
Dulu Danny berpikir bahwa dia akan dengan mudahnya meninggalkan Almeta akan tetapi kenyataannya kini sudah berbeda, dia benar-benar tidak menduga jika semuanya akan menjadi seperti ini. Saat ini Danny yang sedang berada di ruang kerjanya sambil menatap laptopnya yang menyala sedari tadi namun Danny hanya diam saja dan bahkan hari ini dia benar-benar tidak fokus dengan pekerjaannya. Namun beberapa detik kemudian Danny di buat sadar karena hp miliknya berbunyi dan di layar hpnya menampilkan nama Cheona, Danny pun langsung mengangkat telepon dari Cheona.
“Hallo, Cheona. Ada apa kamu meneleponku,” ucap Danny.
“Danny, apa kamu bisa datang ke sini. Perutku tiba-tiba sakit Dann, tolong aku,” ucap Cheona dari seberang telepon, bahkan Danny juga bisa mendengarkan suara Cheona yang pelan dan seperti menahan rasa sakit.
“Baik, aku akan datang secepatnya,” ucap Danny, lalu setelahnya Danny memutuskan panggilan telepon dari Cheona. Danny langsung segera bergegas keluar dari apartemen, bahkan dia juga tidak sempat berpamitan dengan Almeta karena memang Danny sangat khawatir dengan keadaan Cheoana.
Danny melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi beruntung saja jalanannya sedikit lenggang sehingga Danny bisa segera sampai di apartemen Cheona. Saat Danny sampai di apartemen Cheona, dia melihat Cheona yang tergeletak di lantai dan bahkan ada darah yang mengalir. Saat itu juga Danny langsung bergegas membawa Cheona ke rumah sakit, dia sangat khawatir dengan keadaan Cheona dan bayi yang ada di dalam perut Cheona.
“Cheona, aku mohon bertahanlah untuk kali ini,” ucap Danny, dia membawa Cheona ke dalam mobilnya dengan berjalan cepat dan bahkan dia juga tidak memperdulikan beberapa orang yang melihatnya, Danny terus berjalan menuju ke mobilnya.
__ADS_1
Saat ini Danny menunggu Cheona di ruang tunggu, Cheona masih di ruang UGD dan masih di tangani oleh dokter, bahkan sedari tadi Danny terus berdoa agar tidak terjadi apa-apa dengan Cheona dan anaknya. Sudah satu jam lebih Danny menunggu namun belum ada tanda-tanda Cheona atau pun dokter yang menangani Cheona keluar dari ruangan itu, “Kenapa sangat lama sekali, apa yang sedang mereka lakukan pada Cheona?”
Danny berjalan kesana-kemari dan sesekali dia akan melihat jam tangannya dan kembali menatap pintu, hingga akhirnya dokter pun keluar dari ruangan itu dan menghampiri Danny, “Apa anda keluarga dari nona Cheona?” tanya dokter.
“Ya, saya suaminya. Bagaimana keadaan istri dan anak saya, dok?” tanya Danny.
Sang dokter pun menggelengkan kepalanya dan satu tangannya menepuk pundak Danny pelan, “Tuan yang sabar, kami telah berusaha semampu kami namun anak tuan tidak bisa di selamatkan dan terpaksa kami mengambilnya.”
“Itu benar tuan, sekali lagi kami minta maaf karena kami juga sudah berusaha sebisa kami,” ucap dokter, bahkan sang dokter juga menyuruh Danny untuk masuk ke dalam menemui Cheona walau sebenarnya Cheona belum siuman.
Kini Cheona sudah dipindahkan ke ruang rawat, dia juga sudah siuman. Cheona masih sedih karena telah kehilangan anaknya, ini salahnya karena dia kurang hati-hati hingga membuatnya keguguran. Lalu bagaimana dengan hubungan bersama dengan Danny nantinya, bagaimana jika Danny meninggalkannya, Cheona tidak ingin semuanya itu terjadi karena Danny hanya untuknya.
__ADS_1
“Makanlah lebih dulu,” ucap Danny, dia juga akan menyuapi Cheona agar mau memakan bubur yang telah di siapkan oleh suster.
“Aku tidak mau Dann,” ucap Cheona, bahkan tanpa menatap kea rah Danny sedikit pun.
“Kamu harus makan Cheona, kamu juga harus minum obat agar cepat pulih. Ayolah Cheona jangan membuatku khawatir karena aku juga memiliki kesibukkan lain,” ucap Danny.
“Apa kamu juga akan meninggalkan aku Dann?” tanya Cheona dan kali ini Cheona juga menoleh ke arahnya.
Danny menghela napasnya, “Apa yang kamu bicarakan Cheona, bahkan aku juga tidak memiliki niat untuk meninggalkan kamu. Dengar Cheona, aku akan selalu berada di sampingmu dan aku mohon untuk saat ini kamu harus makan bubur ini dan minum obat.”
Sampai akhirnya Danny bisa membujuk Cheona untuk makan walau hanya beberapa suapan saja yang terpenting Cheona bisa meminum obatnya. Tanpa sadar Danny lupa jika dia sudah lama meninggalkan apartemen dan tidak memberi tahu keberadaannya saat ini, saat ini dia masih sibuk bersama dengan Cheona, bahkan kali ini mereka sedang berpelukan. Mungkin jika Almeta tahu, maka hanya akan membuatnya menangis dan berakhir Danny tidak memiliki pilihan mana yang harus menjadi prioritasnya.
__ADS_1