Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
Suruh siapa kamu masak?


__ADS_3

Desti kaget saat melihat mobilnya Wawan ada diparkiran mall, Bingung bagaimana memperkenalkan Wawan ke Sulis dan menghindari Wawan supaya tidak marah


" Loh itu kan tuan Wawan, pemilik perusahaan interior terkenal." Ucap Sulis yang tahu tentang Wawan.


" Tahu dari mana kamu?" Tanya Desti waspada


" Siapa sih yang tidak kenal sama dia, masih muda, ganteng,dan sukses lagi perusahaannya juga terkenal lagi. papi saya pernah bangun gedung pakai jasa perusahaan tuan Wawan." Lanjut Sulis yang pernah lihat papi nya rapat sama Wawan.


" Oh karena itu, oh yah saya pulangnya naik taxi online yah, tidak usah diantar pulang " Lanjut Desti takut kebohongannya terbongkar


" Yah sudah deh, lain kali saja saya mampir yah, terimakasih hari ini yah dan sampai jumpa besok di kampus yah." Lanjut Sulis jalan ke mobilnya.


Desti melihat Sulis masuk kedalam mobil, pura pura sibuk sama handphone nya sampai Sulis pergi dan tidak curiga. Desti yang melihat mobilnya Sulis pergi langsung menghampiri Wawan yang masih setia berdiri didepan mobilnya.


" Dramanya sudah?" Tanya Wawan melihat Desti jalan kearahnya


" Sudah tuan, maaf kenapa ada disini?" Tanya Desti penasaran


" Sekalian tadi ketemu sama client disini, yah sudah masuk kedalam mobil sekarang." Lanjut Wawan bohong, Wawan merasa rindu sama Desti memutuskan untuk jemput Desti


" Gawat pawangnya sudah masuk mobil, siap siap lagu dan hetset deh." Baatin Zikri melihat Desti masuk kedalam mobil


Saat masuk mobil, Wawan minta Desti polos dan melakukan rutinitas kewajiban yang dilakukan saat didalam mobil.


" Kamu pindah kampus terlihat semakin cantik, saya suka melihatnya Des" Ucap Wawan mulai menggerakkan pinggangnya dengan cepat.


" Aaahhh, Iyah sayang, ini juga berkat kamu yang biayai saya ke salon. terimakasih yah tuan sayang" Desa Han Desti sambil meluk Wawan


" Bagaimana kuliah kamu, tidak kesulitan untuk ngejar ketinggalan kan?" Tanya Wawan sambil memainkan pucuk gunung kembar favoritnya.

__ADS_1


" Aaaahh, Alhamdulillah sayang, lancar dan saya juga bisa memahami dengan baik materi mata kuliahnya." Desa Han Desti semakin merasa melayang


" Syukur lah, ingat yah jangan mengecewakan saya dengan nilai kuliah kamu yah." Lanjut Wawan senyum bangga melihat Desti


Zikri yang nafsooong nya sudah memuncak, memberanikan diri untuk minta ke Wawan untuk melakukan panjat pinang.


" Masa kalian panjat pinang tapi saya yang bawa mobil?" Bentak Wawan kesal mendengar keinginan Zikri


" Yah tidak dimobil tuan, sampai di rumah juga boleh tuan, suruh siapa siksa nafsongggg saya terus menerus tuan." Lanjut Zikri terus terang


" Yah sudah bawa lah dia sana, tapi ingat kalo saya telefon yah sudah selesai yah." Lanjut Wawan melihat Desti merapihkan bajunya.


" Iyah tuan, saya akan kembali ke kamar kalo tuan perintahkan selesai." Ucap Desti bermake-up ria.


Desti melihat Zikri merasa kasihan karena kebiasaan buruknya Wawan, lebih sering tersiksa nafsongggg nya dari pada ikut panjat pinangnya.


Dilain sisi, Bodyguard melihat bapak nya Desti yang lagi sibuk sibuknya nyapu halaman perusahaan, punya ide ngerjain dengan memberantakin sampah yang sudah di rapih kan.


