
" Saya Fara, eh karyawan di sini Tuan " ucap seseorang itu.
" Ck bentar!! " Bentak Alex pada orang itu
Cklek
" Ada perlu apa? " Tanya Alex dengan wajah datarnya.
" Ini Tuan, hotel ini memberikan teh khusus untuk tuan " ucap wanita itu dengan wajah cantiknya.
" Oh, sini sekarang Anda bisa pergi " ucap Alex yang mengambil nampan berisi cemilan dan kopi itu.
" Baik Tuan permisi " ucap nya yang pergi meninggalkan Alex.
Cklek
Alex menutup kembali pintu kamar hotel itu dan meletakkan makanan tersebut di atas meja lalu kembali menghampiri Cahaya yang sedang duduk di atas kasur.
" Si-siapa mas? " Tanya Cahaya
" Itu karyawan hotel ini, dia antar makanan malem malem begini " ucap Alex menjawab pertanyaan Cahaya.
" Ooh, yaudah deh aku masuk tidur " ucap Cahaya yang mengubah dari posisi duduk menjadi tidurnya.
" Oke good nigh " ucap Alex yang menc*u* b!b!r Cahaya.
" Mas Alex!! " Ucap Cahaya yang langsung manjauhkan muka Alex dari hadapan nya
Alex terkekeh kecil dan bangkit dari kasur menuju meja yang berisi cemilan dan kopi itu. Alex mengangkat segelas kopi itu dan hendak meminum nya.
" Mas minum kopi Jam segini, Mau tidur jam berapa emang? " Tanya Cahaya heran dengan suaminya Alex.
" Ga papa, udah kamu tidur aja " ucap Alex yang langsung menegukkan kopi itu ke tenggorokan kering nya.
Cahaya sudah menutup matanya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur itu, sedangkan Alex merasa pening di bagian kepalanya saat selesai meminum beberapa teguk kopi itu..
" Arrgghh " ucap Alex sembari memegang kepalanya menggunakan tangan kirinya.
" C-Cahaya!! " Ucap Alex dengan suara beratnya.
" Mas Alex kenapa? " Tanya Cahaya yang langsung bangkit dari tempat tidur itu dan menemui Alex.
" G-ga tau, kepala sa-saya pening " ucap Alex yang masih memegangi kepalanya.
" Ayo mas saya antar ke kasur " ucap Cahaya yang menopang Alex menuju kasur.
" Arrgghh! Sepertinya ada seseorang yang sengaja memberi sesuatu di dalam kopi aneh itu!! " Ucap Alex dengan penuh kesal.
Aya sangat khawatir pada Alex, ia menopang Alex menuju kasur dan merebahkan tubuh Alex ke atas kasur empuk itu. Sedangkan Alex masih merasa sangat penting karena kopi itu.
Saat Cahaya hendak mengambil air hangat untuk suaminya itu, Alex sudah merasa pening di kepalanya meredah dan tidak separah yang tadi. Cahaya mengambil teh lalu memberi kan nya kepada Alex dengan penuh khawatir.
" Mas di minum teh nya biar lebih enakan atau kita pulang aja ke rumah mas Alex " ucap Cahaya yang menawarkan teh.
" Makasih teh nya kepala saya udah mulai enakan, tapi nafsu ku tiba tiba meningkat! " Ucap Alex yang mengambil teh yang di berikan Cahaya yang meminum nya.
" Kemungkinan itu cuma firasat mas, ayo tidur aja, Gelas nya sini " ucap Aya yang mengambil kembali gelas yang berisi teh yang di pegang Alex.
__ADS_1
Cahaya meletakkan gelas itu ke dalam wastafel lalu beranjak pergi menuju Alex yang berada di atas kasur dengan posisi memegang kepalanya.
" Mas butuh obat " ucap Cahaya yang menghampiri Alex yang tengah duduk di atas kasur.
" G-gaa,t-tapi saya butuh kamu " ucap Alex yang masih berusaha membuka matanya.
" Mas, udah jangan duduk aja mending tiduran ayo lagian udah malem banget " ucap Aya yang merebahkan tubuh Alex di atas kasur.
Alex sudah dalam posisi rebahan dan Cahaya pun duduk di atas kasur yang sama dengan Alex dan Cahaya berusaha membantu Alex supaya tetap tenang.
" Mas mau saya pijitin? " Ucap Cahaya yang melihat Alex seperti orang menahan sakit.
" Yaa-aa, pijitin kaki saya " ucap Alex menunjukkan kaki nya sebelah kanan yang berasa nyeri.
" Okeh, mas Alex tidur aja gih " ucap Cahaya yang langsung memijet kaki milik Alex dengan penuh rasa sayang.
Cahaya mengurut kaki Alex dengan lembut dan membuat Alex merasa sangat nyaman sekaligus merasa nafsu nya bertambah. Hingga saat Cahaya mengurut di bagian paha Alex, Cahaya melihat sesuatu yang berdiri milik Alex.
Dengan melihat itu Cahaya menjauhkan tangan nya berpindah tempat ke arah pergelangan kaki Alex lagi, tetapi Alex menghentikan nya.
" Jangan pindahkan tangan mu sebelum aku menyuruh nya " ucap Alex yang tau tangan Cahaya berpindah.
" I-iya mas " ucap ku.
