lebih baik mulai saat ini kamu jangan
pernah menemuiku lagi,” ucap Danny.
Sungguh aku masih tidak percaya dengan apa
yang dikatakan oleh suamiku barusan, entah aku merasa bahagia atau sedih
melihat wanita yang ada di depanku saat ini mulai menangis. Aku juga tidak tahu
itu sungguhan atau hanya pura-pura agar Danny kasihan padanya dan kembali
padanya. Saat itu juga Danny mengajakku untuk segera pergi meninggalkan wanita
yang bernama Cheona, akan tetapi wanita itu mengejar Danny dan berhasil meraih
tangan Danny.
“Lepaskan!” sentak Danny.
Bahkan Danny langsung melepaskan tangan Cheona
dengan kasar dan bisa menyakitinya namun lagi-lagi aku juga hanya diam saja dan
tidak akan ikut mencampurinya, aku bahagia jika Danny berpisah dengan Cheona
__ADS_1
dan itu artinya Danny hanya akan menjadi milikku untuk selamanya.