
Semenjak pernikahan Cheona dan Leo, kini Cheona tidak pernah menganggu Danny. Bahkan saat kita tidak sengaja bertemh di jalan wanita itu lebih memilih diam atau menghindar. Entahlah, aku juga tidak tahu kenapa dia seperti itu. Apa mungkin dia merasa malu atau hal yang lainnya, sejak saat itu pula kita juga tidak kembali ke Paris, kami memilih menetap di Hamburg dekat dengan orang tua kami meski kami tinggal di rumah sendiri.
Aku juga bahagia karena Danny saat ini sangat sayang dan terlalu posesif padaku. Rasanya aku sangat beruntung memiliki suami seperti Danny walau diawal pernikahan kita terpaksa dan tidak baik-baik saja. Dimana Danny yang dulu selalu menyiksaku dan kini dia menjagaku dengan penuh kasih sayang.
Pernikahanku dengan Danny terjadi karena orang tuaku dan kemauan Danny. Akan tetapi aku juga tidak pernah menyesalinya, aku bersyukur dalam pernikahanku bersama dengan Danny melalui banyak rintangan yang begitu berat akan tetapi aku bisa melewatinya dan bahkan aku selalu sabar menghadapi sikap Danny yang selalu berubah-ubah.
Aku menikmati hidupku untuk saat ini, aku bisa bernapas lega karena memang tuhan memiliki rencana yang jauh lebih baik.
“Honey!” teriak Danny.
Danny baru saja sampai di rumah, tadi pagi dia mendapatkan telepon dari sekretarisnya karena ada pekerjaan mendadak. Mau tidak mau dia harus pergi meski dia enggan, beruntung saja aku bisa membujuknya.
__ADS_1
Aku menoleh ke arah suamiku yang sedang berjalan mendekatiku, dengan rambut acak-acak dan kemeja yang sudah tidak rapi. Aku tersenyum tipis, aku juga merentangkan kedua tanganku menyambut Danny. Ya, suamiku langsung memeluk tubuhku dengan sangat erat, dia juga mencium leherku sehingga membuatku kegelian.
“Kamu tahu, aku sangat merindukan kamu honey,” ucapnya.
“Hm … kamu baru beberapa jam keluar dan bahkan setiap hari kita bertemu,” ucapku.
Danny mengangkat tubuhku dan mengendongku ala bridle style, Danny menjatuhkan tubuhku di atas ranjang yang berukuran king size.
“Tetap saja aku sangat merindukan kamu honey, andai saja karena bukan pekerjaan sialan itu pasti aku sudah bisa bersenang-senang denganmu dari pagi,” ucapnya.
“Aku selalu menunggumu di rumah honey, aku tidak pergi kemana-mana,” ucapku.
__ADS_1
“Sungguh? Kalau begitu aku menginginkannya saat ini juga,” ucap Danny, setelahnya dia langsung mencium bibirku dengan penuh nafsu.
Malam harinya Danny juga mengajakku makan malam romantis di sebuah restoran terkenal. Danny juga sudah membooking seluruh restoran, jadi hanya ada aku dan dia. Aku bahagia, ternyata Danny juga bisa seromantis ini.
“Terima kasih,” ucapku.
“Ini sudah seharusnya aku lakukan honey. Kamu tidak perlu berterima kasih,” ucap Danny.
Kami pun makan bersama dengan sesekali Danny menceritakan hal-hal lucu atau dia akan menyuapiku. Jujur aku sangat suka dengan pilihan makanan yang tersaji di meja karena semuanya makanan kesukaanku.
“Setelah ini kita mau kemana?” tanyaku.
__ADS_1
“Terserah honey mau kemana. Karena aku akan mengabulkan semua permintaan istriku yang sangat cantik dan manis,” ucapnya.
Aku tersenyum, ternyata suamiku sudah berubah banyak bukan suami yang seperti dulu. Tuhan, aku sungguh bahagia dan aku juga tidak akan pernah melupakan moment indah ini selamanya. Tuhan, aku bersyukur atas segala yang telah engkau berikan.