
Desti minta panggilan emak dan bapak di ganti jadi ayah dan bunda, karena permintaan Wawan, dari pada malu sama kedua orang tuanya
" Iyah nak, kita akan biasa kan panggilan ayah dan bunda, terus kapan orang tua nak Wawan ke Indonesia?" Tanya Emak nya Desti memastikan besannya ke Indonesia
" Dua Minggu lagi mereka ke Indonesia, besoknya kita langsung nikah secara sederhana saja, karena Desti sudah hamil takut kenapa kenapa kalo terlalu banyak kegiatan." Ucap Wawan melihat Desti
" Yah sudah terserah nak Wawan saja, bagaimana baiknya, terus kalian kapan beli beli baju pengantin?" Tanya bapak nya Desti penasaran
" Besok kita beli, undangan sudah disebar dan semua perlengkapan pernikahan sudah selesai semua." Lanjut Wawan bangga sama kinerja karyawannya yang kerjain semuanya lebih cepat dari apa yang diinginkan Wawan.
" Cepat juga, hebat juga karyawan karyawan nak Wawan." Lanjut Emak nya Desti
" Oh yah, sayang kita ke dokter kandungan yuk, cek up aku tidak sabar mau lihat anak kita." Ucap Desti manja manjakan dibahunya Wawan
" Hayo sayang, aku juga tidak sabar mau lihat anak kita." Lanjut Wawan, bantuin Desti berdiri.
Desti dan Wawan langsung ke rumah sakit ngecek kandungannya Desti, Wawan tidak sabar mau lihat perkembangan anaknya, saat tiba di rumah sakit dokter memeriksa kandungannya Desti membuat Desti dan Wawan senyum bahagia.
" Anak kalian tumbuh dengan sehat, bagus sekali Bu menjaga pola makan anda, pertahan kan yah Bu makan tepat waktu, jangan stres stres, dan jangan terlalu cape yah Bu, supaya anaknya tetap sehat sampai sembilan bulan." Ucap dokter
" Iyah pasti dokter, saya akan Pastikan istri saya tidak cape dan tidak stres dok." Ucap Wawan memastikan kondisinya Desti tetep aman aman saja.
" Saya berikan vitamin untuk anda ya bu, dihabiskan yah." Lanjut dokter nulis resep untuk Desti wajib diminum
Dilain sisi, Orang tuanya Wawan melempar undangan pernikahan Wawan, yang di print sama asistennya, orang tuanya Wawan langsung telefon Wawan kabar mendadak yang anaknya sudah siap kan.
__ADS_1
" Anak itu, selalu saja seenaknya sama orang tua" Bentak papi nya Wawan kesal
" Maaf tuan, kata asistennya tuan muda, tuan muda sudah nikah sirih karena permintaan orang tua istrinya, yang ingin anaknya menjodohkan ke tuan muda dan minta bantuan supaya anaknya bisa kuliah, perjanjian pernikahan selama tiga tahun, siapa sangka tuhan memberikan anak sekarang, membuat tuan muda mau meresmikan pernikahannya demi anak yang dikandung istrinya tuan.' Ucap asisten orang tuanya Wawan.
" Terus bagaimana prestasi istrinya, membanggakan atau sebaliknya?" Tanya papi nya Wawan penasaran
' Membanggakan tuan, asistennya tuan muda memberikan bukti IPK istrinya sangat membanggakan tuan, saya tidak menyangka istrinya mau serius dalam belajar tuan, dan tidak memanfaatkan kekayaan tuan muda secara berlebih." Penjelasan asisten papi nya Wawan terus terang
" Baik lah, walaupun kita malu mendapatkan besan seorang OB di perusahaan anak sendiri, tapi anaknya bisa membanggakan tidak masalah, walaupun jadi aib untuk keluarga besar kita." Ucap mami nya Wawan, berusaha menerima kekurangan Desti dan bisa melihat kelebihan Desti yang berprestasi
" Kamu benar juga mami, yah sudah kita percepat ke Indonesia, saya tidak sabar mau lihat menantu dan bahas pernikahan anak kita yang mendadak ini. Tuhan memberikan. keturunan membuat anak kita berubah jadi lebih baik itu membanggakan sekali." lanjut papi nya Wawan bangga anaknya mau berubah lebih baik demi anak
Dilain sisi, Wawan ngajak orang tuanya Desti cobain kebaya untuk resepsi pernikahannya, Wawan menunggu Desti dan kedua orang tuanya cobain baju sambil mantau perkembangan persiapan toko untuk mertuanya
" Kerja yang bagus, toko siap dan karyawannya juga siap, syukur lah sebelum mami dan papi datang, mereka sudah tinggal di ruko, untungnya ruko nya bagus sekali." Batin Wawan sambil baca whatshapp dari bodyguard nya
" Duh buletnya nih badan, apa Wawan nanti malu yah kalo lihat istrinya jadi gemuk seperti ini." Batin Desti jadi sedih dan takut.