" Berani kamu bentak saya hah, berani melawan saya. ingat anak dan istri anda bisa kapan saja kita semua sakiti, lagian saya disuruh tuan Wawan ngerjain anda kerja. karena hari ini anak anda belanja. jadi anda harus mengulang pekerjaan anda lagi." Bentak Bodyguard menatap sinis bapak nya Desti


" Astaga, tega sekali tuan Wawan, padahal dia yang memberikan ijin kenapa saya yang dikerjain seperti ini." Lanjut Bapak nya Desti heran dan tidak habis pikir sama Wawan


" Sudah jangan protes, cuman ini saja yang dikerjain sudah komentari, bagaimana yang lain pasti sudah stroke anda dikerjain berlebihan hahaha." Ledek Bodyguard ketawa puas, ngerjain orang tuanya Desti yang terlihat panik dan kesel sama ucapannya.


Dilain sisi, Desti setelah panjat pinang sama Zikri, langsung bantuin bibik masak di dapur, Wawan yang melihat Desti sibuk di dapur langsung dipanggil membuat Desti jalan kearah Wawan.


" Suruh siapa kamu masak?" Tanya Wawan kesal


" Maaf tuan, saya mau buatkan masakan buat tuan makan malam tuan, saya berencana makan malam di balkon kamar tuan." Ucap Desti malu, sekaligus takut kalo Wawan marah

__ADS_1


" Boleh juga lah, setelah makan kita panjat pinang dibalkon yah, dan kamu jangan lupa belajar jangan kemalaman belajarnya yah." Lanjut Wawan otak Wawan berfantasi bebas, membayangkan bagaimana serunya panjat pinang di balkon rumah, ditemani langit yang cerah dan udara malam yang diingin


" Syukur lah anda mau tuan, yah sudah saya lanjutkan masaknya yah tuan." Lanjut Desti lega karena berhasil membuat Wawan setuju sama idenya.


Zikri melihat Wawan dan Desti ngobrol merasa iri dan jomblo melihat mereka terkadang saling peduli, Wawan minta wanita langganannya tinggal dirumahnya Wawan.


" Jangan, suruh tinggal di apartemen saja, saya tidak mau terlalu banyak yang tahu tentang pernikahan saya dan Desti." Ucap Wawan tidak setuju sama keinginan Zikri


" Yah sudah deh, saya balik sekarang ke apartemen yah, terimakasih yah Desti panjat pinangnya mantap kamu." Ucap Zikri melihat Desti dari ujung kepala sampai ujung kaki


" Sama sama tuan, kalo dikasih ijin lagi silahkan minta saja sama saya yah." Lanjut Desti senyum manis melihat Zikri


" Heh, berani sekali senyum manis seperti itu ke Zikri, cepatan masak supaya cepat kembali ke kamar." Bentak Wawan kesal, entah kenapa Wawan merasa iri melihat senyum Desti ke Zikri terlihat sangat. manis.


" Maaf tuan" Lanjut Desti nunduk dan ketakutan


" Santai bro, jangan marah marah terus, yah sudah saya kembali ke apartemen yah." Lanjut Zikri merasa kasihan sama Desti karena selalu dianggap salah


Dilain sisi, Bapak nya Desti siap siap pulang, badannya terasa pegal sekali, karena hari ini bener bener dikerjain sama Bodyguard nya Wawan terus menerus.


" Ya Tuhan, punya menantu semakin keterlaluan sama mertua, apapun yang diberikan ke Desti pasti saya dan istri dikerjain seperti ini terus menerus." Batin Bapak nya Desti kesal sama menantunya


Bapak nya Desti siap siap untuk pulang, dengan perasaan kesal dan kecewa sama menantu yang diharapkan bisa memanjakannya tapi kenyataannya justru menyiksa diri sendiri dan keluarganya.


Dilain sisi, Desti menyiapkan makan malam romantis sama Wawan, Desti juga menyiapkan tikar dan handuk untuk panjat pinang dibalkon, beruntungnya pagar dibalkon tidak tembus pandang sama orang yang ada diluar tidak akan melihat aksi panasnya bareng suami.


" Semuanya beres deh, sekali kali memanjakan suami tidak ada salahnya, supaya tidak tegang terus menerus." Ucap Desti yang menyusun masakan yang dibuatnya tadi diatas meja dihiasin sama bunga mawar dan lilin aroma terapi yang wanginya membuat suasana lebih romantis.


promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun.

__ADS_1




__ADS_2