Terpaksa Menikah Karena Hutang

Terpaksa Menikah Karena Hutang
Bab 50


__ADS_3

Pagi harinya aku terbangun, aku mengedarkan pandanganku ke samping dan aku bisa


melihat Danny yang masih nyenyak dalam tidurnya. Dia sangat begitu tampan dan


saat tertidur seperti saat ini ketampananya tidak berkurang sedikit pun, aku


meberanikan tanganku untuk menyentuh wajah Danny dengan pelan. Semalam Danny


pulang dengan keadaan bau alcohol, aku juga tidak tahu apa yang sedang terjadi


dengan Danny, aku dapat melihat wajah suamiku setiap pagi seperti saat ini


membuatku sangat senang walau sebenarnya memang aku bukan istri yang di


inginkan oleh Danny.


 “Apa sudah puas dengan memandangi wajahku


sepagi ini.” Ucap Danny, bahkan matanya masih dalam keadaan tertutup.


 Aku segera menarik tanganku dari wajah Danny,


sungguh aku sangat malu sekali karena ternayata Danny mengetahui dan sejak


kapan dia bangun? Oh, sial. Kenapa aku tidak tahu kalau dia sudah bangun lebih


dulu.


 “M-maafkan a-aku,” ucapku.


 Danny membuka matanya dan dia juga tersenyum


padaku, dia juga mengecup keningku dengan lembut. “Apa yang terjadi semalam


Almeta, kenapa aku tidak mengingatnya sedikit pun. Apa aku menyakitimu semalam?


Maafkan aku Al karena semalam aku pulang dengan keadaan mabuk,” ucap Danny


merasa bersalah.


 “T-tidak, sebenarnya apa yang terjadi


denganmu?” tanyaku balik namun aku tidak berani menatap matanya, aku hanya


takut jika Danny akan marah padaku kembali. Aku hanya ingin Danny tidak


menghindariku lagi atau bahkan Danny meninggalkan aku sendirian di apartemen

__ADS_1


seperti apa yang dia lakukan selama beberapa bulan ini, aku hanya ingin Danny


pulang dan selalu di sisiku walau dia menyiksaku akan tetapi aku ikhlas.


 “Bisakah aku tidak menjawabnya untuk saat ini,


bisakah kamu memberiku waktu untuk menceritakan semuanya Almeta. Aku hanya


ingin hari ini menghabiskan waktu bersama dengan dirimu,” ucap Danny.


 Aku pun memberanikan diriku untuk menatap


Danny, “Aku tidak akan memaksamu untuk bicara saat ini, aku akan menunggunya


sampai kapan pun kamu ingin membicarakannya.”


 “Terima kasih,” ucapnya.


 Danny pun langsung membawa tubuhku ke dalam


pelukannya, dia mengusap rambutku dengan sangat lembut dan berkali-kali dia


mengecup puncak kepalaku. Jujur saja aku sangat senang Danny memperlakukan aku


seperti saat ini karena sebelumnya Danny sangat jarang melakukannya dan itu pun


 Pagi ini kita juga sarapan bersama di restoran


dekat apartemen yang kita tinggali karena Danny tidak mengizinkan aku untuk


memasak. Aku bahagia? Ya, bahkan aku juga berdoa jika Danny tidak akan pernah


berubah lagi dan aku harap Danny akan seperti saat ini selamanya.


 “Danny!” teriak seorang wanita sehingga


membuatku dan Danny menoleh ke belakang, dan saat itu juga aku bisa melihat


perubahan Danny. Dia terlihat marah dan tidak suka denga wanita yang


memanggilnya, dia bahkan juga meremas tanganku dengan kuat hingga membuatku


sedikit sakit namun aku tidak ingin menunjukkannya.


 “Cheona, untuk apa kamu di sini?” tanya Danny


dengan suaranya yang sangat dalam dan dingin.

__ADS_1


“Kenapa


kamu tidak datang tadi malam?” tanyanya.


 Aku masih diam saja dan memperhatikan wanita


yang bernama Cheona dan saat itu juga aku teringat, apakah dia adalah kekasih


Danny yang hamil itu? Akan tetapi perut wanita itu tidak besar atau memang


sudah melahirkan? Pertanyaan it uterus berputar di dalam kepalaku akan tetapi


aku sedikit pun tidak berani membuka suara.


 “Buat apa? Ah, aku ingat. Apa untuk melihatmu


bermain gila dengan lelaki lain di atas ranjang? Selama ini aku percaya dengan


kamu Cheona akan tetapi aku lelaki bodoh yang bisa-bisanya percaya denganmu.


Dengar Cheona bahwa mulai saat ini tidak ada lagi hubungan diantara kita karena


hubungan kita sudah lama hancur dan lebih baik mulai saat ini kamu jangan


pernah menemuiku lagi,” ucap Danny.


 Sungguh aku masih tidak percaya dengan apa


yang dikatakan oleh suamiku barusan, entah aku merasa bahagia atau sedih


melihat wanita yang ada di depanku saat ini mulai menangis. Aku juga tidak tahu


itu sungguhan atau hanya pura-pura agar Danny kasihan padanya dan kembali


padanya. Saat itu juga Danny mengajakku untuk segera pergi meninggalkan wanita


yang bernama Cheona, akan tetapi wanita itu mengejar Danny dan berhasil meraih


tangan Danny.


“Lepaskan!” sentak Danny.


 Bahkan Danny langsung melepaskan tangan Cheona


dengan kasar dan bisa menyakitinya namun lagi-lagi aku juga hanya diam saja dan


tidak akan ikut mencampurinya, aku bahagia jika Danny berpisah dengan Cheona

__ADS_1


dan itu artinya Danny hanya akan menjadi milikku untuk selamanya.


__ADS_2