
Desti melihat handphone nya langsung cemberut, bagaimana bisa Wawan minta dirinya kembali ke rumahnya padahal sudah dikasih ijin buat tinggal di rumah orang tuanya selama tiga hari.
" Sabar sabar, begini nasipnya punya suami bos sendiri." Batin Desti kesel, setelah baca pesan dari Wawan.
" Des, saya pulang dulu yah, next time kamu datang ke rumah yah main, kamu mau kan?" Tanya Sulis sambil merapihkan buku bukunya.
" Iyah boleh Sulis, kalo saya tidak sibuk yah." Ucap Desti langsung masukin handphone nya kedalam tas
Desti anterin Sulis ke depan rumah, Desti melihat Sulis masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya, langsung masuk kedalam rumah, langkahnya berhenti saat mendengar suara bodyguard nya Wawan.
" Sekarang kamu dan ibu kammu rapihkan barang barang kalian, kamu ikut saya ke rumahnya tuan Wawan sedangkan ibu kamu diantar mobil yang lain nya ke apartemen, ingat jangan lama lama." Perintah bodyguard melihat Desti dari ujung kepala sampai ujung kaki
" Saya menginginkan anda nona, apa anda mau panjat pinang sama saya?" Tanya bodyguard setelah melihat Desti dari ujung kaki sampai ujung kepala
" Ijin dulu sama tuan Wawan kalo dibolehkan, tuan Zikri saja sudah tidak diijinkan ajak saya panjat pinang dan sekarang kamu ngajak saya. silahkan ijin dulu." Kesel Desti yang tahu Wawan sudah tidak mengijinkan kebebasan lagi
" Sial, sudah sana buruan siap siap." Bentak bodyguard kesal, karena Desti susah tahu kalo tidak ada yang boleh panjat pinang sama Desti lagi apapun alasannya.
Desti senyum kemenangan melihat wajah kesal bodyguardnya Wawan, langsung masuk kedalam rumah dan pasrah ikut perintah Wawan
Dilain sisi, Zikri melihat wajah pucat ayah nya Desti, yang lagi duduk di tempat parkir mobil, langsung menghampirinya dengan wajah kesel.
" Kalo sudah tua, jangan kurang minum atau telat makan, anda jangan bikin drama sakit lagi, selalu diingat tuan Wawan paling benci drama apa lagi sakit otomatis Desti yang akan direpotkan . apa anda mau anak anda disiksa lagi." Bentak zikri kesal, orang tuanya Desti sangat lemah dan sakit sakitan terus.
" Maafkan saya tuan, saya usahakan tidak merepotkan anak saya dan tuan Wawan. kalo begitu permisi saya lanjut kerja lagi." Ucap ayah nya Desti berusaha berdiri dan melanjutkan pekerjaannya, rasa sakit di kepalanya ditahan. supaya tidak kena teguran lagi.
Dilain sisi, Emak nya Desti merapihkan. dapurnya dan barang barangnya, pasrah apapun perintah yang diberikan Wawan ke dirinya.
__ADS_1
" Nasip nasip, hidup diatur seperti ini sama menantu sendiri." Batin Emak nya Desti sejujurnya semakin kesel sama Wawan tapi apa daya harus turutin apapun perintah Wawan.
Dilain sisi, Desti melajukan Vidio call sama Wawan, Desti diminta polos saat Vidio call sama Wawan, membuat Desti malu karena bisa bisanya Wawan minta hal yang aneh aneh.
" Hayo lah cepatan polos." Bentak Wawan diseberang telefon
" Apa tidak sebaiknya tuan pulang saja, dari pada lihat saya polos di telefon seperti ini mana enak tuan, tidak bisa langsung diserang tuan." Goda Desti sengaja, dari pada polos cuman dilihatin tanpa melakukan apapun.
" Masih siang Desti, masa saya harus pulang." Lanjut Wawan ragu, Wawan langsung lihat jam di tangannya.
