
Sudah tiga hari Danny tidak pulang ke apartemen bahkan di hubungi pun sangat sulit
dan baru tadi malam aku mendapatkan pesan jika dia sangat sibuk. Benarkah?
Sesibuk itukah sehingga tidak memiliki waktu hanya untuk sekedar memberi kabar
kepadaku, sebenarnya aku sadar jika sejak awal memang Danny seperti ini akan
tetapi aku merasa jika saat ini Danny sedang berbohong kepadaku. Aku segera
menghilangkan pikiran buruk tentang suamiku, aku percaya jika memang saat ini
Danny sedang bekerja dan dia tidak akan bermain dengan mantan kekasihnya itu.
“Nona,” Lea yang melihat nonanya gelisah itu
pun memanggilnya dan berjalan mendekati Almeta. “Nona, ada apa dengan nona.
Kenapa saya perhatikan sedari tadi nona terlihat gelisah,” ucap Lea.
“Aku mengkhawatirkan suamiku Lea, sudah tiga hari
dia tidak kembali ke apartemen bahkan suamiku memberi kabar baru tadi malam dan
mengatakan jika dia sangat sibuk. Tapi Lea, kenapa aku merasa jika saat ini
suamiku sedang berbohong kepadaku,” ucap Almeta.
Lea memegang pundak Almeta pelan, Lea mengusapnya
dengan pelan. “Saya tahu nona khawatir, percayalah non ajika tuan baik-baik
saja dan mungkin memang tuan benar-benar sibuk sehingga tuan tidak sempat
mengabari nona.”
Almeta tersenyum, dia menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“Ya, mungkin hanya perasaanku saja Lea, seharusnya memang aku harus percaya,”
ucapnya.
“Hm, lebih baik nona istirahat dan saya akan
membawakan sarapan pagi untuk nona nanti,” ucap Lea.
Lagi dan lagi Almeta hanya menganggukan
kepalanya, dia berjalan meninggalkan Lea. Almeta masuk ke dalam kamarnya namun
dia masih merasa tidak tenang, dia takut dengan apa yang dia rasakan hari ini,
dia takut Danny akan berubah kembali dan akan memihak pada mantan kekasihnya
yang ternyata juga mengandung anak Danny. Jujur Almeta sangat sakit,
perasaannya yang tidak bisa digambarkan lagi, bagaimana bisa suaminya itu
menghamili mantan kekasihnya sedangkan Danny sudah menikah dengan dirinya,
“Ma, Pa. Apa yang harus Almeta lakukan dan
katakana pada kalian, apa Almeta akan sanggup menjalani pernikahan yang seperti
ini, dimana Danny tidak sedikit pun memiliki perasaan kepadaku. Almeta tahu
jika kebaikan Danny saat ini hanyalah kepalsuan saja Ma, Pa. Almeta ingin
pulang dan hidup bersama dengan kalian.” Air mata Almeta yang sudah keluar
begitu saja tanpa di suruh, entah sudah berapa banyak air mata yang mengalir
keluar. Hampr setiap hari Almeta menangis, namun air matanya juga tidak akan
pernah menyelesaikan masalahnya, air matanya hanya akan membuatnya sedikit
__ADS_1
tenang dan bisa melepaskan rasa sakit di dalam dadanya walau itu hanya sedikit.
Almeta kira jika dirinya menikah dengan Danny
maka kehidupannya akan sedikit berubah dan mungkin dia bisa melakukan hal yang
dia bisa lakukan namun kenyataannya hanya penderitaan dan rasa sakit yang
setiap harinya terus berdatangan. Akan tetapi dia tetap saja percaya dengan
semua apa yang telah Danny katakana padanya, hingga akhirnya dia jatuh cinta
yang teramat dalam pada Danny. Hingga membuat dirinya menahan rasa sakitnya,
dia tidak akan menyerah untuk membuat Danny jatuh cinta padanya, Almeta
berpikir jika dirinya tidak mau kalah dengan mantan kekasih Danny.
Almeta saat ini sudah berada di supermarket
yang berada di bawah apartemennya, rencananya dia akan membeli bahan sayuran
dan yang lainnya untuk masak makan malam nanti, bahkan dia juga sudah
mengirimkan pesan pada Danny dan menyuruhnya nanti malam untuk kembali pulang. Almeta
akan memasakkan makanan kesukaan Danny, Almeta berharap jika Danny pulang malam
nanti. Almeta mengelilingi tempat sayuran dan beberapa macam daging, dia sangat
suka jika berbelanja seperti ini karena dulu dia sering melakukannya bersama
dengan Mamanya meski terkadang dulu dia terlalu sibuk dengan kuliahnya. Jika saja
orang tuanya tidak memiliki hutang dengan Danny maka selamanya mungkin dia
tidak akan pernah bertemu dengan Danny dan mungkin kehidupan Almeta masih
__ADS_1
bahagia sendirian bersama dengan sahabatnya, mungkin dia akan menikmati
hari-harinya dengan bahagia.