Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
Emak masakan nya enak


__ADS_3

Desti yang merasa lelah memutuskan untuk secepatnya ke apartemen untuk istirahat, Wawan yang kagum sama penampilan barunya Desti terus saja memandanginya.


" Tuan, apa jadi panjat pinang nya?" Tanya Desti masuk duluan kedalam mobil.


" Ah, panjat pinang, boleh boleh." Ucap Wawan gugup karena terlalu fokus memandangi wajahnya Desti


Desti langsung polos, dan siap siap rebahan sejujurnya masih merasa nyeri luar biasa, tapi karena tugas harus mampu menahan rasa sakit demi Wawan tidak emosi karena keinginannya tidak dilakukan.


" Aku suka penampilan baru kamu sayang" Ucap Wawan sambil menggerakkan pinggangnya


" Aaahhh, Iyah sayang, terimakasih kalo suka sama penampilan baru aku, ini juga karena kamu yang sudah merubah penampilan aku, terimakasih yah" Desa han Desti meeennniiiikmati pergerakan pinggangnya Wawan


" Buat kali ini, aku tidak akan mencium wajah kamu, takut merusak makeup kamu sayang. biar tangan ini bermain di puncak gunung saja." Lanjut Wawan yang tidak mau merusak penampilan barunya Desti.


Zikri yang lupa setel lagu mengutuk dirinya sendiri, akhirnya denger suara Sura goib yang menjijikan dan akan berlangsung lama.


" Sial, sial, sial. kenapa lupa sih kebiasaan mereka didalam mobil astaga, sepertinya harus siap hetset tanpa harus dilepaskan sih." Batin Zikri menyesal, langsung buru buru pasang hetset dan dengerin musik, setidaknya lagu akan menutup suara suara goib tidak terdengar sama sekali.


Dilain sisi, Bapak nya Desti diijinkan untuk pulang cepat, kalo bukan permintaan Desti tidak akan diijinkan pulang cepat.


" Alhamdulillah, sedikit sedikit Desti berhasil meluluhkan hatinya Wawan, semoga seterusnya bisa berubah jadi menantu yang baik dan punya sopan santun sama mertuanya." Batin bapak nya Desti siap siap untuk pulang


Dilain sisi, Emak nya Desti meluk anaknya dengan haru, penampilan baru anaknya membuat ibu nya sangat bahagia, karena anaknya tampil lebih modis.


" Sudah pelukannya, sekarang kita makan malam, soalnya saya sudah lapar sekali." Bentak Wawan kesel, kangen kangen anak dan ibu cukup lama


" Ah Iyah tuan, hayo kita makan malam bareng." Ucap Desti langsung senyum ramah melihat suaminya


Desti, emak nya, dan Wawan. jalan ke dapur, Desti mengambilkan makanan untuk suaminya, Desti memilih seafood karena makanan yang paling disukai sama Wawan.

__ADS_1


" Silahkan dimakan tuan" Ucap Desti memberikan piring berisi nasi dan lauk ke suaminya.


Wawan tidak menjawab ucapannya istrinya dan langsung menikmati makanan yang diberikan Desti, Mata Wawan melotot menikmati masakan mertuanya.


" Emak masakan nya enak juga, pantas Desti bisa masak." Batin Wawan yang jaim untuk memuji masakan mertuanya.


" Bagaimana masakan saya tuan? apa anda menyukai nya?" Tanya Emak nya Desti takut mengecewakan menantunya.


" Biasa saja, jangan harap saya memuji masakan kamu." Ucap Wawan dengan judes, sejujurnya sangat menyukai masakan mertuanya.


" Alhamdulillah kalo begitu tuan" Lanjut Emak nya Desti, menahan ketawa saat melihat menantu nya nambah lauk


" Tuan, malam ini kita nginep disini? tapi tuan kan tidak bawa baju?" Tanya Desti, sejujurnya lupa membawakan baju ganti untuk Wawan.


" Sudah dibekukan sama bodyguard tadi, sudah selesai makan, jalan jalan berdua yuk." Lanjut Wawan yang bosan di apartemen tanpa melakukan apapun


" Saya tidak ikut kan tuan?" Tanya Zikri waspada, karena kwartir mata dan telinganya semakin rusak disumpal terus


" Baik tuan" Lanjut Zikri pasrah, Wawan bener bener tega menyiksa mata dan telinganya


" Tuan, ajak emak dan bapak jalan jalan juga yah." Goda Desti, tangannya diam diam merayu Wawan dari bawah meja.