" Tuan kan pemilik perusahaan, pulang cepat tidak masalah tuan, bisa tuan Zikri yang lanjutin pekerjaan tuan, dari pada saya polos saja anda nya cuman bisa tegang saja kan." Goda Desti yang kekeh tidak mau polos
" Aareegghh, dia berhasil goda saya, baik lah saya akan pulang sekarang, kamu juga buruan ke rumah supaya kita bisa panjat pinang bareng." Lanjut Wawan frustasi, sebenarnya sejam lagi dirinya harus hadiri rapat, tapi nafsongnyaa sudah diubun Ubun
" Oke tuan sayang, sampai jumpa di rumah tuan." Lanjut Desti senyum kemenangan, bisa berhasil membujuk Wawan. terkadang suami sendiri bisa dibujuk terkadang tidak bisa sama sekali.
Sejam kemudian, Desti sudah membersihkan diri begitu juga dengan Wawan yang sudah mandi, rasanya segar karena beberapa jam sibuk sama komputer.
" Mau makan atau mau panjat pinang dulu?" Tanya Desti sambil meluk Wawan
" Makan dulu sayang, soalnya saya lapar sekali, belum makan langsung pulang, masakan kamu masih ada atau masak yang baru?" Tanya Wawan tangannya naik naik ke puncak gunung
" Aaahhh, masak yang tadi pagi sayang, yah sudah yuk makan dulu sebelum aku minta lanjutin masuk kehutanan belantara sayang." Lanjut Desti yang sejujurnya susah nafsooonggg, akibat tangan nakalnya Wawan.
Desti melepaskan pelukannya dan ajak Wawan untuk makan bareng, Desti mengambilkan nasi beserta lauk untuk Wawan, membiarkan tangan suaminya jalan kemana mana membuat Desti menahan geli dan nafsongnya.
" Silahkan dimakan dulu." Ucap Desti memberikan nasi beserta lauknya.
__ADS_1
" Terimakasih sayang, ternyata enakan makan didalam kamar yah, bisa bebas seperti ini dan lebih nyaman lagi." Ucap Wawan jadi suka idenya Desti yang selalu mau makan didalam kamar, dibanding kan didapur.
" Sama sama sayang, enakan di kamar, habis makan besar bisa langsung makan penutup supaya semakin kenyang kenyang luar biasa." Lanjut Desti terkekeh, karena Desti memang malas makan didapur lebih enak makan di kamar berdua.
" Bisa saja yang kamu ini, semakin pinter godain aku yah." Lanjut Wawan langsung m3r3m45 p4h4 nya Desti saking menggemaskan.
" Aaahhh, Iyah dong sayang, saya selalu mencari ide supaya tuan sayang selalu betah didekt Deket saya. aaahhh, tuan sayang." Desa Han Desti semakin cetar membahana, membiarkan tangannya Wawan asik bermain main.
" Terus sayang, saya suka denger suaranya, makanan kamu buruan dihabiskan dengan posisi tangan saya seperti ini, kamu seperti ulet keket." Lanjut Wawan senyum melihat wajahnya Desti semakin menikmatiii permainan tangannya
" Iyah tuan sayang" Lanjut Desti berusaha menikmati makanannya lagi, sambil menahan geli geli luar biasa, Desti tidak berani protes takut Wawan kesal karena kesenangannya di ganggu sama Desti.
Setelah makan, Desti dan Wawan melanjut foreaplay nya lagi, Wawan melarang Desti merapihkan bekas makan mereka, demi melanjutkan foreaplay saat makan tadi.
" Manis sayang" Ucap Wawan sambil pegang wajahnya Desti
" Yah dong sayang, saya sengaja tadi makan dengan yang manis manis. soalnya tahu kita pasti akan seperti ini sayang, aaahhh, tuan sayang" Desa han Desti
" Tapi enakan makanan pedes, walaupun setelah makan kiss nya tidak enak sih." Lanjut Wawan yang kurang suka makanan manis.
" Maaf tuan, yah sudah kita lanjut ke intinya saja yuk." Lanjut Desti langsung ajak Wawan buat rebahan bareng, melanjutkan panjat pinang yang tertunda.
promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun.
__ADS_1