
Hari sudah begitu larut akan tetapi Almeta masih menunggu kedatangan Danny, dia
bahkan juga mencoba menghubungi Danny akan tetapi Danny tidak pernah menjawab
teleponnya dan Danny hanya mengirimkan pesan jika dia tidak bisa kembali pulang
mala mini karena masih sibuk dengan pekerjaannya. Sungguh aku sangat kecewa
dengannya, bahkan tadi aku sangat berharap jika dia akan kembali pulang dan
makan malam bersama, aku merasa jika Danny memang menyembunyikan sesuatu
dariku.
“Nona, lebih baik nona istirahat lebih dulu
jika tuan nanti datang maka saya akan kembali panaskan masakan nona.” Lea
merasa kasihan pada nonanya yang sedari tadi menunggu tuannya namun sayang
sepertinya tuan tidak akan kembali, dia bisa menebak dari raut wajah nonanya
yang terlihat begitu sedih.
“Tidak perlu Lea, jika kamu kembali pulang
nanti kamu bisa bawa makanan ini untuk keluarga kamu, aku juga sudah tidak
selera untuk makan lagi,” ucap Almeta, lalu dia berjalan meninggalkan Lea.
Almeta memasuki kamarnya, dia menjatuhkan
tubuhnya di ranjang. Almeta kembali menangis, sungguh dia merasa wanita paling
bodoh di dunia ini, kenapa dia harus bertahan hanya karena memang dia mencintai
Danny? Atau bahkan ada hal yang lain yang dia jaga agar semuanya tidak hancur
__ADS_1
begitu saja. Mungkin memang sebaiknya dia berpura-pura jika sebenarnya memang
tidak pernah terjadi apa-apa, dia harus bisa merebut Danny karena memang Danny
hanya miliknya.
Berbeda dengan Danny yang malam ini dia
bersama dengan Cheona, dia tidak bisa meninggalkan Cheona sendirian di
apartemennya, dia masih harus merawat Cheona sampai pulih karena bagaimana juga
ini adalah kesalahan Danny. Di sisi lain Danny tidak memikirkan perasaan Almeta
yang dimana sudah menjadi istri sahnya, Danny masih mementingkan Cheona dari
pada Almeta. Memang semuanya tidak adil akan tetapi kebenaran memang seperti
itu, perasaan Danny terhadap Cheona masih begitu besar.
“Lebih baik kamu istirahat duluan,” ucap
“Lalu bagimana dengan kamu Danny, apa kamu
ingin meninggalkan aku sendirian di sini,” ucap Cheona pelan, dia takut jika
memang Danny akan benar-benar meninggalkannya lalu Danny akan hidup bahagia
bersama dengan istrinya. Cheona tidak akan pernah membiarkan itu semua terjadi,
dari awal Danny sudah menjadi miliknya namun karena orang tua Danny mereka jadi
berpisah.
“Aku ingin mengerjakan pekerjaanku yang tadi
terbengkalai, jika kamu membutuhkan sesuiatu maka kamu bisa memanggilku.” Danny
__ADS_1
langsung beranjak dari ranjang dan keluar dari kamar, Danny berhenti di depan
pintu kamar Cheona, dia sudah melakukan kesalahan dan dia juga sudah menyakiti
Almeta berkali-kali. Egois? Iya, dia memang egois karena untuk saat ini dia
sangat mencintai Almeta dan Cheona walau pun perasaannya terhadap Almeta belum
dia yakini sepenuhnya benar.
Danny duduk di sofa, dia mulai menghidupkan
laptopnya akan tetapi sebelum dia mulai bekerja Danny melihat notifikasi dari
Almeta. Dia pun segera membalas pesan dari Almeta, dia tidak ingin Almeta
menunggunya karena memang dia juga tidak pernah tahu kapan dia akan kembali ke
apartemen.
“Sekali lagi maafkan aku honey, aku tidak bisa menepati janjiku dan aku harap kamu
tidak marah padaku. Jika nanti kembali maka aku akan mengajakmu pergi
jalan-jalan dan aku juga yakin kamu akan menyukai tempatnya, kita akan pergi
sekalian untuk pergi honeymoon yang kedua, pasti kamu ingin bukan?” Aku harap
juga begitu, I love you honey.”
Ya, kata-kata manis yang selalu dia ucapkan saat Almeta sedih atau bahkan marah
kepadanya dan kenyataannya Almeta juga akan luluh dan akan kembali baik
padanya. Dia memang sangat pantas di sebut lelaki brengsek, akan tetapi inilah
dia yang sesungguhnya, dia sudah terbiasa hidup seperti ini dengan sifatnya
__ADS_1
yang tidak akan pernah ada orang yang bisa merubahnya.