Terpaksa Menikahi CEO

Terpaksa Menikahi CEO
Astaga alam bebas yang pertama di pantai


__ADS_3

Jet pribadinya Wawan tiba di kota Malang, membuat Desti merasakan udara dingin yang sejuk. perlahan turun dari jet dibantu sama Wawan.


" Selamat datang nona dan tuan, silahkan masuk kedalam mobil yang sudah disediakan." Ucap bodyguard membukakan pintu mobil


" Kita mau kemana tuan?" Tanya Desti sambil masuk mobil


" Kita bakal realisasikan apa yang saya ingin kan, bersiap siap lah Desti menikmati ombak dengan suara merdu kamu." Ucap Wawan duduk didalam mobil, membuat supirnya perlahan melaju kan mobilnya dengan kecepatan sedang.


" Astaga alam bebas yang pertama di pantai, stres amat ini orang." Batin Desti kesel, ide gilanya Wawan bener bener mau dijalankan sama Wawan.


" Iyah tuan, saya penasaran sama sensasi panjat pinang di pantai tuan, kita melakukannya malam hari?" Tanya Desti waspada karena takut Wawan nekat.


' Sekarang, tenang saja pantainya sudah saya sewa selama tiga hari, dan di gunung juga sudah saya sewa selama tiga hari. jadi aman kapan pun kita merealisasikan nya tempatnya sepi cuman ada kita berdua saja, bodyguard tidak akan berani ngintip dan ganggu kita berdua." Lanjut Wawan sambil menikmatiiii gerakan tangannya di gunung kembar favoritnya.


"Aaaahh, baik tuan, syukur lah kalo sepi supaya semakin luar biasa tuan." Desa Han Desti langsung rebahan, Desti bener bener dibikin melayang sama tangannya Wawan.


" keluarkan saja suara merdu kamu, jangan malu malu karena ada supir dan bodyguard karena suka saya dengerin suara kamu, menikmati pergerakan yang saya berikan." Lanjut Wawan perlahan memajukan dan memundurkan pinggangnya dengan pelan, membuat Desti langsung merem melek


" Aaaahh, Iyah sayang, suara merdu saya selalu menggoda sayang." Desa Han Desti, sambil meluk Wawan.


" Saya jadi bayangin kita seperti ini di pantai, desa han kamu bareng suara ombak pasti semakin seru, apa kita langsung ke pantai saja yah." Lanjut Wawan semakin tidak sabar


" Aaaahh, Iyah sayang hayo, kita kesana sekarang, kamu berhasil bikin saya penasaran sayang." Desa han Desti yang membayangkan sensasi seru di pantai.


" Wowo, kita kepantai sekarang." Perintah Wawan tanpa menghentikan panjat pinangnya.


" Baik tuan, saya akan antar kalian ke pantai sekarang." Ucap Wowo tanpa berani melihat kebelakang, kupingnya Wowo harus terpaksa dengar suara goib kedua majikannya.


Wowo langsung melajukan mobilnya, Wowo bener bener tidak kuat mendengar suara goib kedua bosnya yang tega tidak menghentikan aksi panas mereka didalam mobil.


Dilain sisi, Emak nya Desti menahan amarahnya saat perempuan bayarannya Zikri, bertingkah dengan sengaja acak acak dapur dan di Vidio seolah emak nya Desti ngamuk.


" Saya yakin kamu akan dimarahin sama Zikri, seru juga punya ART yang tidak berdaya seperti anda." Bentak wanita bayarannya Zikri dengan sombong, vidio yang diambilnya langsung dikirim ke Zikri

__ADS_1


" Perempuan bodoh, dia kira tuan Zikri akan marah, dia tidak tahu saja apatermen ini banyak cctv nya." Batin Emak nya Desti senyum puas


" Nah Zikri telefon saya" Ucap wanita bayarannya Zikri merasa laporannya dibela sama Zikri


" Hallo sayang, ART kamu sudah gila sayang" Ucap Wanita bayarannya Zikri, pura pura sedih, sengaja melakukan Vidio call


" Oh dia yang bikin berantakan yah, yah sudah kamu keluar dari apartemen sekarang, dari pada kamu di apa apain sama ART saya, jangan nginep di sana saja kalo ngamuk." Ucap Zikri santai, Zikri sudah memeriksa cctv dan tahu kejadian sebenarnya.


