Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
Bulan madu ke dua


__ADS_3

Desti bahagia sekali bisa menikmati bulan madu beberapa hari di kota Padang, menikmati pemandangan kota dan makanan khas kota Padang secara langsung, Wawan ikut bahagia saat sang istri merasa bahagia.


" Bulan madu kedua besok sayang, aku janji tidak akan memaksa minta jatah terlalu lama sayang, supaya bunda tidak merasa sakit lagi." Ucap Wawan sambil tenteng belanjaan Desti


" Iyah sayang, untungnya cuman sakit sebentar, jangan merasa bersalah sayang, kita nikmati wisata kita dengan bahagia oke." Ucap Desti berusaha tidak menyalahkan Wawan karena beberapa hari merasa sakit.


" Terimakasih sayang, terus kota selanjutnya mau kota mana?" Tanya Wawan melihat Desti didorong kursi roda sama bodyguard


"Kota Aceh sayang, aku mau kesana.", Lanjut Desti melihat Wawan, merasa bahagia dan bersyukur punya suami yang bisa mewujudkan keinginan nya keliling Indonesia dengan mudah.


' Oke sayang, aku segera utus bodyguard untuk cariin tempat tinggal untuk kita." Lanjut Wawan, Wawan kasih belanjaannya ke bodyguard, supaya gantian dorong kursi roda.


Dilain sisi, Para tetangga di rumah lama orang tuanya Desti, datang ke toko orang tuanya Desti, untuk julidin orang tuanya Desti, karena selama ini hilang tanpa kabar sama sekali.


" Pantas Desti tidak terlihat ternyata dipaksa nikah, sama bos sendiri pasti karena harta yah." Ledek tetangga nya Desti yang super julid


" Pasti lah jeng, yang saya denger Desti kuliah di kampus elite, tidak mungkin lah nikah kalo bukan karena harta, pasti setelah lulus sekolah kan, karena setelah lulus sekolah kita semua tidak pernah melihat Desti sama sekali." Ledek Tetangganya Desti yang ikut ikutan


" Ada apa ini?" Tanya Zikri yang tiba tiba masuk kedalam toko.


" Tampannya, orang bule lagi, astaga ganteng ganteng kok galak sih." Ucap tetangganya Desti kagum melihat Zikri

__ADS_1


" Kita kesini denger kabar kalo Desti anak mereka, yang baru lulus sekolah sudah nikah dan kuliah di kampus yang elite, soalnya setelah lulus sekolah hilang ditelan bumi." Lanjut ibu ibu rumpi, untungnya toko orang tuanya Desti masih sepi jadi ucapan para tetangganya Desti tidak banyak yang tahu.


" Jaga ucapan kalian, kalo Desti nikah yah itu jodoh anak itu, lagian kalian tidak bisa berguna untuk keluarga Desti, untuk apa ikut campur dan julid orang lain, kalian ngaca apa kehidupan kalian jauh lebih baik hah, saya peringatkan jangan sekali kali ganggu keluarga nya Desti, saya jamin dalam hitungan jam aib keluarga anda semua akan terbongkar mengerti.' Bentak Zikri, walaupun ucapan ibu ibu didepannya bener semua, tapi berusaha untuk membela Desti dan kedua orang tuanya, Wawan yang minta Zikri dan para bodyguard untuk melindungi nama baik orang tuanya Desti.


" Halah sok tahu kamu, untung ganteng tapi sok tahu." Lanjut Tetangganya Desti, walaupun takut tapi berusaha untuk melawan.


" Nantang? kalo kita cari tahu kalian bersih akan saya kasih uang, tapi sebaliknya kalo ada aib saya pasti kan hidup kalian semakin miskin, dan malu sama apa yang kalian dan suami kalian lakukan bagaimana?" Tanya Zikri nantang ibu ibu yang ada didepannya, sejujurnya Zikri paling malas ribut tidak penting seperti ini


" Astaga, kalo dia tahu suami ku ada masalah sama kantornya, dibikin malu. tidak mau deh." Batin tetangganya Desti panik


" Yah sudah ibu ibu, kita pergi saja, yang terpenting anak kita tidak dijadikan alasan uang disuruh nikah sama bos sendiri. kasihan sekali nasipnya Desti nikah paksa karena kekurangan dan keegoisan orang tuanya." Sindir tetangga nya Desti, natap sinis kedua orang tua Desti dan Zikri.