" Astaga perempuan ini, selalu saja membujuk dengan cara seperti ini." Batin Wawan kesal melihat tingkahnya Desti tapi senang


" Baik emak dan bapak boleh ikut jalan jalan, tapi selama di mall jalan dibelakang kita dan jangan pernah minta belanja yang berlebihan apa lagi perempuan kan suka buta melihat barang barang mewah." Ledek Wawan melihat mertuanya.


" Astaga, suami lucknut teganya ledek mertua sendiri." Batin Desti kesal sama ucapannya Wawan


" Iyah tuan, saya juga ada simpanan untuk belanjaan emak saya, walaupun tidak banyak." Protes Desti kesal, untungnya tabungan Desti walaupun tidak banyak, masih utuh dicelengan.

__ADS_1


" Cih, sudah hayo jalan duluan, biar emak sama bapak bareng bodyguard saja. kamu dan Zikri satu mobil sama saya hayo jalan." Bentak Wawan kesal mendengar ucapannya Desti yang sombong, padahal uangnya saja tidak banyak berani sekali sombong.


Wawan langsung tarik tangannya Desti untuk jalan duluan, meninggalkan orang tuanya yang masih merapihkan meja makan. sesampainya didalam mobil, lagi lagi Wawan ngajak Desti panjat pinang, kali ini lebih kasar, Membuat Desti menahan rasa sakit.


" Aaahhh, sayang" Desa han Desti menahan rasa sakit luar biasa


" Saya tidak suka sama ucapan kamu yang sombong, saya sudah turutin keinginan kamu, justru kamu berlebihan sekali Desti. saya selalu bilang jangan pernah membuat saya marah kan." Bentak Wawan kesal, Wawan terus menerus menyakiti Desti, tanpa peduli dengan rasa sakit yang dirasakannya.


" Apa yang membuat tuan marah?" Tanya Desti ketakutan, menahan sakit, dan berusaha menikmati pergerakan pinggangnya Wawan.


" Kamu bilang, kamu punya uang untuk belanjaan orang tua kamu, jangan sombong kamu Desti, uang kamu tidak ada apa apa nya sama saya, uang kamu rendah Dimata saya, yang bikin saya marah cara kamu bilang seperti itu." Bentak Wawan semakin mempercepat pergerakan pinggangnya, walaupun p*l*p*san sudah didapat, tapi rasa kesal Wawan masih terus menggerakkan pinggangnya.


" Ampun tuan, saya tidak punya maksud bicara seperti itu, maafkan saya tuan." Lanjut Desti yang sudah tidak tahan rasa sakit, akhirnya nangis saking sakitnya


" Orang tua kamu, akan mendapatkan hukuman dari saya, kita tidak jadi nginep. salah sendiri sombong didepan saya, saya tidak suka melihat karyawan saya sombong menjawab pertanyaan saya mengerti." Bentak Wawan semakin kesal melihat Desti yang justru nangis, bukannya mendesahhhh.


Wawan yang sudah lelah memutuskan menyudahi panjat pinang, karena emosi, Wawan mendiamkan Desti selama perjalan ke pulang, awalnya mau ajak jalan senang senang bareng, tapi dirusak sama ucapannya Desti yang bikin kesel


Sesampainya di rumah, Wawan melanjutkan panjat pinang, sebelumnya mengguyur Desti dengan air dingin yang sudah di siapkan sama ART, setelah selesai Wawan memeriahkan Desti untuk rebahan


" Kenapa kedinginan?" Tanya Wawan dengan melotot melihat bibirnya Desti gemetaran


" Tidak, tidak tuan." Ucap Desti ketakutan karena Wawan masih lanjut marahnya


" Bagus, setelah panjat pinang, kamu diguyur lagi pakai air dingin, mandi setengah jam setelah diguyur. mengerti." Bentak Wawan kesal, Wawan terus menerus menggerakkan pinggangnya dengan cepat dan tangannya terus melukai badannya Desti


" Iyah tuan" Lanjut Desti pasrah, siksaan yang diberikan Wawan bener bener sungguh kejam dan tega.


promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun.

__ADS_1




__ADS_2