Terpaksa Menikah Karena Hutang

Terpaksa Menikah Karena Hutang
Bab 40


__ADS_3

Danny masuk ke dalam apartemen Cheona, saat dia baru sampai di apartemen Cheona dibuat terkejut dengan adanya Leo. Namun dia tidak marah, dia tidak ingin membuat keributan di sini, Danny duduk di sofa dan saat itu juga Cheona baru saja keluar dari kamarnya, dia tersenyum lalu berjalan mendekati Danny.


“Kamu sudah datang?” tanya Cheona.


“Hm.” Hanya gumaman yang keluar dari mulut Danny bahkan tanpa memandang Cheona sedikit pun.


“Aku kira kamu tidak akan datang lagi dan kamu lebih memilih is____” belum sempat Cheona melanjutkan bicaranya Danny sudah lebih dulu memutuskannya.


“Lebih baik kamu suruh dia pergi karena ada hal yang harus aku bicarakan padamu,” ucap Danny dingin, bahkan baik Cheona dan Leo bisa merasakan itu. Leo yang merasa jadi penganggu di sini mengepalkan kedua tangannya, dia sangat ingin memukul Danny saat ini akan tetapi dia tidak bisa, akhirnya dia memutuskan untuk pergi saja.

__ADS_1


Setelah kepergian Leo, Cheona memandangi Danny beberapa saat, bahkan keheningan pun tercipta karena saat ini Danny diam dan tatapannya terus ke layar hp miliknya. Sedangkan Cheona menghela napasnya, dia harus sabar dengan apa yang selama ini Danny lakukan padanya. Andai saja dia tidak melanjutkan hubungannya dengan Danny mungkin hidupnya tidak akan seperti ini namun ini sudah keputusan dari awal karena memang dia sangat tulus mencintai Danny.


“Cheona,” panggil Danny.


“Ya, ada apa Dann. Apa yang akan kamu katakan kepadaku,” ucap Cheona, bahkan saat ini Cheona juga menoleh ke arah Danny, menatap wajah tampan kekasihnya dimana dia bisa melihat kekasihnya yang ada di sampingnya saat ini terlihat banyak memikirkan sesuatu namun dia juga tidak tahu apa yang sedang Danny pikirkan.


“Aku tidak bisa memberi tahu Almeta tentang kehamilan kamu dan aku juga tidak bisa menikah dengan kamu,” ucap Danny tanpa sedikit pun menoleh ke arah Cheona.


“Plakk! Jaga bicaramu Cheona. Bahkan kamu tidak ada hak mengatai Almeta ******, dia jauh lebih baik dari pada kamu. Jika sampai sekali lagi kamu memanggil dia dengan kata-kata itu maka kamu yang akan menerima akibatnya,” ucap Danny.

__ADS_1


Danny merasa sangat marah, entah kenapa dengan reflek tangannya menampar pipi Cheona bahkan dia juga tidak suka jika Almeta dikatakan ****** oleh Cheona. Apa mungkin dia sudah jatuh cinta pada Almeta? Tidak, itu tidak mungkin terjadi bukan karena selama ini yang dia cintai hanya Cheona dan tidak ada wanita lain dihatinya.


“M-maafkan aku Cheona,” ucap Danny, dia juga mengusap pipi Cheona karena tamparannya tadi yang membuat pipinya merah bahkan itu sangat menyakitinya.


Cheona berusaha melepaskan Danny, dia bahkan tidak ingin Danny ada di sini. “Kau bahkan menyakitiku Dann, kamu lebih memilih wanita itu dari pada aku dan sebaiknya kamu pergi.”


Bukan Danny kalau dia akan menyerah begutu saja, bahkan saat ini dia membawa tubuh Cheona kedalam pelukannya, dia sangat merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan barusan.


“Maafkan aku honey,” ucapnya.

__ADS_1


Danny membawa Cheona ke dalam kamar, Danny juga menyuruh Cheona untuk istirahat sedangkan dirinya memilih duduk di tepi ranjang sambil memandangi Cheona. Danny tidak tahu apa yang akan dia lakukan karena ini semua membuatnya dia rumit, jika dia memberi tahu pada Almeta dan orang tuanya maka hal apa yang akan terjadi yang pasti kedua orang tuanya akan marah besar. Hal besar yang dia takutkan adalah kembali membuat Almeta sakit, bahkan saat ini dia ingin Almeta kembali sembuh cepat agar tidak menyusahkan lagi dan dia juga tidak perlu berpura-pura lagi namun entah sampai kapan dia akan menunggu.


__ADS_2