Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
Orang tua aku tinggal di apartemen ini boleh kan.


__ADS_3

Wawan ngobrol santai sama Rizki dan beberapa Bodyguard yang ikut mengantar Desti, sedangkan bapak nya Desti disuruh merapihkan apatermen.


" Bagaimana pekerjannya di kantor?" Tanya Wawan melirik mertuanya


" Sangat baik pak, tidak banyak bicara apa lagi sikapnya baik baik saja pak." Bisik Zikri melirik bapak nya Desti yang lagi siapin minuman.


" Bagus, pantau terus jangan sampai rahasia ini tersebar. saya tidak Sudi jadi bahan pembicaraan karyawan di kantor." Tegas Wawan, yang masih malu sama pernikahannya


" Beres tuan, rahasia anda aman tuan." Lanjut Zikri yang faham sama keinginan Wawan.


Dilain sisi, Desti kompres emaknya dengan telaten, merasa kasihan melihat ibu nya yang kefikiran sama pernikahannya.


" Emak cepet sembuh yah, kita tidak ketemu selama tiga tahun saja Mak. setelah kontrak pernikahan ini selesai, Desti bisa lebih banyak waktu di rumah, dan bekerja dengan pekerjaan yang baik Mak." Ucap Desti dengan terisak


" Terlalu lama nak, emak mau tinggal di rumah kamu dan Wawan yah, jadi ART juga emak rela nak, yang penting dideket kamu sayang." Ucap Emak nya Desti dengan lirih


" Jangan begitu Mak, ah Desti punya ide supaya kita tidak terlalu jauh untuk ketemu Mak." Lanjut Desti tiba tiba dapat ide, supaya orang tuanya bisa hidup enak.


" Ide apa Desti?" Tanya emak nya Desti penasaran.


" Sudah emak tenang saja, serahkan sama Desti Mak, Desti usahakan yang terbaik untuk emak dan bapak yah." Lanjut Desti berharap bisa membujuk Wawan, supaya mengijinkan orang tuanya tinggal di apartemen saja.


Dilain sisi, Wawan sudah selesai membersihkan diri, sambil menunggu Desti datang Wawan mengecek pekerjaan dari handphone nya.


" Kamu lama sekali?" Tanya Wawan kesal saat melihat Desti masuk kedalam kamar


" Maaf tuan, tadi saya kompres emak sampai kondisinya enakan." Ucap Desti jalan kearah Wawan, Desti sengaja langsung setengah polos didepan Wawan.


" Yah sudah lah, kemari lah Desti, lakukan tugas kamu sekarang." Lanjut Wawan yang faham sama apa yang dilakukan Desti.


" Baik tuan sayang" Lanjut Desti mencium bibirnya Wawan, kali ini Desti sengaja agresif demi membuat Wawan puaaaaasssss, Desti bener bener ingin sekali membuat orang tuanya tinggal di apartemen.

__ADS_1


" Sekarang sudah mulai nakal yah kamu." Protes Wawan sambil memainkan gunung kembar didepannya.


" Nakal buat tuan kan tidak masalah, lagian tuan sayang pasti senang kan, kalo saya yang agresif sekali kali tuan sayang." Goda Desti, Desti semakin lihai tangannya menari dengan indah di badannya Wawan


Wawan yang sudah mulai on, memerintahkan Desti untuk rebahan. Desti langsung rebahan dan membiarkan Wawan menggerakkan pinggangnya.


" Sayang, aku ingin sekali orang tua aku tinggal di apartemen ini boleh kan." Ucap Desti yang tangannya aktif menari dengan indah, sambil mendewwsaaahh.


" Kenapa kamu minta mereka tinggal disini?' Tanya Wawan, tidak mampu protes karena Desti mampu membuatnya melayang.


" Supaya kalo emak dan bapak sakit, tidak harus bulak balik dibawa kesini dan supaya menghindari para tetangga yang kepo. lumayan menghindari selama tiga tahun setengah, saya tidak tega saat mendengar cerita emak mereka selalu sedih setiap ditanya tetangga tentang keberadaan saya. boleh kan sayang?" Tanya Desti penuh harap, Desti menerus kan aksinya semakin agresif


" Boleh saja sayang, yah sudah nanti saya perintah kan bodyguard untuk bawa baju orang tua kamu tinggal disini, tapi jabatan bapak kamu tidak berubah yah.". Tegas Wawan tidak mau mertuanya mendapat kan jabatan yang bagus, karena biaya hidup dan biaya pendidikan Desti tentu tidak lah murah.