" Nak, kenapa sedih seperti itu?" Tanya emak nya Desti tiba tiba masuk keruangan Desti cobain baju
" Wawan apa bakal malu yah Mak, saat pernikahan nanti, Desti gemuk seperti ini." Ucap Desti tidak tega kalo Wawan malu punya istri yang bulet
" Bulet tapi bisa jaga penampilan dan urusan ranjang tetep bisa dijaga, emak jamin Wawan tidak akan malu dan tidak akan melirik perempuan lain, yang penting kamu bisa jaga penampilan selama sembilan bulan bakal semakin gemuk bertambah usia kandungan. karena emak dulu begitu, takut bapak berpaling selama emak hamil. tapi Alhamdulillah bapak setia karena ibu bisa menjaga penampilan dan memuaskannn bapak sebisa mungkin." Ucap emak nya Desti, berusaha menenangkan anaknya yang ketakutan.
" Masa sih emak, yah sudah Desti akan jaga penampilan dan tidak akan membiarkan mas Wawan berpaling selama Desti hamil dan menyusui nanti." Lanjut Desti sambil ngelus perutnya
__ADS_1
" Harus bisa yah" Lanjut emak nya Desti optimis anaknya mampu, menjaga suaminya dengan baik.
Dilain sisi, Zikri yang harus handle pekerjaan Wawan, dibuat sibuk rapat sama beberapa client, yang sebenarnya mau ketemu langsung sama Wawan.
" Yah sudah, kami maklumi tuan Wawan, lagi ngurusin pernikahannya. terimakasih anda mau melanjutkan rapat ini." Ucap client nya Wawan
" Sama sama pak, justru kami yang terimakasih kepada anda karena tidak membatalkan kerjasama ini, karena urusan pribadinya tuan Wawan." Ucap Zikri merasa tidak enak, tapi Zikri tidak bisa protes justru memaklumi Wawan yang lagi menyiapkan pernikahannya yang tinggal baju saja.
Zikri memulai rapatnya, setelah deal dan rapat selesai, Zikri memberikan laporan ke Wawan lewat pesan singkat.
" Beras kerjaan, enakan ke caffe ah, nongkrong sekalian cari perempuan yang bisa temani rebahan selama tinggal disini, untungnya Wawan nanggung kebutuhan saya selama disini." Ucap Zikri langsung merapihkan berkas berkas yang berserakan di atas meja.
Dilain sisi, Desti ngajak Wawan, dan kedua orang tuanya untuk makan bareng, sekaligus Vidio call sama calon mertuanya
" Boleh yah ayah sayang, bunda kenalan sama calon mertua lewat Vidio call, sebelum mereka tiba di Indonesia." Bujuk Desti sambil pegang perutnya
" Baik lah sayang, aku akan Vidio call sama mereka." Ucap Wawan pasrah, sejujurnya Wawan paling malas nelefon orang tua yang super sibuk.
" Hallo mami dan papi" Sambung Wawan saat teleponnya terhubung
" Hallo juga nak, tumben telefon kami ada apa?' Tanya Papi nya Wawan diseberang telefon, kebetulan mami nya Wawan ada di kantor suaminya.
" Nih ada yang mau kenalan sama kalian" Lanjut Wawan yang langsung kasih hanphone nya ke Desti
" Hallo mami dan papi, apa kabar, salam kenal yah dari Desti calon menantu kalian, terimakasih sudah memberikan restu sama kami, untuk pernikahan resmi ini." Ucap Desti bahagia sekali, akhirnya bisa ketemu sama calon mertuanya.
__ADS_1
" Kok calon mertua sayang, kalian kan sudah menikah, jadinya mertua dong, walaupun kamu dari keluarga yang rendah, tapi prestasi kamu yang membanggakan, membuat kita setuju sama pernikahan kalian yang wajib diresmikan, selamat yah kalian mendapatkan momongan" Ucap Mami nya Wawan apa adanya, menurut orang tuanya Wawan, status sosial tidak masalah, yang penting ada yang bisa dibanggakan tidak ada salahnya memberikan ijin melanjutkan pernikahan Wawan dan Desti.