
Wawan dan Zikri nampak bingung, karena hari ini hari pertama mereka memantau proyek, dan hari pertama juga Memantau proyek mereka.
" Bagaiman ini? masa Desti pergi sendirian ke kampus yah?" Tanya Wawan cemas tapi tidak mau mengabaikan pekerjaannya.
" Biar saya yang antar Desti kuliah, kamu memantau proyek itu." Ucap Zikri senyum licik
" Enak saja, walaupun dia budak saya, tapi dia tetep istri saya, dia pergi sama siapapun atas perintah saya. yah sudah kamu saja yang mantau proyek biar saya yang antar Desti kuliah." Lanjut Wawan, Wawan tidak rela Desti terlalu banyak kesempatan sama orang lain.
" Astaga, anggap budak tapi posesif seperti ini. awas jatuh cinta sama budak sendiri." Ledek Zikri dan langsung pergi begitu saja, walaupun kesal, tapi tidak berani melawan perintah Wawan
" Tidak mungkin jatuh cinta sama Desti, ngaaco sekali Zikri." Lanjut Wawan kesal, Wawan nyusul Desti yang masih siap siap
Dilain sisi, Desti dengan pelan pelan make up supaya tidak terlalu tebal, Desti langsung senyum melihat Wawan masuk kedalam kamar.
" Kamu sudah selesai? Wangi sekali kamu, mau kuliah atau nongkrong?" Tanya Wawan kesal, Wawan jalan menghampiri Desti
" Sudah selesai sayang, masa ke kampus tidak pakai apapun sih, bisa bisa aku bau asem dong." Ucap Desti langsung meluk Wawan
" Yah sudah lah, hayo jalan." Lanjut Wawan kesal, Wawan merasa kesal karena Desti pakai parfum ke kampus saja.
Dilain sisi, Zikri melihat lihat proyek yang sudah dibuat, Zikri ngobrol santai sama kontraktor.
" Tumben anda sendirian? mana tuan Wawan?' Tanya kontraktor
" Lagi sibuk, oh yah apa ada kendala?" Tanya Zikri melihat lihat sekeliling
" Tidak ada tuan, semuanya sesuai rencana kita. oh yah paling selesai bulan depan tuan, sudah mau selesai pembangunan ini." Lanjut Kontraktor.
" Alhamdulillah kalo begitu, yah sudah saya mau keliling melihat lihat tempat ini." Lanjut Zikri langsung jalan
Dilain sisi, Desti cuman bisa diam melihat tangannya Wawan yang tidak bisa diam, pantas saja Wawan tidak mau nyetir tapi mau ikut ke kampus.
" Tuan, anda sengaja yah ikut ke kampus mau bermesraan." Ledek Desti membiarkan Wawan melakukan apapun yang diinginkan
__ADS_1
" Iyah dong, buat apa punya banyak karyawan kalo saya harus capek setiap saat. lagian saya lagi ingin minum susu murni." Ucap Wawan, tidak mungkin bilang kalo mau seperti ini sama Desti.
" Anda benar tuan, bos bebas yah tuan." Ledek Desti, Desti kaget melihat tangannya Ilham yang memindahkan tangannya ke sarung perkututnya.
" Saya mau lebih Desti" Lanjut Wawan langsung membuat Desti rebahan
" Malu tuan, ada supir yang melihat apa yang kita lakukan tuan." Lanjut Desti melihat supir
" Saya sudah terbiasa nona, melihat kelakuan tuan Wawan seperti ini." Ucap Supir yang tidak berani melihat spion atas
" Tuh dengarkan Desti, sudah enjoy saja yah, jangan gugup." Tegas Wawan yang berhasil membuat Desti polos
" Baik tuan" Lanjut Desti berusaha santai walaupun malu tapi berusaha santai, supaya Wawan tidak marah.
Wawan mulai melakukan ritual mobil bergerak selain bergerak karena mesin mobil, Wawan cuek cuek saja tanpa peduli ada supir didepan.