" Terimakasih sayang, terimakasih atas keputusannya. saya janji berusaha keras supaya kamu selalu puaaaaasssss panjat pinang sama saya." Lanjut Desti bahagia, karena rencana nya berhasil, biar lah Desti agresif seperti ini demi orang tuanya tinggal di apatermen.


Wawan melanjutkan aksi panasnya, Merasa Desti memanfaatkan dirinya menggoda, supaya diberikan ijin untuk kedua orang tuanya tinggal di apartemen.


" Kalian akan tinggal disini selama Desti kuliah, tapi kalian tidak kemana mana khususnya emak nya Desti, sedangkan anda tetep bekerja seperti biasanya jadi anda pulang kerja tidak dijadikan bahan gosip para tetangga kampungan itu lagi." Tegas Zikri yang heran sama Wawan yang luluh sama rayuannya Desti


" Oh apa ini rencana Desti itu yah, berhasil juga anak itu merayu suaminya." Batin Emak nya Desti bangga dan bahagia, karena anaknya berhasil.


" Terimakasih tuan, tapi bagaimana kita ambil baajj baju kita?" Tanya emak nya Desti pura pura bingung


" Suami anda ikut kita ambil baju baju kalian, sekaligus motor butut kalian dibawa sekalian, disini kalian makan tetep makanan sehari hari kalian, suami anda yang beli bahan masakan. ingat jangan macam macam, karena kalian diawasi sama bodyguard karena macem macem anak kalian akan menderita." Tegas Zikri yang tidak ingin mendapatkan masalah karena hal sepele seperti ini.


Dilain sisi, Wawan melanjut kan panjat pinang nya, Wawan merasa belum puas membuat Desti berusaha untuk ikuti keinginan suaminya.


" Sayang, aaahhh, semakin luar biasa sayang.". Desa han Desti nahan nyeri nyeri luar biasa


" Iyah dong, tongkat sakti aku lebih dari SNI sayang, kamu akan terus dan terus melayang sayang. kamu keringatan sayang terlihat seksi sekali." Goda Wawan, Wawan hapus keringatnya Desti

__ADS_1


" Aaaaa sayang, semakin mantap sayang, aku betah posisi seperti ini." Desa han Desti, meluk Wawan dengan mesra


" Yah dong wajib betah, aku masih betah sayang, kita berlama lama yah sayang." Lanjut Wawan menggerakkan pinggangnya maju dan mundur tanpa lelah, sedangkan tangannya semakin menari dengan indah.


" Aaahhh, Iyah sayang, lakuin sesuka kamu sayang. aaahhh luar biasa." Desa han Desti, walaupun dilakukan dengan kasar tapi Desti perlahan suka cara panjat pinang nya Wawan.


Dilain sisi, Bapak nya Desti di suruh masak untuk makan malam, Zikri sengaja melarang ART membantu bapak nya Desti untuk masak.


" Kamu saya pecat, karena mulai hari ini apartemen ini akan ditempati sama orang tuanya Desti." Ucap Zikri melihat ART nya Wawan


" Ya tuan, terimakasih saya dan keluarga dikasih kesempatan untuk tinggal disini." Ucap ART nya Wawan sedih


" Yah sudah rapihkan barang barang kalian, dan langsung pergi dari sini." Lanjut Zikri memberikan amplop ke ART nya Wawan


Dilain sisi, Wawan temani Desti ketemu sama Emak nya, awalnya Wawan males tapi karena penasaran sama apa saja yang dibicarakan sama orang tuanya Desti.


" Emak, bagaimana keadaannya? emak mau makan apa? nanti Desti masakin?" Tanya Desti sambil meluk emak nya


" Tidak usah nak, bapak mu lagi masak. bagaimana persiapan kuliahnya?' Tanya Emak nya Desti yang penasaran sama kuliah anak nya


" Alhamdulillah Mak, sudah melewatkan tes masuk kuliah mak, tinggal nunggu hasilnya saja Mak." Lanjut Desti jujur


" Sudah kan dramanya? Desti hayo kita makan diluar saja, saya tidak biasa makan masakan kampung." Tegas Wawan malas, makan masakan sederhana.


" Baik tuan, emak maaf yah Desti harus temani Tuan makan di luar. emak habis makan jangan lupa minum obat yah." Lanjut Desti merasa tidak tega meninggalkan orang tuanya, demi keinginan suaminya.


" Pergi lah kalian, hati hati dijalan." Lanjut Emak nya Desti bahagia, setidaknya anak nya masih diperlakukan dengan baik sama Wawan.


promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun


__ADS_1



__ADS_2