Alex menutup kedua matanya dan Cahaya yang masih mengurut kaki Alex sebelah kanan Alex itu dengan lembut. Cahaya tidak berani menatap ke arah kaki Alex karena ia tidak ingin melihat sesuatu yang berd1ri di dalam celana Alex itu.
" Mas udah belum di pijitin nya? A-aku mau tidur " ucap Cahaya yang sengaja tak ingin melihat sesuatu itu.
" Saya sudah nyaman, jangan berhenti " ucap Alex yang sengaja juga untuk menyuruh Cahaya mengurut di bagian paha nya.
" I-iya mas " ucap Cahaya yang masih mengurut.
" Mas udah ya? Aku capek " ucap Cahaya yang sudah merasa pegal di bagian tangan nya.
" Hmm " ucap Alex dengan menganggukan kepalanya.
Cahaya menidurkan badan nya tepat di samping Alex yang saat itu sudah menutup matanya, saat Cahaya ingin memejamkan matanya Alex kembali berbicara aku.
" Aya " ucap Alex.
" K-kenapa mas? Tangan nya pegel? " Tanya Cahaya yang tak jadi tidur.
Alex membuka matanya perlahan dan menatap wajah cantik milik istrinya yaitu Aya, ia berbicara dengan Cahaya dengan suara yang susah ia angkat.
" Gak, di dalam kopi itu seperti nya ada seseorang yang menaruh obat perangsang " ucap Alex.
" Obat apa itu? Aku gak pernah dengan " ucap Cahaya dengan muka polosnya.
" I-itu obat yang membuat hawa nafsu seseorang menambah " ucap Alex.
" T-tapi ga mung- mmphh- " ucap Cahaya yang terpotongk karena Alex mengecup b!b!r Cahaya.
Cahaya memukul bidang dada Alex dan berusaha menjauh dan Alex pun melepaskan b!b!rnya dari b!b!r milik Cahaya.
" M-maaf kan saya " ucap Alex yang berusaha menahan nafsu nya itu.
" Mas, jangan terpengaruh sama obat aneh itu. Walaupun aku gak tau pasti itu obat apa tapi aku tau obat itu cukup berbahaya bagi mas Alex dan Cahaya " ucap Cahaya yang berusaha menahan Alex.
__ADS_1
" G-gak saya mau minta hak saya kembali malam ini " ucap Alex pada Cahaya.
" Gak bisa mas, aku gak mau anak kita kenapa kenapa " ucap Cahaya yang langsung memegang perut nya itu yang berisi bayi.
" Dia masih kecil dan belum tumbuh, apa kau tau akibat dari obat ini? Lagian aku sudah menahan dari tadi " ucap Alex.
" Aku gak tau apa akibat nya tapi Bayi ini kasihan mas " ucap Cahaya yang takut bayinya kenapa kenapa saat lahiran.
" Jika nafsu itu tidak di keluarkan maka aku yang akan mati " ucap Alex berbohong
Alex mulai mendekatkan Cahaya ke arahnya dan mulai memainkan aksi nya mulai meraba raba muka Cahaya dan sekarang tangan nya berpindah ke arah d*da cahaya.
" J-jangan, Kalomau mas Alex mati anak ini bakal gak dapat kasih sayang ayah " ucap Cahaya.
" Karena itu, ayo! " Ucap Alex memaksa kembali istrinya itu.
" T-tapi bayi ini " ucap Cahaya yang masih takut bayinya kenapa kenapa.
" Bayi itu akan aman " ucap Alex yang berusaha memastikan Cahaya.
" Apa i-itu benar? Tapi dokter itu bilang kan jangan a-anu " Tanya Cahaya masih tidak percaya.
" Itu jika usia bayi ini sudah mulai membesar, ayolah!! " ucap Alex yang tangan nya mulai meraba d*d milik Cahaya.
" O-okeh t-api aku malu " ucap Cahaya.
" Ssftt, akhirnya " ucap Alex.
Alex mengecup b!b!r pink Cahaya dengan rakus, tetapi Cahaya tidak membalas lu*atan kasar dari Alex itu, Cahaya hanya diam dan menerimanya. Hingga saat ada seseorang yang kembali mengetuk pintu kamar hotel itu Alex tidak membiarkan Cahaya membuka nya.
Tok!
Tok!
Tok!
" Alex " ucap seorang wanita dari balik pintu
" Mas Ada orang " ucap Cahaya
" Sfft...! Ayo pejamkan matamu " ucap Alex yang membuka beberapa kancing baju Cahaya.
Tok!
Tok!
Tok!
"Buka pintu nya Lex " ucap seorang wanita dari balik pintu itu.
Alex tidak memperdulikan nya, ia kembali membuka seluruh kancing baju milik Cahaya dan mulai meraba kancing br4 milik istrinya Cahaya.
Cahaya pun hanya pasrah karena ia di bohongi oleh Alex bahwa obat itu dapat membunuh nya. Hingga suara wanita itu tidak terdengar lagi, Alex membuka kancing br4 milik Cahaya yang saat itu Cahaya menggunakan br4 berwarna merah pekat.
" Mas jangan di buka " ucap Cahaya yang menghentikan tangan Alex.
" Udah kamu tidur aja " ucap Alex
__ADS_1
Alex membuang b*a Cahaya ke lantai beserta baju Cahaya ke bawah lantai itu. Alex pun melakukan hal yang biasa suami istri lakukan.