
Tiga hari sudah Danny tidak bicara pada Almeta, bahkan pagi ini Danny berangkat pagi sekali dan terburu-buru, saat Almeta bertanya pada Danny saja tidak dijawab sama sekali dan memilih lebih memilih cepat pergi. Almeta hanya bisa menghela nafas panjangnya sambil menatap kepergian Danny, padahal apa yang dia lakukan bukanlah hal yang sangat fatal namun Danny sampai seperti ini dan kembali ke mode awal.
Almeta keluar dari kamarnya, dia berjalan ke dapur untuk mengambil air. Dia meneguk air dalam botol hinggal habis, dia juga mencari susu dan roti untuk sarapan pagi ini karena entah kenapa pagi ini perutnya sangat lapar sekali. Almeta menikmati sarapan paginya di pantry sambil menunggu Lea datang, dia akan menyuruh Lea untuk masak makan siang nanti makanan kesukaan Danny.
Setelah kedatangan Lea, Almeta memberitahu semua pada Lea apa saja makanan yang harus dia masak. Bahkan Almeta menjelaskannya secara rinci, Almeta tidak mau jika nanti ada kesalahan. Almeta masuk ke dalam kamarnya, dia akan membersikan badannya lebih dulu.
Almeta keluar dari kamar mandi, dia mengenakan bathrobe. Almeta mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di tangannya, dia berjalan menuju balkon untuk melihat pemandangan pagi ini di kota Paris, Almeta tersenyum kecil. Almeta merasa senang karena baru kali ini dirinya pergi keluar negeri karena memang selama hidupnya dia hanya berada di Melbourne dan tidak menyangkan saat inu berada di sini namun kehidupan rumah tangganya terlihat datar saja, bahkan Danny yang selalu kembali marah-marah.
__ADS_1
“Sampai kapan tuhan? Jika aku boleh meminta maka aku ingin semuanya baik dan Danny bersikap lembut padaku seperti beberapa hari yang lalu,” ucap Almeta pelan.
“Jangan pernah berharap Al, harusnya kamu sadar diri,” ucap Danny yang sudah berada di belakannganya.
Almeta memutar tubuhnya, dia begitu terkejut dengan kedatangan Danny yang tiba-tiba dan sejak kapan Danny masuk ke dalam kamar? Bukankah tadi tidak ada Danny. “D-dann s-sejak kapan kamu di sini?” Almeta terlihat begitu takut dengan tatapan Danny saat ini seakan membunuhnya saat inu juga.
“A-apa yang akan kamu lakukan Dann?” tanya Almeta pelan.
__ADS_1
Danny mengeluarkan sesuatu dari laci, dia mengeluarkan benda kramat yang tidak Almeta duga sebelumnya. Kenapa Danny memiliki benda itu, sejak kapan Danny membelinya? Dan jangan lupakan satu benda kecil yang siap untuk menyayat tubuh mulusnya. Kini Danny berjalan mendekati Almeta, bahkan dia juga mengikat kedua tangan Almeta ke atas dengan kuat. Danny menyobek bathrobe yang dikenakan Almeta, kini Danny dapat melihat tubuh mulus Almeta yang tidak ditutupi oleh satu helai benang, Danny tersenyum seperti setan dan siap menerkam Almeta.
Danny menyalakan benda keramat itu dan memainkan di area terlarang milik Almeta, “Bagaimana honey? Nikmat bukan? Oh, iya dan pisau kecil ini akan membuat ukiran di paha mulusmu ini.” Danny memulai aksi gilanya ini bahkan dia juga tidak mengubris permohonan ampun dari Almeta, dia terus berbuat sesuka hatinya.
“Akhhh! Dann!” teriak Almeta kencang dan tentu saja Danny akan tersenyum senang dan terus asik bermain-main dengan tubuh mulus istrinya itu. Setelah puas dengan permainannya, dia beranjak dari ranjang dan melepaskan semua pakaian yang ia kenakan, Danny siap kembali membuat Almeta menjeritkan namanya.
“Bahkan disaat seperti ini kamu sangat nikmat honey, mari hari ini kita habiskan waktu bersama,” ucap Danny lalu tertawa keras, dan menghajar tubuh Almeta tanpa ampun. Danny sangat menimmati permainan yang dia buat, entah kenapa moodnya yang jelek hari ini membuatnya berubah jadi setan yang tega menyiksa Almeta kembali.
__ADS_1