
Nyatanya
setelah Danny memutuskan hubungannya dengan Cheona, tidaklah membuatku bahagia.
Nyatanya Cheona melakukan segala cara untuk mendapatkan Danny, bahkan wanita
itu juga kerap beberapa kali datang ke apartemen kami dan itu sangat membuatku
tidak nyaman. Cheona dengan tidak tahu dirinya langsung masuk ke dalam
apartemen tanpa persetujuanku, dia bahkan saat ini duduk di sofa dengan seenaknnya.
“Danny, kemana?” tanya Cheona.
Aku menghembuskan napas panjang, jujur saja
aku sangat jengah dan merasa tidak nyaman dengan keberadaan Cheona di sini.
Wanita yang saat ini duduk di sofa itu sangat membuatku marah, ingin rasanya
aku mencakar rambutnya namun aku masih bisa menahannya dan masih ada stok
kesabaran untuk menghadapinya.
“Buat apa anda mencari suami saya, anda tidak
tahu sekarang jam berapa? Anda harusnya tahu malu untuk datang ke rumah orang
di jam yang bukan waktunya orang untuk berkunjung,” ucap Almeta dengan ketus.
Cheona yang tidak terima dengan jawaban
Almeta, menatapnya dengan tatapan nyalang dengan kedua tangannya ditaruh depan
dada. “Ck! Berani sekali kamu bicara padaku seperti itu. Mau aku aduin kamu ke
Danny.”
“Silahkan, aku tidak takut. Aku tahu kalau
suamiku akan membelaku bukan membalamu wanita yang tidak tahu malu. Sudah tahu
salah akan tetapi masih saja mencari pembelaan dan bahkan lelaki yang sudah
beristri,” ucap Almeta.
__ADS_1
“Apa, kamu bilang!” teriak Cheona, dia
langsung berdiri dan berjalan mendekati Almeta.
Plakk!
Suara tamparan yang begitu keras mengenai
wajah Almeta hingga membuat wajahnya memerah, Almeta memegang pipinya yang
begitu panas dan sakit karena tamparan yang diberikan oleh Cheona.
“Dengar, ya. Jangan sekali-kali berani padaku,
atau kamu akan merasakan akibatnya lebih dari ini. Satu lagi, aku akan merebut
Danny bagaimana caranya asal Danny bisa kembali padaku dan menceraikan kamu,”
ucap Cheona sambil menunjuk Almeta.
Setelah itu Cheona langsung bergegas pergi
keluar meninggalkan Almeta yang masih memegangi pipinya. Air matanya keluar
Danny masih bersama dengan Cheona. Akan tetapi kini wanita itu masih berambisi
untuk merebut Danny darinya, Almeta takut jika Danny akan jatuh pada Cheona
kembali. Bagaimana jika nantinya itu terjadi, apa dia masih bisa bertahan dan
sabar menghadapi segalanya?
Tidak berapa lama pun Danny datang, dia
langsung menghampiri Almeta yang masih duduk dengan memegangi pipinya. Danny dengan
pelan duduk di samping Almeta, dia bahkan juga memanggil Almeta berkali-kali
namun istrinya itu sama sekali tidak menyahutinya.
“Honey,” panggil Danny sekali lagi, Danny juga
meraih tangan Almeta sehingga dia dapat melihat warna merah karena bekas
tamparan yang dilakukan oleh Cheona.
__ADS_1
Danny begitu kaget melihat wajah istrinya, “Honey,
apa yang terjadi denganmu. Siapa yang melakukan ini padamu?”
Almeta pun menoleh ke arah Danny dan tersenyum,
“Cheona, dia datang lagi kemari,’ ucap Cheona.
“Apa! Mau apa lagi dia datang ke sini dan
beraninya melakukan ini kepadamu,” ucap Danny dengan geram. Dia tidak terima
dengan apa yang telah Cheona lakukan pada istrinya, mungkin dia harus memberikan
pelajaran pada Cheona agar dia tidak datang ke apartemennya dan menganggunya
kembali.
“Dia ingin merebut kamu dariku,” ucap Almeta
pelan, bahkan air matanya juga semakin deras mengalir keluar.
Danny pun langsung membawa tubuh Almeta ke
dalam pelukannya, Danny juga mengusap punggung Almeta untuk memberi ketenangan,
bahkan dia juga mengecup puncak kepala Almeta berkali-kali. Danny juga sangat
merasa bersalah dengan perbuatannya selama ini, dia lelaki bodoh yang mau saja
di bododi oleh Cheona.
Setelah Almeta merasa tenang, Danny mengajak
istrinya untuk masuk ke dalam kamar. Danny menyuruh Almeta untuk istirahat
lebih dulu, Danny tidak ingin melihat Almeta sedih atau bahkan memikirkan
pembicaraan Cheona yang jelas tidak masuk diakal, jelas saja dia tidak akan
pernah kembali padanya. Hanya lelaki bodoh saja yang ingin kembali lagi
padanya, bahkan wanita itu sudah bekas orang lain dan hanya memanfaatkannya
selama ini.
__ADS_1