Terpaksa Menikah Karena Hutang

Terpaksa Menikah Karena Hutang
PERTEMUAN KE-3


__ADS_3

Tidak terasa waktu terus berlalu hari demi hari, kini pernikahan ARYA SENJAYA DAN ARANDITA tinggal menghitung hari, seperti yang dikatakan oleh Arya bahwa akan ada pertemuan ketiga sebelum pernikahan yaitu membahas pesiapan pernikahan dan pemilihan baju atau gaun pernikahan yang akan. mereka gunakan...


"hoa.... hari ini cukup melelahkan tau Dit? "tanyaku memalas


"Ho'o mak, habis gimana Wong kita bukan keturunan holang sultan hehehe" jawab Dita


Hari ini sangat melelahkan karena banyaknya pesanan di tambah beban pikiran yang sangat banyak hups..


Tidak terasa waktu menunjukan pukul 22:00WIB,


para kariaw bergegas pulang ke rumah masing-masing begitu juga dengan ku.


"mbak aku pamit balik duluan nih"pamit Dita


"Hmm ia Dit, hati-hati ya... aku juga udah mau balik ni"


Aku bergegas mengambil hpone milikku dan tak lupa tas selempang milikku. Aku bergegas menuju halte bus menunggu kendaraan umum, tiba-tiba langit bergemuruh menandakan bahwa hujan akan segera turun tak beberapa menit hujan pun turun sangat deras, tidak satupun kendaraan umum melintas, aku memutuskan untuk menghubungi ayah,namun sayang hpone milik ku mati daya dan nampaknya sangat *****.


"Bagaimana ini hpone ku Lobet arkk"pekikku


tiba-tiba terdengar klakson sebuah mobil(phop..phoppp)


Aku melihat sebuah mobil mewah jenis convertible berwarna silver berhenti tepat di hadapan ku.


"Hey kamu yang di sana ayoh naik"ajaknya


Aku bingung kenapa dia mengatakan dan menawarkan ku tumpangan, ah tanpa pikir panjang aku pun mendekat lalu masuk ke mobil miliknya, dari pada mati kedinginan lebih baik aku naik saja, siapa dia itu urusan belakang yang penting aku bisa pulang pikir ku saat ini..


Denggg...


aku terdiam sejenak dan menatapnya perlahan,aku merasa kamu terhadap orang yang berada di hadapan ku saat ini dia sangat tampan.


"Hmmm" orang itu berdeham menyadari bahwa aku memperhatikannya.


"Ada apa? Ada yang aneh dari wajahnya? tanya lagi dan membuat ku tersadar.


"A-anu nggak kok" jawab ku


"Alamat rumah kamu di mana? " tanyanya lagi

__ADS_1


"Hmm jln,pahlawan nor,15" jawabku


setelah perkataan ku tak ada lagi percakapan kami, keheningan terjadi dia fokus mengemudi, sesekali aku menatap wajahnya.


"wahhh tampan sekali dia, sangat sempurna " Gumamku, mengagumi seseorang yang berada di hadapan ku saat ini


kini sekarang mobil yang ku tumpangi terhenti tepat di halaman rumahku, aku bergegas turun dan tak lupa mengucapkan Terima kasih, Tanpa menjawab perkataan ku dia pun bergegas pergi.


Aku pun segera masuk rumah. ku tatap rumah memutar bola mata ku mengelilingi setiap sudut dan yang terlihat hanya keheningan tak ada suara ataupun seseorang. sepertinya ayah dan ibu sudah tertidur. aku bergegas ke kamar, sesampai ku di kamar ku lepaskan tas selempang ku, ku cas hpone ku, membersihkan tubuhku, dan berbaring di kasur milikku. Rasanya sangat melelahkan sekali, tanpa berlama-lama aku pun akhirnya tertidur lalu masuk kedalaman dunia mimpi....


Drenggggg.... suara hpone milikku berbunyi


"hoa.... siapa sih pagi-pagi menelfon" Tanpa ku baca nama kontaknya aku langsung menjawab


"Assalamualaikum " sapa ku


"waalaikumsalam" jawab seseorang dari dalam sana


denggg... sejenak aku terdiam, suara ini sepertinya sangat familiar


"Nona mudah? apa anda masih di sana" Tambahnya lagi


"Tuan muda ingin bertemu dengan anda" jawabnya


"apa bertemu? memangnya ada apa? " tanya ku penasaran berharap semuanya baik-baik saja


"Tuan muda ingin membahas masalah pernikahan dan kehidupan setelah pernikahan kalian "jawabnya begitu singkat namun jelas


"apa kehid.." aku belum menyelesaikan perkataan ku namun terjedah karena jems kembali berkata


"bersiaplah nona mudah, aku akan menjemput mi jam08:00 " tambahnya


Tutt.... Ttuuttttt...


dia mengakhiri panggilan telepon tanpa mendengarkan apa yang ingin ku katakan.aku benar -benar kesal terhadapnya.


"sial ba*****n tak punya sopan santun" pelukis kesal terhadap perilakunya


Aku bergegas membersihkan diri lebih awal agar nantinya saat sekretaris Jems datang aku sudah siap. setelah rapi aku kembali termenung membayangkan betapa tersiksa diri ku nanti, arkkk bagaimana nasibku, rasanya aku ingin menangis tetapi apa yang harus ku lalukan. aku tidak mau terlalu banyak berpikir, ku ambil hpone milikku ku buka whatsapp ku.

__ADS_1


whatsapp


"pagi mbak Mery"


(pagi juga ran)


"mbak hari ini aku izin ya, nggak papa? "


(ia nggak tan, tapi kenapa izin?)


( kamu nak sakitkan?)


"nggak kok mbak, cuman ada urusan doang "


(okelahsippp)


"oke makasih mbak "


Tak ada lagi jawaban yang ada hanya centang biru menandakan akhir chatting...


.


.


.


.


.


.


.


Hey semua maaf banget ya lama baru up mungkin sekitar 4bulan ya,,,kalian pasti kecewa ya maaf bangat soalnya akun aku tu sempat hilang gitu dan aku nggak tau sandinya ya jadi harus banyak kotak katik dan HP aku juga hilang😑😢


kupilih juga cerita ku nggak menarik karena banyak bangat yang salah alur, kupikir nggak ada yang mau baca😫 soalnya juga nggak ada yang mau bantu kasih vote gitu 😑 lemas aku...


tapi aku mau bilang yang masih baca sampai saat ini makasih banget saranghae❤

__ADS_1


__ADS_2