Terpaksa Menikah Karena Hutang

Terpaksa Menikah Karena Hutang
Bab 30


__ADS_3

Danny membawa Almeta ke rumah sakit saat mereka baru saja sampai di Paris, dari bandara Danny langsung menyuruh sopirnya untuk menuju rumah sakit. Almeta masih terlihat pucat dan badannya juga terlihat sangat lemas, dia sangat mengakhawatirkan Almeta saat ini, bahkan dia juga sampai mengabaikan pekerjaannya, dia menyuruh orang kepercayaannya untuk menghandle semuanya lebih dulu.


Sampai di rumah sakit Danny langsung menemu dokter kenalannya yang ada di Paris untuk segera memeriksa istrinya. Danny menunggu di luar ruangan saat Almeta di periksa oleh dokter, bahkan Danny sedari tadi hanya berjalan bolak-balik dengan perasaan khawatir. Mungkin ada setengah jam dokter memeriksa Almeta, dan kini baru saja keluar untuk menemui Danny.


“Bagaimana keadaan istriku Rev?” tanya Danny.


Reva menepuk punggung Danny pelan, dia juga menatap Danny sebentar, “Istri kamu hamil, tapi sayangnya janin yang ada di kandungannya tidak berkembang dengan baik dan harus diambil demi keselamatan istri kamu. Danny, kamu yang sabar mungkin tuhan belum mau memberimu seorang anak tapi tenang saja Almeta masih bisa hamil kembali,” ucap Reva, sungguh dia juga merasa iba pada sahabatnya saat ini.


“A-apa aku tidak salah mendengarkannya Rev?” tanya Danny memastikan kembali jika apa yang dia dengar tidak salah.


Reva menggelengkan kepalanya, “Tidak Dann, istri kamu juga belum tahu dan dia juga masih belum bangun karena masih terpengaruh obat bius.”

__ADS_1


“Sudah berapa minggu istri aku hamil?” tanya Danny kembali.


“Sudah dua minggu, apa sebelumnya dia tidak menunjukkan tanda-tanda hamil?” tanya Reva yang kini menatap Danny.


“Baru saat kita akan ke Paris, Almeta muntah-muntah dan bahkan dia juga terlihat sangat pucat,” ucap Danny.


Reva mengangguk mengerti, “Lebih baik kamu masuk ke dalam temui dia, siapa tahu dia sudah bangun. Nanti aku akan kembali untuk memeriksa keadaannya.” Danny pun mengangguk lalu segera masuk ke dalam ruangan dimana Almeta berada, dia menatap Almeta yang masih menutup matanya. Danny berjalan dengan pelan untuk mendekat keranjang Almeta, dia menggeser tempat duduk yang ada di samping tempat tidur Almeta.


“Mungkin jika kamu tidak banyak menutut atau tidak memberontak maka kamu akan baik-baik saja namun sialnya aku juga membenci dirimu karena adanya kamu hubunganku dengan Cheona harus berakhir. Lalu aku harus bersikap padamu yang bagaimana Al?” Danny tersenyum kecut dengan masih memandangi wajah Almeta, bahkan pernikahannya bersama dengan Almeta entah akan bertahan sampai kapan.


Almeta membuka matanya, dia melihat kesekelilingnya, dia tahu jika saat ini dirinya sedang dirawat di rumah sakit. Lalu dia menoleh kesamping melihat Danny yang sedang sibuk dengan handphone miliknya.

__ADS_1


“Danny,” panggil Almeta pelan karena lemah.


Danny yang tersadar pun langsung memasukkan handphone miliknya ke dalam saku, “Ya, sayang. Kamu sudah sadar, biar aku panggilkan dokter untuk memeriksa keadaanmu,” ucap Danny, namun saat Danny akan beranjak Almeta menarik tangan Danny lebih dulu.


Almeta menggelengkan kepalanya, “Aku baik-baik saja tidak usah memanggil dokter, aku ingin kamu menemaniku di sini Dann,” ucap Almeta memohon.


Danny pun kembali duduk dan dia juga menganggukan kepalanya, dia meraih tangan Almeta kembali dan mengusap-usapnya dengan lembut. Danny juga tersenyum pada Almeta, mungkin kali ini dia harus bersikap baik-baik dengan Almeta karena sedang sakit, bahkan dia juga masih merasa bersalah atas kehilangan anaknya, namun dia juga belum siap untuk membicarakan pada Almeta.


“Apa kamu mau makan sesuatu?” tanya Danny.


Akan tetapi Almeta menggelengkan kepalanya, dia juga tersenyum pada Danny, “Aku sakit apa Dann? Apa yang terjadi denganku?”

__ADS_1


“Lebih baik sekarang kamu istirahat dulu dan jangab bergerak dulu, aku tidak mau jika nantinya akan terjadi hal yang lebih fatal,” ucap Danny. Bahkan Danny juga mencium kening Almeta lembut, dia tidak ingin membicarakan pada Almeta saat ini karena kondisi Almeta yang tidak memungkinkan.


__ADS_2