" Loh kok jadi aku yang diusir sayang, bagaimana sih kamu, bukannya ART gila itu yang diusir sayang." Lanjut Wanita bayarannya Zikri dengan kesal.


" Sudah lah diam saja, saya tidak akan pakai jasa kamu lagi, saya pulang kerja kamu sudah pergi dari sana mengerti kan." Tegas Zikri di sebrang telefon, Zikri tidak akan marahin ibu nya Desti karena bukan salahnya


" Dasar jahat, yang dibela ART bukan aku dasar." Bentak perempuan bayarannya Zikri dengan kasar, langsung matikan telefon nya.


" Yang sabar yah nona, mau saya bantu merapihkan baju bajunya?" Tanya emak nya Desti nahan ketawa, karena niat jahat perempuan didepannya gagal total.


Dilain sisi, Desti melihat pemandangan indah pantai, yang sudah disewa sama Wawan. Wawan meluk Desti dari belakang.


" Apa kamu sudah siap sayang" Ucap Wawan yang tangannya memainkan gunung kembar


Wawan langsung membuat Desti polos, dan memberikan banyak ciuman ke Desti, Desti merasakan udara dingin, tapi tidak berani komentar apa lagi merusak suasana romantis.


" Apa kamu suka suasana disini." Ucap Wawan yang membantu Desti rebahan di atas karpet tebal yang sengaja Wawan siapkan


" Sangat suka sayang,penasaran sayang suara merdu aku ditengah tengah ombak." Ucap Desti yang semakin meluk Wawan.


Wawan perlahan memaju dan mundurkan pinggangnya, membuat Desti mengeluarkan suara merdunya.


Bluuurrr


Aaaahh


Desti mengeluarkan suara merdunya, ditengah tengah ombak datang, Desti menikmati suasana panjat pinang di pantai seperti ini.

__ADS_1


" Aaaahh Sayang, seru sekali." Desa Han Desti, sambil menikmati pemandangan yang indah dilantai


" Iyah sayang, seru dan aku juga suka sekali panjat pinang disini sayang." Ucap Wawan yang melihat Desti semakin luar biasa biasa diajak panjat pinang.


Bluarrrr


Aaaahh


" Semakin enak sayang. hayo semakin mantap sayang." Lanjut Desti yang terus dan terus mengeluarkan suara merdunya.


" Pasti dong sayang, saya sengaja gerakan pelan supaya bisa lama selesainya." Lanjut Wawan, tangannya tidak berhenti menari dengan indah.


Bluuurrr


Aaahhhh


Desti semakin menikmati pengalaman pertamanya panjat pinang dialam bebas seperti di pantai, Desti seolah tidak merasa lelah karena panjat pinangnya sengaja Wawan lama lamain.


Dilain sisi, Ayah nya Desti minum air rebusan jahe yang sengaja dibuat sama istrinya, Ayah nya Desti semenjak anaknya nikah sama Wawan sudah jarang kumpul sama temen temennya. lebih memilih sendirian dari pada banyak di tanya sama karyawan karyawan lainnya.


" Bagaimana yah kabarnya Desti, rindu sekali sama kamu nak, biasanya sebelum nikah, Desti selalu masak gorengan buat bapak dan emak buat cemilan sore ada minuman hangat yang Desti buat." Batin bapak nya Desti, yang rindu sama anak semata wayangnya.


" Pak, anak bapak sekarang kuliah atau kerja pak, soalnya bapak kerjanya semangat sekali dari pagi sampai malam. apa buat biaya kuliah Desti?" Ucap karyawannya Wawan yang melihat bapak nya Desti duduk sendirian, dan langsung menghampiri bapak nya Desti


" Masih nganggur pak, saya tidak ingin Desti kerja pak, rencananya tahun depan saya kuliah kan Desti pak. sekarang biar saya yang kerja ekstra buat anak saya." Ucap bapak nya Desti bohong, tentunya tidak akan kasih tahu anaknya kalo sudah nikah sama bos sendiri


" Dimanja sekali Desti nya pak, yah sudah pak. saya ke dalam dulu yah." Lanjut karyawannya Wawan langsung jalan


promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun.



__ADS_1



__ADS_2