
Wawan setelah makan ngajak Desti belanja keperluannya untuk kuliah, Wawan yang menentukan baju apa saja yang wajib dipakai sama Desti.
" Jangan macam macam pakai baju seksi, saya akan marah jika kamu genit diluar perintah saya." Tegas Wawan sejujurnya, cemburu dan kwartir di kampus Desti Deket sama temen cowok
" Astaga tuan, saya tidak akan melakukan itu, walaupun pernikahan kita karena saling menguntungkan, tapi saya tidak akan seenaknya tuan, saya akan menghargai pernikahan kita dan tidak akan ganjen sama siapapun." Ucap Desti tulus, Desti tidak mau main main sama pernikahannya.
" Bagus kamu berfikir seperti itu, yah sudah kita beli laptop dan alat tulis kamu yang lain." Lanjut Wawan merasa bahagia saat mendengar ucapannya Desti
Wawan juga yang memilih laptop dan alat tulis Yaang bagus untuk Desti, setelah puas belanja Wawan menemani Desti belanja untuk isi dapur.
" Astaga, menemani anak ini, berasa temani istri belanja dari tadi." Batin Wawan merasa aneh dirinya, sangat betah menemani Desti belanja keperluan kuliahnya.
Dilain sisi, orang tuanya Desti menikmati suasana apartemen milik Wawan, memiliki fasilitas yang menyenangkan, Wawan memiliki taman kecil dan kolam renang pribadi.
" Pak, walaupun menantu kita tidak sopan, tapi kita beruntung yah punya menantu yang kaya raya seperti ini." Ucap Emak nya Desti merasa bersyukur
" Iyah Mak, bapak tidak menyesal memaksa mereka menikah, walaupun kita tidak bahagia sepenuhnya tapi kemewahan bisa kita dapetin." Ucap Bapak nya Desti
" Bener pak, walaupun Emak tahu Desti tidak bahagia tapi kemewahan akan selalu Desti terima dari suaminya." Lanjut Emak nya Desti walaupun dianggap tega tapi, emak nya Desti sadar diri tidak mampu memberikan barang barang mewah untuk anaknya.
Dilain sisi, Desti menerima uang saku selama kuliah, membuat Desti merasa lega karena setidaknya di kampus masih bisa jajan dan menikmati makanan yang ada di kampus.
" Ingat jajan kamu cuman dua puluh ribu setiap harinya, jangan minta lebih dari itu." Tegas Wawan tidak mau Desti nongkrong sama temen temennya setelah pulang kuliah, karena itu Wawan memberikan uang jajan sedikit untuk Desti
" Tuan tenang saja, saya tidak memikirkan jajan kok sudah dibantu untuk kuliah dan barang barang untuk kuliah sudah dipenuhi sudah bersyukur tuan." Ucap Desti, sudah dibiayai kuliah sudah cukup tidak terlalu memikirkan untuk santai santai.
" Bagus, yah sudah mandi sana dan lakukan pekerjaan kamu sekarang " Lanjut Wawan yang langsung nafsong melihat Desti cuman pakai daster yang seksi
__ADS_1
" Baik tuan" Lanjut Desti siap siap polos
Wawan yang melihat Desti sudah polos untuk siap siap mandi, langsung nyusul Desti ke kamar mandi, Wawan ingin memulai panjat pinang didalam kamar mandi berdua.
" Tuan, astaga bikin saya kaget saja." Ucap Desti kaget saat merasakan ada tangan yang memainkan gunung kembarnya.
" Suruh siapa polosnya bukan dikamar mandi saja, yah sudah aku jadi pengen deh sayang." Ucap Wawan yang mulai menggerakkan pinggangnya
" Aaahhh, sayang rebahan saja yah sayang, aku takut jatoh sayang. aaahhh" Desa Han Desti, antara mulut dan tangan tidak sesuai membuat Wawan semakin semangat isengin istrinya.
" Yakin tidak mau disini?" Goda Wawan sengaja mempercepat gerakan pinggang nya, dan pegangin badannya Desti supaya tidak jatoh.
