Terpaksa Menikah Karena Hutang

Terpaksa Menikah Karena Hutang
Bab 35


__ADS_3

Tiga hari sudah Almeta hanya berbaring saja di kamar, bahkan dirinya juga masih merasakan sakit di tubuhnya dimana banyak luka yang Danny lakukan sungguh kejam memang. Namun Danny juga yang mengobati luka di tubuhnya, akan tetapi tidak ada sedikit kata yang keluar dari mulut Danny begitu juga Almeta yang sesekali meringis merasakan sakit.


“Jangan lupa makan dan minum obatnya, hari ini aku akan pulang larut malam,” ucap Danny.


Almeta hanya mengangguk menatap ke arah Danny, entah apa yang akan Danny lakukan selanjutnya namun untuk hari ini dia tidak ingin berdebat dengan Danny.


“Cepat sembuh, jaga diri baik-baik selama aku tidak di apartemen dan jangan berbuat ulah,” ucap Danny, lalu setelah itu Danny juga mencium kening Almeta lembut, dan setelahnya Danny pergi meninggalkan Almeta sendirian di kamarnya.


Setelah kepergian Danny, Almeta kembali menangis, sungguh dia ingin kabur saja namun dia juga ingat dengan nasib kedua orang tuanya. Jika dia kabur belum tentu hidupnya akan baik-baik saja, namun dia juga sudah lelah dengan kehidupan rumah tangganya dengan Danny.


“Tuhan, sampai kapan? Aku sudah lelah tapi aku juga tidak bisa menyerah begitu saja karena tujuanku belum tercapai,” ucapnya pelan dengan air matanya yang terus keluar begitu deras.


Di sisi lain Danny kembali dengan Cheona, setelah mereka putus kini mereka kembali bertemu di apartemen Cheona. Kini mereka sedang berpelukan sangat mesra, dan Cheona juga mengatakan jika dia sedang mengandung anak Danny. Entahlah Danny harus senang atau bagaimana karena posisinya yang saat ini sangat rumit, apa dia harus bilang pada orang tuanya jika Cheona sedang mengandung anaknya tapi bagaimana dengan Almeta? Apa dia nanti akan marah dan meminta cerai?

__ADS_1


“Apa kamu tidak mau bertanggung jawab dengan anak ini Danny?” tanya Cheona yang sedang bergelayut manja.


“Bukannya aku tidak mau Cheona tapi aku harus bicara dulu pada orang tua aku dan kamu juga tahu sendiri jika aku sudah menikah dengan Almeta,” ucap Danny.


Cheona mengepalkan kedua tangannya, dia juga menatap Danny tajam, “Aku tidak mau tahu Dann, yang aku inginkan kamu tanggung jawab dengan anak yang aku kandung atau kita menikah diam-diam tanpa sepengetahuan orang tua kamu bagaimana? Bukannya ini solusi yang paling bagus,” ucap Cheona tersenyum, karena bagaimana juga dia harus mendapatkan Danny kembali walau kemarin-kemarin dia yang meminta putus namun kali ini dia akan memperjuangkan haknya untuk anak dalam kandungannya.


“Baiklah, ayo kita menikah tapi dengan satu syarat pernikahan ini harus disembunyikan dan orang tua aku tidak boleh tahu sama sekali, bagaimana apa kamu mengerti?” tanya Danny, karena bagaimana juga dia sudah mengambil resiko yang nantinya bisa membuat kedua orang tuanya murka.


Sungguh kejam memang jika nantinya Almeta tahu akan hal ini namun Danny merasa bodo amat karena memang dia tidak peduli dengan perasaan Almeta. Yang dia inginkan saat ini hanya ingin melindungi anaknya yang ada di dalam perut Cheona wanita yang masih dia cintai.


“Mulai saat ini kamu jangan lelah, aku tidak mau jika nantinya terjadi apa-apa dengan kamu dan anak kita,” ucap Danny, sambil mengusap perut Cheona yang masih terlihat rata.


Cheona hanya mengangguk, dia juga mengalungkan kedua tangannya ke leher Danny, Cheona mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Danny. Begitu juga dengan Danny yang membalas ciuman dari Cheona, dia tidak ingin melewati kesempatan ini.

__ADS_1


Sampai akhirnya mereka melakukan hubungan badannya yang sudah lama tidak mereka lakukan, bahkan Danny dan Cheona sangat menikmati percintaan mereka, hingga Danny tidak peduli dengan suara hp miliknya yang berbunyi, dia tidak peduli dengan siapa yang meneleponnya.


Dini hari Danny baru saja kembali, bahkan dia juga menatap Lea yang tettidur di sofa. Danny menyipitkan matanya kenapa Lea belum kembali pulang bukankah jam kerjanya sudah selesai, Danny pun berjalan mendekat dan dia juga berusaha membangunkan Lea.


“Lea bangun,” ucap Danny pelan.


Hingga Lea pun membuka matanya hingga membungkukkan kepalanya karena tuannya yang membangunkannya, “Ya, tuan maaf saya ketiduran,” ucap Lea pelan.


“Kenapa kamu belum pulang bukankah jam kerja kamu sudah selesai?” tanya Danny.


“M-maafkan saya tuan, tapi nona sedang sakit bahkan panasnya tinggi, nona juga memanggil nama tuan. Saat tadi saya telepon tuan namun tuan tidak menjawabnya,” ucap Lea menjelaskannya.


Danny menghela nafas panjangnya, bahkan dia memijat keningnya, tadi dia terlalu asik dengan Cheona hingga melupakan Almeta, “Baiklah, kalau begitu kamu boleh pulang,” ucap Danny, dan saat itu juga Lea langsung mengundurkan diri dan siap pulang. Sedangkan Danny masuk ke dalam kamarnya untuk melihat keadaan Almeta.

__ADS_1


__ADS_2