Ibu ibu tetangganya Desti akhirnya pergi dari toko orang tuanya Desti, dari pada kesalahan suaminya dibongkar sama Zikri yang pasti akan membuat malu keluarga


" Yah sudah lah pak, yang terpenting sekarang Wawan dan Desti sudah bahagia, dan terpenting Wawan jauh lebih baik dari sebelumnya, untungnya mereka datang pas tidak ada Wawan dan Desti. saya harap kalian jangan lagi ke kampung, karena bisa jadi masalah." Ucap Zikri kesel, tapi tidak bisa mrnyalahkan sepenuhnya, berkat kehamilan Desti Wawan jauh lebih baik.


Dilain sisi, Bodyguard menyampaikan kalo mereka sudah mendapatkan tempat tinggal selama beberapa hari di Aceh, Desti jalan pelan Pelan turun dari jet pribadinya Wawan.


"Bulan madu kedua, semoga jauh lebih seru." Ucap Desti bahagia dan penuh harap, terutama kondisi badannya bisa diajak jalan jalan.


" Amin sayang, aku akan selalu menjaga kesehatan bunda supaya tetep sehat dan bisa menikmati bulan madu kita sayang." Ucap Wawan mencium tangannya Desti, dan membantu istri yang perlahan mulai Wawan cintai

__ADS_1


Desti, Wawan, dan rombongan mulai meninggalkan bandara, menuju penginapan yang sudah di sewa sama Wawan, Desti menikmati pemandangan kota Aceh.


" Sayang, aku mau lihat pantai yang bekas tsunami waktu itu boleh kan?" Tanya Desti penasaran, pantai setelah sunami Aceh.


" Boleh sayang, yah sudah sekarang kita kesana yah." Ucap Wawan yang pegang tangannya Desti penuh cinta.


Dilain sisi, Zikri merasa sangat lelah seharian banyak kegiatan, ngurus perusahaan maupun ngurusin urusan pribadi orang tuanya Desti, Zikri minta perempuan bayarannya datang ke apartemen nya.


" Astaga hari ini lelah sekali, ngurus urusan tidak penting, ladenin ibu ibu rumpi kampungan." Ucap Zikri kesel, Zikri merapihkan meja kerjanya dan siap siap untuk ke apartemen, bersenang senang sama perempuan bayarannya.


Dilain sisi, Desti melakukan Vidio call sama orang tuanya, sejujurnya Desti masih takut ngobrol banyak hal sama orang tuanya, apa lagi ditemani sama Wawan.


" Bunda bagaimana lantai tiga dan liftnya?" Ucap Desti penasaran sama pembangunan lantai tiga, rencana nya orang tuanya Desti akan tinggal bersama Desti dan Wawan tidak lagi tinggal di toko.


" Alhamdulillah nak, berjalan dengan lancar, ini juga lagi di bangun lantai tiganya, kamar untuk anak kalian juga sudah selesai direnovasi bener bener jadi kamar anak anak." Ucap Emak nya Desti puas sama hasil menata perabotan untuk kamar calon cucunya.


" Mau lihat dong bunda kamarnya." Lanjut Desti penasaran, Wawan malas nimbrung obrolan Desti dan emak nya, cuman jadi pendengar setia saja.


Enaknya Desti langsung jalan ke kamar calon cucunya, membuat Desti bahagia melihatnya, Wawan yang kepo pun melihat layar handphone Desti.


" Nyusunnya bagus juga, bagus bagus ada kulkas dan kompor kecil, Jadi tidak usah repot repot ke dapur untuk menghangat kan ASI atau sekedar minum.' Ucap Wawan puas sama penataan perabotan kamar untuk anaknya

__ADS_1


" Iyah nak Wawan, bunda sengaja nyusunnya seperti ini supaya tidak ribet nantinya." Lanjut emak nya Desti diseberang telefon.


__ADS_2