
" Mas tunggu " ucap Cahaya terus berlari mengejar Alex yang menuju luar rumah.
Saat Cahaya mengejar Alex, ia tergelincir karena mengenakan sepatu hak tinggi,
Saat itu juga Alex berpaling dan menangkap Cahaya.
Brukk!!
Seketika mereka bertatapan, hal itu di lihat oleh pelayan pelayan Alex dan bodyguard Alex yang berjaga di depan pintu.
" E-eh mas " ucap Cahaya sadar bahwa ia bertatapan dengan suaminya Alex.
Saat itu Cahaya memalingkan tatapannya dari Alex, dan Alex melepaskan rangkulan nya dari Cahaya.
" Jalan itu hati hati, gimana kalau anak saya kenapa kenapa haa? Ucap Alex memarahi Cahaya.
" M-maaf mas, tadi mas Alex pergi yah aku gak mau sendiri di sini " ucap Cahaya dengan nada manjanya.
" Yaudah ayo, kita kedalam aja " ucap Alex menuntun istrinya dengan lembut.
Saat Alex melihat Pelayan lamanya Lara, ia memanggil sekaligus menyuruh nya membuatkan susu ibu hamil pada Cahaya.
" Lara! " Panggil Alex
" Iya Tuan ada yang bisa saya bantu? " Ucap Lara dengan sopan.
" Bikinin susu untuk istri saya! "
" Baik Tuan segera " ucap Lara
Alex membawa istrinya kekamar untuk beristirahat dan sengaja menaiki lift agak Cahaya tidak perlu kelelahan menaiki tangga.
** Di dalam kamar **
__ADS_1
" Mas aku bosen di kamar Mulu " ucap Cahaya yang duduk di atas sofa.
" Kamu harus istirahat, haga kandungan kamu itu Aya!! " Ucap Alex
" Iya, tapi aku bosen! " Ucap Cahaya
" Nonton tv aja, kalau bosen di kamar kamu main di taman depan aja, sekali lagi jangan lupa sama peraturan yang waktu itu! " Ucap Alex menghidupkan televisi.
" Iyah, iyah, aku gak bakal keluar rumah tanpa izin dari mas Alex kok " ucap Cahaya mengerutkan keningnya.
Tok
Tok
Tok!
" Tuan ini susunya " ucap seorang wanita dari balik pintu.
" Pasti cewe yang tadi " ucap Cahaya ingin membukakan pintu.
Cklek
" Tuan ini susunya sudah siap " ucap Lara
" Thanks " ucap Alex mengambil susu itu
" Eh Tuan tadi di ruang tengah ada nelfon, katanya dia mau menemui Tuan Alex " ucap Lara serius.
" Siapa yang nelfon? "
" Namanya branden " ucap Lara
" BRANDEN?!! " Ucap Alex menunjukkan expresi kaget.
__ADS_1
" I-iya Tuan, kalo gitu Lara permisi " ucap Lara meninggalkan Alex.
" Gawat Branden sudah tau keberadaan wanita ini" batin Alex. apa yah yang terjadi?
" Kenapa mas? Kok lama banget? Tanya Cahaya dari dalam kamar.
" Bentar " ucap Alex menutup pintu dan masuk.
" Tadi aku denger ada yang nelfon ya mas, siapa? Tanya Lia.
" Oh, d-dia bodyguard saya kok " ucap Alex berbohong
" Ooh. . ., Saya gak di tawari minum susu nya yahh? Tanya Cahaya melirik susu itu.
" Oh iya lupa, ini kamu habisin setelah ini saya mau pergi keluar bentar " ucap Alex memberi susu itu.
Saat Cahaya mengambil susu itu, Alex mengecup kening Cahaya dan pergi dari dalam kamar itu, hal itu membuat jantung Cahaya berdebar sangat kencang.
CUP!
"Saya pergi dulu ya " ucap Alex mengecup kening Cahaya
" I-iya mas " ucap Cahaya dengan mukanya yang tersipu malu dan jantungnya yang berdetak kencang.
Deg!
Deg!
Deg!
" Oh Tuhan jantungku kaya mau copot aja cuman di c*um " batin Cahaya memegang d4d4 nya menggunakan tangan kirinya.
Setelah Cahaya menghabiskan susu itu, ia beranjak ke balkon kamar untuk melihat lihat pemandangan, tanpa sengaja ia melihat Alex sedang menaiki mobil kesayangannya yang di ikuti oleh mobil para bodyguard bodyguard nya.
__ADS_1
" Mas Alex mau kemana yah? Banyak banget dia bawa bodyguardnya " ucap Cahaya memandang mobil yang berderet-deret mengikuti Alex.