Terpaksa Menikah Karena Hutang

Terpaksa Menikah Karena Hutang
Bab 36


__ADS_3

Hari ini Danny tidak kerja, dia memilih di apartemen menjaga Almeta semalaman, bahkan dia juga belum tidur sama sekali karena menjaga Almeta. Semalam Almeta kembali panas dan Almeta juga mengigau dan mau tidak mau Danny harus menenangkan Almeta. Saat ini Danny sedang menatap wajah Almeta yang terlihat masih pucat dan masih menutup matanya dengan nafas teratur, Danny pikir jika kejadiannya tidak akan seperti inj namun Almeta sampai sakit parah.


“Maafkan aku,” ucap Danny, dia meraih tangan Almeta dan mencium punggun tangannya.


Bahkan Danny juga mengabaikan panggilan dari Cheona, untuk kali ini Danny memang tidak bisa meninggalkan Almeta sendirian. Bahkan Danny juga sempat memikirkan bagaimana nanti memberi tahu Almeta jika Cheona hamil anaknya, memikirkan itu membuat Danny menjadi pusing sendiri.


“Tuan, ini saya buatkan minuman buat tuan dan juga sarapan,” ucap Lea meletakan nampan di meja yang tidak jauh dari Danny.


Danny tersenyum, “Terima kasih Lea, apa kamu sudah membuatkan istri saya bubur?” tanya Danny.

__ADS_1


“Sama-sama tuan, sudah tuan. Apa perlu saya ambilkan buburnya sekarang,” ucap Lea.


“Tidak usah biar nanti saya saja yang mengambilnya lagi pula istri saya juga masih tidur,” ucap Danny.


Setelahnya Lea langsung berpamitan, Danny beranjak dari duduknya, dia mengambil minuman yang dibuatkan oleh Lea, Danny meminumnya sedikit. Sedangkan Danny tidak menyentuh sarapan paginya, dia sama sekali tidak nafsu makan untuk saat ini, Danny masih khawatir pada keadaan Almeta, bahkan Danny juga memanggil Reva untuk mengecek keadaan Almeta saat ini.


Danny menghela nafasnya, dia menatap Reva sebentar, “Sudahlah Rev, jangan bahas hal ini. Bagaimana keadaan Almeta saat ini, bahkan dia belum membuka matanya sama sekali,” ucap Danny.


“Mungkin sebentar lagi dia juga bangun, kenapa Danny, apa yang terjadi sebenarnya? Maaf bukannya aku ikut campur tapi ini kamu sudah keterlaluan Danny, kamu bisa membuat Almeta meninggal,” ucap Reva, dia baru tahu jika Danny bisa bersikap kejam pada istrinya sampai hampir sekarat, memang dia tidak tahu permasalahannya lebih dalam namun dia merasa kasihan pada Almeta, jika dia lelaki mungkin dia sudah membawa Almeta kabur dari Danny, lalu akan membuah Danny menyesal seumur hidup.

__ADS_1


“Syukurlah, aku sedang tidak ingin membicarakannya saat ini Rev, jika kamu sudah selesai maka aku bisa antarkan kamu saat ini,” ucap Danny.


Reva segera menggelengkan kepalanya, “Tidak perlu Dann, aku juga hanya mengingatkan kamu kembali jangan terlalu kejam atau suatu saat nanti kamu akan menyesal seumur hidup kamu jika dia pergi meninggalkan kamu,” ucap Reva, lalu setelahnya Reva segera pergi dari apartemen Danny.


Kini Almeta sudah membuka matanya, dia makan bubur dengan disuapi Danny. Sejak tadi Almeta hanya diam dan dia juga menurut saat Danny menyuruh makan dan meminum obatnya. Bahkan juga tidak banyak menuntut, saat Almeta ingin pergi ke kamar mandi dengan sabarnya Danny memapah tubuh Almeta sampai di kamar mandi, Danny juga mengobati kembali luka-luka yang dia buat di tubuh Almeta.


“Jika sakit kamu bisa bilang, aku akan lebih hati-hati mengolesinya,” ucap Danny, saat itu juga Almeta menganggukkan kepalanya, tatapan kosong entah apa yang dia pikirkan. Hingga tanpa sadar air mata Almeta kembali keluar tanpa di suruh, Danny yang menyadarinya mengusap air mata Almeta dengan pelan, “Honey, kenapa kamu menangis? Apa aku mengolesinya terlalu kencang hingga sakit?” tanya Danny, namun lagi-lagi Almeta hanya menggelengkan kepalanya, Danny juga membawa tubuh Almeta ke dalam pelukannya mengusap punggung Almeta lembut untuk memberinya ketenangan.


Danny menggendong tubuh Almeta kembali menuju ranjang, Danny membaringkan tubuh Almeta dengan pelan. Dia juga memcium kening Almeta, “cepat sembuh, jangan membuatku khawatir honey, maafkan aku,” ucap Danny.

__ADS_1


__ADS_2