" Astaga, semakin lama kerja ditempat tuan Wawan semakin stres nih, melihat kelakukan bos hobi panjat pinang didalam mobil terus menerus, apa lagi bikin merinding." Batin supirnya Wawan frustasi menahan nafsssooong akibat suara suara goib Wawan dan perempuan didepan nya setiap saat.
" Tenang saja sayang, percaya kan saja sama aku karena aku sudah biasa seperti ini sayang. peluk aku yang erat sayang. jangan ganggu kenikmataannnn aku yah." Tegas Wawan kesal, walaupun sudah biasa mendapatkan protes seperti ini.
" Baik sayang, aaahhh, sensasinya luar biasa sayang." Desa han Desti berusaha menikmatiii dan berusaha tenang.
" Nah begini kan jauh lebih enak didengar sayang." Lanjut Wawan bahagia, Wawan terus menerus melakukan pinggangnya dengan cepat.
Dilain sisi, Zikri merasa kesal sekali, lupa bawa charger handphone membuat Zikri kesulitan beli makanan sedangkan perut sudah tidak bisa menahan lapar.
" Astaga lapar sekali, apa lebih baik cari makan dan kembali ke kantor yah. nanti lagi deh melihat proyek pembangunan ini." Ucap Zikri pegang perutnya
" Anda mau pulang tuan?" Tanya Kontraktor saat, saat melihat Zikri masuk kedalam mobil
" Iyah, saya mau kembali ke kantor sekarang, lain waktu saya kesini lagi." Ucap Zikri langsung menyalakan mobil dan meninggalkan tempat proyek
Dilain sisi, Desti merapihkan baju dan make up sebelum turun dari mobil, Wawan juga merapihkan bajunya dan berniat temani Desti kedalam kampus.
__ADS_1
" Sudah cantik, hayo turun, ingat jangan kecentilan yah.". Ucap Wawan
" Siap bos sayang" Ucap Desti langsung mencium bibirnya Wawan dan buru buru turun sebelum Wawan menyerangnya lagi.
" Sial, bocah sudah mencium langsung kabur awas kamu, setelah pulang dari kampus harus kena hukuman." Protes Wawan kesal dan langsung turun dari mobil.
Wawan dan Desti langsung masuk kedalam kampus, untuk ikut tes masuk kuliah, Desti merasa gugup sekali karena harus ikut tes.
" Kamu harus santai, tapi tetep fokus yah. supaya kamu bisa dengan lancar mengerjakan soalnya yah." Ucap Wawan tegas
" Baik tuan, saya akan fokus terimakasih yah sudah memberikan semangat." Ucap Desti bahagia, mendapat kan dukungan dari suami sendiri.
Desti langsung masuk kedalam ruang tes, dan baca baca buku selama menunggu penguji datang.
" Kamu harus bisa Desti, saya tidak ingin membuang uang dengan sia sia." Lanjut Wawan sambil melihat Desti sibuk sama buku
Dilain sisi, Emak nya Desti bingung saat para tetangga,menanyakan keberadaan Desti yang sudah beberapa hari tidak pulang pulang.
" Desti lagi ditempat saudara, sudah yah ibu ibu. saya mau masak jadi permisi." Ucap Emak nya Desti langsung jalan cepat, supaya tidak ditanyakan lagi sama para tetangga.
Dilain sisi, Bapak nya Desti melihat istrinya jalan cepat masuk kedalam rumah, jadi merasa aneh karena tadi pergi baik baik saja.
" Kamu kenapa Mak?" Tanya Bapak nya Desti heran
" Emak malu sama tetangga, setiap hari menanyakan keberadaan Desti terus menerus, dan bingung memberikan jawaban jawaban sama mereka." Ucap Emak nya Desti sedih dan malu, tentunya tidak berani menjawab kalo anaknya dipaksa menikah demi bisa kuliah.
" Abaikan saja sih, orang orang yang kepo, lagian kita makan bukan minta sama mereka kan. jadi tidak usah diladeninya Mak." Tegas Bapak nya Desti kesal dan sejujurnya malu, karena keegoisannya keberadaan anaknya bisa jadi bahan pertanyaan para tetangga.
promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun
__ADS_1