Terpaksa Menikah Karena Hutang

Terpaksa Menikah Karena Hutang
Bab 47


__ADS_3

Hari sudah begitu larut akan tetapi Almeta masih menunggu kedatangan Danny, dia


bahkan juga mencoba menghubungi Danny akan tetapi Danny tidak pernah menjawab


teleponnya dan Danny hanya mengirimkan pesan jika dia tidak bisa kembali pulang


mala mini karena masih sibuk dengan pekerjaannya. Sungguh aku sangat kecewa


dengannya, bahkan tadi aku sangat berharap jika dia akan kembali pulang dan


makan malam bersama, aku merasa jika Danny memang menyembunyikan sesuatu


dariku.


 “Nona, lebih baik nona istirahat lebih dulu


jika tuan nanti datang maka saya akan kembali panaskan masakan nona.” Lea


merasa kasihan pada nonanya yang sedari tadi menunggu tuannya namun sayang


sepertinya tuan tidak akan kembali, dia bisa menebak dari raut wajah nonanya


yang terlihat begitu sedih.


 “Tidak perlu Lea, jika kamu kembali pulang


nanti kamu bisa bawa makanan ini untuk keluarga kamu, aku juga sudah tidak


selera untuk makan lagi,” ucap Almeta, lalu dia berjalan meninggalkan Lea.


 Almeta memasuki kamarnya, dia menjatuhkan


tubuhnya di ranjang. Almeta kembali menangis, sungguh dia merasa wanita paling


bodoh di dunia ini, kenapa dia harus bertahan hanya karena memang dia mencintai


Danny? Atau bahkan ada hal yang lain yang dia jaga agar semuanya tidak hancur

__ADS_1


begitu saja. Mungkin memang sebaiknya dia berpura-pura jika sebenarnya memang


tidak pernah terjadi apa-apa, dia harus bisa merebut Danny karena memang Danny


hanya miliknya.


 Berbeda dengan Danny yang malam ini dia


bersama dengan Cheona, dia tidak bisa meninggalkan Cheona sendirian di


apartemennya, dia masih harus merawat Cheona sampai pulih karena bagaimana juga


ini adalah kesalahan Danny. Di sisi lain Danny tidak memikirkan perasaan Almeta


yang dimana sudah menjadi istri sahnya, Danny masih mementingkan Cheona dari


pada Almeta. Memang semuanya tidak adil akan tetapi kebenaran memang seperti


itu, perasaan Danny terhadap Cheona masih begitu besar.


 “Lebih baik kamu istirahat duluan,” ucap


 “Lalu bagimana dengan kamu Danny, apa kamu


ingin meninggalkan aku sendirian di sini,” ucap Cheona pelan, dia takut jika


memang Danny akan benar-benar meninggalkannya lalu Danny akan hidup bahagia


bersama dengan istrinya. Cheona tidak akan pernah membiarkan itu semua terjadi,


dari awal Danny sudah menjadi miliknya namun karena orang tua Danny mereka jadi


berpisah.


 “Aku ingin mengerjakan pekerjaanku yang tadi


terbengkalai, jika kamu membutuhkan sesuiatu maka kamu bisa memanggilku.” Danny

__ADS_1


langsung beranjak dari ranjang dan keluar dari kamar, Danny berhenti di depan


pintu kamar Cheona, dia sudah melakukan kesalahan dan dia juga sudah menyakiti


Almeta berkali-kali. Egois? Iya, dia memang egois karena untuk saat ini dia


sangat mencintai Almeta dan Cheona walau pun perasaannya terhadap Almeta belum


dia yakini sepenuhnya benar.


 Danny duduk di sofa, dia mulai menghidupkan


laptopnya akan tetapi sebelum dia mulai bekerja Danny melihat notifikasi dari


Almeta. Dia pun segera membalas pesan dari Almeta, dia tidak ingin Almeta


menunggunya karena memang dia juga tidak pernah tahu kapan dia akan kembali ke


apartemen.


 “Sekali lagi maafkan aku honey, aku tidak bisa menepati janjiku dan aku harap kamu


tidak marah padaku. Jika nanti kembali maka aku akan mengajakmu pergi


jalan-jalan dan aku juga yakin kamu akan menyukai tempatnya, kita akan pergi


sekalian untuk pergi honeymoon yang kedua, pasti kamu ingin bukan?” Aku harap


juga begitu, I love you honey.”


Ya, kata-kata manis yang selalu dia ucapkan saat Almeta sedih atau bahkan marah


kepadanya dan kenyataannya Almeta juga akan luluh dan akan kembali baik


padanya. Dia memang sangat pantas di sebut lelaki brengsek, akan tetapi inilah


dia yang sesungguhnya, dia sudah terbiasa hidup seperti ini dengan sifatnya

__ADS_1


yang tidak akan pernah ada orang yang bisa merubahnya.


__ADS_2