Terpaksa Menikah Karena Hutang

Terpaksa Menikah Karena Hutang
Bab 37


__ADS_3

Selama satu bulan ini Danny habiskan waktunya bersama


dengan Almeta, dia dengan sabar merawat Almeta. Memang karena semuanya adalah


salah Danny dan dia juga yang harus menanggungnya, bahkan dia juga sampai tidak


memberi tahu orang tuanya karena dia tidak ingin membuat semuanya menjadi


kacau. Untuk bertemu dengan Cheona saja dia sampai tidak ada waktu, dan


kandungan Cheona yang sudah menginjak dua bulan namun Danny sama sekali belum


memberi kepastiannya kapan dia akan menikahi Cheona hingga membuat wanita itu


sering menelepom Danny.


 Saat ini Danny


yang sedang duduk di ruang kerjanya dengan tumpukan kertas yang begitu banyak,


sudah satu minggu dia tidak pernah masuk kantor dan menyuruh sekretarisnya


mengantarkan berkas-berkas penting ke apartemennya. Karena satu minggu Danny


mengurus Almeta yang kambuh oleh penyakitnya, dimana Almeta selalu menjerit


ketakutan, bahkan terkadang untuk Danny sentuh saja Almeta selalu berteriak dan


bahkan pernah suatu hari Almeta menodongkan pisau padanya dan beruntung saja cepat


diatasin.


“Akh! Bahkan hari ini saja aku terlalu malas untuk


mengerjakan semuanya,” ucap Danny pelan sambil mengusap wajahnya kesal, dan


tidak lama dia segera membuka berkas satu bersatu dan mengetikan di laptopnya. Hingga


tanpa sadar hari sudah semakin larut malam dan dia mendengarkan Almeta kembali


menjerit, Danny pun bergegas keluar dari ruang kerjannya menuju kamarnya, dia

__ADS_1


dapat melihat Almeta yang sedang ketakutan.


 Danny berjalan


mendekati Almeta, dia membawa tubuh Almeta ke dalam pelukannya untuk membuat


nyaman Almeta, selama satu bulan juga Danny sudah membawa Almeta ke dokter dan


memang saja saat ini Almeta sedang tidak baik-baik saja karena ulahnya, “Honey,


kamu akan baik-baik saja. Sstttsh, aku ada di sini dan kamu tidak perlu takut,”


ucap Danny. Namun saat itu juga Danny terjatuh karena tubuhnya di dorong oleh


Almeta dengan kencang.


“Pergi kamu lelaki brengsek dan tidak punya perasaan,


aku benci melihat kamu, pergi dari sini!” teriak Almeta, akan tetapi Danny


menggelengkan kepalanya dan berusaha mendekati Almeta, membawa tubuh wanita itu


ke dalam pelukannya kembali.


ini. Aku ingin kamu cepat sembuh dan tidak seperti ini lagi, aku janji tidak


akan pernah lagi membuat kamu seperti ini honey,” ucap Danny.


 Entahlah apa


yang dia ucapakan dari bibirnya barusan akan menjadi kenyataan atau hanya


sebagai penenang saja, yang jelas yang tahu hanya Danny dan tuhan saja. Akan tetapi


itu semua mampu membuat Almeta kembali tenang dan bahkan wanita itu saat ini


menangis sambil memeluk suaminya yang sangat kejam itu, “A-aku t-takut Danny,”


ucapnya pelan dengan terbata-bata.


“Yes, honey. Aku ada di sini dan kamu tidak perlu

__ADS_1


takut,” ucap Danny, dia melepaskan pelukannya dan menatap wajah Almeta yang


sudah sembah dan dibasahi oleh air matanya, Danny mengusapnya dengan pelan. Dia


tidak mau melihat Almeta kembali menangis lagi, sungguh ini membuat hati


kecilnya merasa sakit.


 Danny membawa


tubuh Almeta kedalam gendongannya, Danny membaringkan tubuh Almeta ke atas


ranjang, dia juga menyelimuti tubuh Almeta agar istrinya tidak kedinginan. Namun


saat dia akan beranjak pergi tangan Danny lebih dulu dicekal oleh Almeta hingga


membuatnya kembali menoleh ke Almeta, “Jangan pergi, aku mohon tetaplah di sini


temani aku, aku takut Danny,” ucap Almeta.


 Mau tidak mau


Danny kembali duduk di tepi ranjang sambil menatap wajah Almeta, dengan


senyumannya yang terbit di bibirnya, tangan Danny menyingkirkan anak rambut


yang menutupi wajah Almeta, lalu dia juga mencium pipi Almeta lembut, “Apa kamu


tidak kembali istirahat honey? Bahkan ini sudah larut malam dan sebaiknya kamu


kembali istirahat agar kamu cepat kembali pulih dan kamu bisa melakukan apa


yang kamu mau nantinya,” ucap Danny tersenyum.


“Tapi kamu juga ikut istirahat di sini, aku tidak mau


kamu tinggalin aku,” ucap Almeta, dan saat itu juga Danny menganggukkan


kepalanya pertanda dia setuju, lagi pula pekerjaan dia juga sudah selesai dan


dia sedari tadi ingin istirahat. Danny menepatkan dirinya di samping Almeta,

__ADS_1


bahkan dia juga tidur memeluk tubuh Almeta dengan erat.


__ADS_2