
Selama satu bulan ini Danny habiskan waktunya bersama
dengan Almeta, dia dengan sabar merawat Almeta. Memang karena semuanya adalah
salah Danny dan dia juga yang harus menanggungnya, bahkan dia juga sampai tidak
memberi tahu orang tuanya karena dia tidak ingin membuat semuanya menjadi
kacau. Untuk bertemu dengan Cheona saja dia sampai tidak ada waktu, dan
kandungan Cheona yang sudah menginjak dua bulan namun Danny sama sekali belum
memberi kepastiannya kapan dia akan menikahi Cheona hingga membuat wanita itu
sering menelepom Danny.
Saat ini Danny
yang sedang duduk di ruang kerjanya dengan tumpukan kertas yang begitu banyak,
sudah satu minggu dia tidak pernah masuk kantor dan menyuruh sekretarisnya
mengantarkan berkas-berkas penting ke apartemennya. Karena satu minggu Danny
mengurus Almeta yang kambuh oleh penyakitnya, dimana Almeta selalu menjerit
ketakutan, bahkan terkadang untuk Danny sentuh saja Almeta selalu berteriak dan
bahkan pernah suatu hari Almeta menodongkan pisau padanya dan beruntung saja cepat
diatasin.
“Akh! Bahkan hari ini saja aku terlalu malas untuk
mengerjakan semuanya,” ucap Danny pelan sambil mengusap wajahnya kesal, dan
tidak lama dia segera membuka berkas satu bersatu dan mengetikan di laptopnya. Hingga
tanpa sadar hari sudah semakin larut malam dan dia mendengarkan Almeta kembali
menjerit, Danny pun bergegas keluar dari ruang kerjannya menuju kamarnya, dia
__ADS_1
dapat melihat Almeta yang sedang ketakutan.
Danny berjalan
mendekati Almeta, dia membawa tubuh Almeta ke dalam pelukannya untuk membuat
nyaman Almeta, selama satu bulan juga Danny sudah membawa Almeta ke dokter dan
memang saja saat ini Almeta sedang tidak baik-baik saja karena ulahnya, “Honey,
kamu akan baik-baik saja. Sstttsh, aku ada di sini dan kamu tidak perlu takut,”
ucap Danny. Namun saat itu juga Danny terjatuh karena tubuhnya di dorong oleh
Almeta dengan kencang.
“Pergi kamu lelaki brengsek dan tidak punya perasaan,
aku benci melihat kamu, pergi dari sini!” teriak Almeta, akan tetapi Danny
menggelengkan kepalanya dan berusaha mendekati Almeta, membawa tubuh wanita itu
ke dalam pelukannya kembali.
ini. Aku ingin kamu cepat sembuh dan tidak seperti ini lagi, aku janji tidak
akan pernah lagi membuat kamu seperti ini honey,” ucap Danny.
Entahlah apa
yang dia ucapakan dari bibirnya barusan akan menjadi kenyataan atau hanya
sebagai penenang saja, yang jelas yang tahu hanya Danny dan tuhan saja. Akan tetapi
itu semua mampu membuat Almeta kembali tenang dan bahkan wanita itu saat ini
menangis sambil memeluk suaminya yang sangat kejam itu, “A-aku t-takut Danny,”
ucapnya pelan dengan terbata-bata.
“Yes, honey. Aku ada di sini dan kamu tidak perlu
__ADS_1
takut,” ucap Danny, dia melepaskan pelukannya dan menatap wajah Almeta yang
sudah sembah dan dibasahi oleh air matanya, Danny mengusapnya dengan pelan. Dia
tidak mau melihat Almeta kembali menangis lagi, sungguh ini membuat hati
kecilnya merasa sakit.
Danny membawa
tubuh Almeta kedalam gendongannya, Danny membaringkan tubuh Almeta ke atas
ranjang, dia juga menyelimuti tubuh Almeta agar istrinya tidak kedinginan. Namun
saat dia akan beranjak pergi tangan Danny lebih dulu dicekal oleh Almeta hingga
membuatnya kembali menoleh ke Almeta, “Jangan pergi, aku mohon tetaplah di sini
temani aku, aku takut Danny,” ucap Almeta.
Mau tidak mau
Danny kembali duduk di tepi ranjang sambil menatap wajah Almeta, dengan
senyumannya yang terbit di bibirnya, tangan Danny menyingkirkan anak rambut
yang menutupi wajah Almeta, lalu dia juga mencium pipi Almeta lembut, “Apa kamu
tidak kembali istirahat honey? Bahkan ini sudah larut malam dan sebaiknya kamu
kembali istirahat agar kamu cepat kembali pulih dan kamu bisa melakukan apa
yang kamu mau nantinya,” ucap Danny tersenyum.
“Tapi kamu juga ikut istirahat di sini, aku tidak mau
kamu tinggalin aku,” ucap Almeta, dan saat itu juga Danny menganggukkan
kepalanya pertanda dia setuju, lagi pula pekerjaan dia juga sudah selesai dan
dia sedari tadi ingin istirahat. Danny menepatkan dirinya di samping Almeta,
__ADS_1
bahkan dia juga tidur memeluk tubuh Almeta dengan erat.