" Aaahhh, yakin sayang, aaahhh, iseng yah kamu sayang." Lanjut Desti tersipu malu, ketahuan tidak sesuai antara mulut dan tangannya Desti.
Dilain sisi, Zikri memantau aktifitas orang tuanya Desti, di apartemen dan apa saja yang dibicarakan, Wawan memang memberikan ijin untuk tinggal di apartemen tapi memberikan pengawasan yang ketat.
" Dasar orang tua aneh, anaknya dijadiin tumbal demi biaya kuliah, mereka bisa bisanya bersyukur mendapatkan menantu rese seperti Wawan." Protes Rizki memantau monitor cctv terhubung sama laptopnya
" Lama sekali kamu datangnya." Ucap Rizki saat sampai didalam kamar
" Maaf ganteng, habisnya macet sayang, yah sudah kan sudah sampai sini, kita bersenang senang sekarang." Ucap Perempuan bayarannya Rizki dengan manja.
" Baik lah, saya juga sudah tidak sabar nih." Lanjut Rizki yang buru buru polos begitu dengan perempuan didepannya
Rizki setengah jam melakukan foreplay membuat perempuan didepannya terasa melayang, karena Rizki selalu bisa membuat perempuan didepannya merasa melayang setiap sentu han yang diberikan Rizki. Rizki setelah puas foreaplay langsung ajak perempuan yang ada didepannya untuk rebahan.
" Suara manja kamu keluarkan dengan maksimal yah" Ucap Rizki perlahan memasuki hutan, dengan pergerakan pelan Rizki menggerakkan pinggangnya dengan tempo yang pasti.
__ADS_1
" Aaahhh, pasti dong Rizki sayang" Desa haan manja perempuan didepannya, sambil meluk Rizki
" Suara kamu begitu merdu didengarnya, aku selalu suka mendengarnya." Lanjut Rizki sambil m3r3m45 gunung kembar dengan l3mbbbbuuuut, sesekali mencium bibir dan l3h3r perempuan didepannya.
" Aaahhh, Rizki sayang." Rizki sengaja memberikan jeda supaya perempuan didepannya mengeluarkan suara merdunya, dan melanjutkan mencium bibir perempuan yang ada didepannya
*********************&***************&*************&
Hari pertama masuk kuliah, membuat Desti bangun lebih pagi, Desti melihat Wawan masih tidur dengan pelan pelan bangun untuk menyiapkan sarapan dan siap siap untuk berangkat ke kampus.
" Selamat pagi sayang" Ucap Wawan tiba tiba sambil meluk Desti dari samping
" Pagi juga tuan, saya mau siap kan sarapan untuk kita terus kita siap siap ke kampus dan kantor tuan." Ucap Desti menahan geli, Wawan dengan sengaja mencium l3h3rnya dengan lemmmmbbbbuuuattt
" Kasih vitamin pagi dulu lah, baru siap siap berankat kuliah dan kerja, soal masak biar bibik yang masak, tugas kamu sekarang panjat pinang saja." Lanjut Wawan langsung duduk dan membantu Desti untuk rebahan
" Baik tuan" Lanjut Desti pasrah, melawan keinginan Wawan sangat lah mustahil, yang bisa dilakukannya cuman bisa pasrah tanpa bisa protes sama sekali.
Wawan langsung melanjutkan aksinya, Wawan sangat suka panjat pinang sebelum beraktifitas supaya mendapatkan semangat.
Dilain sisi, Emak nya Desti masak untuk sarapannya dan sarapan suaminya, walaupun badan masih sakit tapi kewajiban seorang istri membuatnya memaksakan diri untuk masak.
" Memangnya emak sudah sembuh?, ngapain maksain diri sih Mak untuk masak seperti ini?" Tanya dan protes bapak nya Desti
" Tidak masalah pak, lagian emak bosan di apartment tidak banyak yang dikerjakan. bapak juga kan sampai malam kerja nya, supaya bapak tidak banyak jajan di luar kan." Ucap Emak nya Desti, memasukan bekel makanan suaminya, Emak nya Desti ikut makan bareng suaminya.
promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun
__ADS_1